Strategi Hendri Susilo Supaya Pemain Persiraja Pintar serta Tampil Prima di Laga

Posted on

Banda Aceh – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, punyai jurus tepat supaya beberapa pemainnya tampil prima di laga, baik dari bagian fisik atau strategi. Bagaimana triknya?

“Sebelum laga, saya jarang-jarang membuat tatap muka. Semua program serta strategi permainan saya kerjakan secara praktik langsung waktu latihan di atas lapangan. Maksudnya supaya beberapa anak betul-betul memahami strategi yang akan diaplikasikan, karenanya harus dilaksanakan berkali-kali,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Pelatih dari Kota Batu ini kadang menerangkan strategi dengan alat seadanya yang didapati di atas lapangan. Dapat batu atau gelas sisa air mineral.

“Buat saya alat cuma fasilitas. Yang perlu bagaimana keterangan saya dapat dimengerti beberapa pemain. Saya belum usai latihan, jika beberapa anak betul-betul dapat lakukan skema yang saya ingin aplikasikan. Tetapi bila mereka telah memahami, kami cukup latihan 20 menit,” tuturnya.

Bekas penyerang Pelita Jaya serta Tim nasional Indonesia itu ingin Feri Komul serta teman-teman tampil pintar serta berani. Beberapa pemain Persiraja Banda Aceh harus pintar pahami strategi serta taktik, dan berani mempresentasikan skema permainan di muka rekanan segrupnya.

“Saya ingin pemain Persiraja pintar. Karena itu, saya menuntut semua pemain harus dapat serta berani menerangkan strategi di muka beberapa temannya. Mereka dengan cara bergiliran, saya tunjuk untuk presentasi. Nah, dari sana, saya ketahui berapa besar pandangan serta daya tangkap pemain,” katanya.

Pemain Harus Pintar Bicara

Presentasi ini, lanjut Hendri Susilo, untuk pengalaman jika sang pemain nanti jadi pelatih saat menggantung sepatu.

“Rerata kekurangan pemain Indonesia pemalu serta tidak pintar bicara. Malu dapat dikarenakan sang pemain memang tidak punyai pengetahuan dalam, atau tidak dapat menerangkan apakah yang berada di otaknya,” kata Hendri Susilo.

“Karena itu, saya menuntut semua pemain harus pintar serta berani bicara. Jadi jika kelak mereka jadi pelatih punyai pengetahuan bagaimana penuturannya dapat dimengerti serta diaplikasikan pemainnya di atas lapangan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *