Pelatih Persib Mempertanyakan Keputusan PSSI soal Pembayaran Gaji 50 Persen

Posted on

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku bingung dengan keputusan PSSI yang berencana untuk memangkas gaji pemain dan pelatih sebesar 50 persen. Menurut Robert Alberts, keputusan itu sangat membingungkan dan meminta PSSI untuk memberi penjelasan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah sepakat untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020 mulai 1 Oktober mendatang. Induk sepak bola Indonesia itu juga sudah mengeluarkan soal aturan pemberian gaji.

Pada kelanjutan kompetisi nanti, pemain dan pelatih hanya mendapatkan gaji sebesar 50 persen. Namun, menurut Robert Alberts, ketika kompetisi sudah dimulai maka PSSI seharusnya mengeluarkan keputusan agar kembali normal dalam membayarkan gaji.

Ini bukan pertama kali PSSI masuk terlalu jauh dalam urusan gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Ketika memutuskan kompetisi berhenti sementara pada Maret lalu, PSSI juga mengatur batas maksimal pembayaran gaji sebesar 25 persen.

“Jika melihat negara lain, mereka tidak pernah setuju dengan pemangkasan gaji sampai 75 persen. Mereka menyerahkan kesepakatan itu antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial, bukan federasi,” kata Robert Alberts dalam akun Youtube-nya.

“Seharusnya, gaji kami sudah kembali ke nilai kontrak semestinya karena surat PSSI sebelumnya hanya berlaku sampai 29 Juni. Artinya, Juli sampai seterusnya, semua harus kembali normal,” tegas Robert Alberts.

Menuntut Kejelasan

Atas ketidakjelasan masalah gaji membuat Robert Alberts meminta PSSI untuk memberi kejelasan. PSSI diharapkan bisa menjelaskan keputusan pemotongan gaji sebesar 50 persen sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Jika membaca lagi surat PSSI secara cermat, 50 persen yang akan diterima bukan dari yang dimiliki sekarang. Namun, jumlah 50 persen dari kontrak yang tersisa. Surat itu menimbulkan kebingungan,” ujar Robert Alberts.

PSSI diharapkan mengaji ulang keputusan tersebut. Apalagi hal semacam ini sangat berpengaruh terhadap orang-orang yang hanya mengandalkan hidup dari sepak bola.

“Kami sudah ingin berlatih, tapi juga punya tanggung jawab terhadap orang yang mengandalkan gaji. Mereka harus bertahan hidup. Semoga semuanya jelas sehingga kami bisa mempersiapkan diri,” tegas Robert Alberts.

Sumber: Youtube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *