Skippypodar.net

Jakarta – Frank Lampard mengaku jika teamnya Chelsea masih jauh dari kata aman dalam amankan satu tempat ke Liga Champions musim depan.

Pagi hari barusan, Chelsea meraih kemenangan penting. Mereka sukses menaklukkan Norwich City dengan score tipis 1-0 karena gol Olivier Giroud.

Tiga point yang didapat pagi hari barusan membuat Chelsea tempati rangking tiga klasemen sesaat EPL. Mereka sekarang telah mengumpulkan 63 point dari 36 pertandingan.

Lampard menyebutkan jika teamnya sekarang ini belum juga aman untuk maju ke UCL musim depan. “Tidak, kami belum juga aman,” papar Lampard yang diambil Sportsmole.

Lampard punyai alasan kenapa dia tidak berani sesumbar menjelaskan jika Chelsea tentu maju ke Liga Champions musim depan.

Dia menyebutkan jika Chelsea akan memperoleh dua musuh yang berat, yakni Liverpool serta Wolverhampton hingga ada kekuatan mereka terpeleset bila mereka tidak menyiapkan diri secara baik.

“Sekarang ini ada dua pertandingan yang masih ada serta kami akan hadapi dua team yang sangatlah baik. Jadi kami harus konsentrasi di tiap pertandingan.”

Hadapi Musuh Berat

Lampard tidak ingin memberi janji yang muluk-muluk berkaitan laga menantang Liverpool serta Wolverhampton itu. Dia menyebutkan jika sekarang ini teamnya perlu menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Sekarang ini yang penting kami harus menyiapkan diri kami dengan sebaik-baiknya serta memperlihatkan sikap yang pas. Kami harus konsentrasi serta punyai sikap yang pas, serta mudah-mudahan saja kami dapat berhasil lolos walau itu akan susah.” katanya.

Sebelum hadapi Liverpool serta Wolverhampton, Chelsea dinanti satu laga berat diakhir pekan kelak.

Mereka akan hadapi Manchester United di Wembley pada pertandingan semi-final FA Cup musim ini.

Sumber asli: Sportsmole

Jakarta – Mantan pelatih Tim nasional Indonesia, Simon McMenemy, bercerita pengalamannya semasa meniti karier di Indonesia, baik itu yang mengagumkan atau yang mengerikan. Pada media lokal Aberdeen, Skotlandia, Simon merencanakan membuat buku yang menceritakan beberapa hal mengenai sepak bola Tanah Air.

Awalnya pada session bincang-bincang di account YouTube BangBes, mantan juru strategi Bhayangkara FC itu sudah banyak menceritakan masalah sepak bola Indonesia. Simon McMenemy memandang, Tim nasional Indonesia menimbun banyak permasalahan, dari mulai dalam sampai luar lapangan.

Saat mengatasi Bhayangkara FC pada 2018, Simon kehilangan beberapa pemainnya yang dipanggil Tim nasional Indonesia U-23 untuk persiapan Asian Games 2018. Pria berumur 42 tahun itu akui sempat bingung sebab tidak ada pernyataan awalnya dari PSSI.

“Dapat sepanjang hari ulas itu, tetapi saya pikirkan rintangan terbesarnya ialah waktu itu tidak ada jati diri bagaimana Tim nasional Indonesia bermain. Banyak persoalan di luar lapangan. Banyak. Ada team yang tidak melepas pemainnya. Saya ingat saat saya melatih Bhayangkara FC. Menuju Asian Games 2018, saya kehilangan beberapa pemain,” kata Simon.

“Seputar 2-3 bulan mereka lenyap. Saya tidak paham kapan mereka kembali lagi. Saya tidak paham apa mereka luka. Mendadak saja mereka lenyap dari latihan serta saya tidak bisa info apa-apa. Tidak ada surat. Sms juga tidak ada. Serta saya harus mengontak langsung pemain itu untuk bertanya kehadirannya.”

Simon McMenemy Merencanakan Buat Buku mengenai Pengalaman Tidak Terlupakannya di Indonesia

“Mereka katakan sedang ikuti pemfokusan latihan Tim nasional Indonesia, seharusnya saya telah dikasih tahu. Oke tidak jadi masalah. Ini bukanlah salah mereka. Yang perlu saya ketahui mereka dimana. Ini ialah hal yang penting dirubah dulu,” sebut Simon.

Simon McMenemy sempat juga menceritakan masalah profesinya di Indonesia pada media internasional yang lain, seperti Zinc dari Vietnam serta BBC dari Inggris. Dia bercerita beberapa hal mengenai hal positif serta negatif dari semua tetek bengek pesepakbolaan Tanah Air, baik saat jadi pelatih club, atau Tim nasional Indonesia.

Pada satu artikel di pressandjournal.co.uk, Simon McMenemy disebut punya niat membuat suatu buku. Tidak diketahui dengan cara tepat berapa besar bagian sepak bola Indonesia dalam bukunya nantinya. Namun, dia menjelaskan sbuah hal menarik waktu dia jadi pelatih.

“Di sejumlah stadion, Anda tidak dapat masuk memakai bis, Anda harus masuk dengan kendaraan taktis. Dapat rusak jika memakai bis, pemain akan terluka sebab lemparan batu,” kata Simon.

“Supporter juga menanti di luar stadion untuk menghancurkan bis yang mengusung pemain. Supaya bisa masuk, Anda harus memakai tank yang dikelilingi pengawal membawa senjata api, langsung ke lapangan.”

“Tank itu cuma muat seputar 8 orang, jadi cuma dapat memuat 5-6 pemain saja. Benar-benar edan, tetapi spirit yang Anda alami dari supporter, waktu itu bagus karena itu Anda berasa mengagumkan. Waktu itu jelek, benar-benar beresiko serta keras.”

“Ada banyak laga waktu saya melatih di Indonesia, beberapa orang wafat sesudah pertandingan. Saya pikir di Skotlandia tidak separah itu,” tutur Simon McMenemy lagi.

Menceritakan Mengenai Profesinya bersama Bhayangkara FC

Nama Simon McMenemy dikagumi oleh beberapa pencinta sepak bola Indonesia pada 2017 yang lalu. Bagaimana tidak, tidak berhasil di Partner Kukar serta Pelita Bandung Raya, dia mampu bawa Bhayangkara FC meraih juara Liga 1 2017.

“Saya berlinang air mata. Dikeluarkan serta harus keluar negeri dahulu sebelum kembali pada Indonesia, saya pilih untuk berdiri melawan sebab saya tidak hanya pelatih sepak bola berparas cukup saja. Pelatih muda bertato ini kembali lagi untuk mengguncangkan pertandingan disana,” kata Simon McMenemy.

Simon McMenemy juga mulai bicara tentang kesuksesan team. Menurut dia saat dipilih jadi pelatih pada awal musim itu, Bhayangkara FC demikian memercayakan Thiago Furtuoso.

Simon McMemeny berasa harus membuat pilihan lain bila bomber asal Brasil itu tidak bermain. “Bos Bhayangkara FC memberitahu saya, saat Thiago bermain, kami menang. Ia tidak bermain, kami kalah. Jadi kami harus membuat team waktu Thiago tidak berada di sana,” tutur Simon diambil dari wawancaranya dengan BangBes di YouTube.

“Jadi yang saya melihat pertama-tama tiba, kami punyai beberapa pemain muda ‘ball player’. Berarti pemain yang dapat passing serta kuasai bola. Ada Evan, Zulfiandi, serta Subo Seto yang pernah disepelekan waktu itu. Mereka ialah pemain muda yang sangatlah baik dalam passing. Hargianto . Serta mereka pernah bermain bersama lumayan lama di Tim nasional Indonesia U-19. Jadi kami harus mainkan itu. Membuat team memakai kelebihan itu,” sebut Simon.

“Itu ialah satu hal yang bagus kami lakukan. Jadi kami mulai sediakan langkah bermain agar dapat menonjolkan hal bagus yang mereka lakukan. Pada akhirnya kami bermain dengan skema 4-4-2 diamond. Benar-benar dekat ditengah-tengah. Dimana mereka dapat sama-sama mengoper bola. Bola tetap bergerak,” papar Simon McMenemy.

Impak Politik serta Uang di Sepak Bola di Indonesia

Bhayangkara FC untuk juara Liga 1 2017 semestinya memiliki hak ikuti pertandingan antarklub Asia. Tetapi faktanya, team yang tercipta pada 2010 itu jangan ikut sebab permasalahan lisensi.

Simon McMenemy untuk seorang karieronal pasti bingung dengan hal itu. Ditambah lagi sesudah ketahui pejabat Bhayangkara FC serta sebagian besar stafnya keluar menuju Persija Jakarta.

“Disana tidak hanya sepak bola. Tetap ada hal-hal lain, angle lain, entahlah itu kemampuan, politik, impak, serta uang. Untuk pelatih disana, Anda harus berdamai dengan semuanya jika ingin terus kerja disana,” kritik McMenemy

Derita di Tim nasional Indonesia

Lima kekalahan Tim nasional Indonesia yang dialami di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 membuat Simon McMenemy harus pergi dari bangku kepelatihan. Menurut dia, desakan jadi pelatih Tim nasional Indonesia sangat berat.

“Waktu Anda menang, Anda akan berasa fenomenal, tetapi waktu kalah, itu ialah mimpi jelek,” sambung Simon McMenemy dinukil dari pressandjournals.co.uk.

Simon McMenemy masih sedih dengan periode pelatihannya di Tim nasional Indonesia. Arsitek asal Skotlandia itu pernah berasa frustrasi sebab terus menerus dihakimi oleh supporter karena rangkaian hasil jelek di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia.

Simon dikeluarkan PSSI dari tempatnya pada November 2019 sesudah hasil membuat malu Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia. Andritany Ardhiyasa dkk. menelan 5 kali kekalahan berturut-turut.

Derita di Tim nasional Indonesia

“Untuk pelatih, saya pikir terdapat beberapa pelatih di dunia ini yang lebih baik dari saya dalam soal strategi, lihat suatu hal di atas lapangan, serta saya senang yakin berdasar pengalaman saya. Saya bagus dalam membuat team. Bagus dalam menjadikan satu pemain. Bagus dalam coba keluarkan kekuatan terbaik pemain,” tutur Simon dalam wawancaranya di YouTube BangBes.

Kekesalan Simon dilandasi oleh penilaian jelek dari beberapa pendukung padanya cuma berdasar hasil. Walau sebenarnya, mantan pelatih Bhayangkara FC ini sudah berupaya untuk mengganti muka Tim nasional Indonesia lewat triknya dalam melatih.

“Serta itu tidak bermakna kita dapat mengadili seseorang cuma semasa 90 menit. Apakah yang membuat saya frustrasi untuk pelatih ialah beberapa orang tidak dapat lihat langsung saya kerja. Mereka cuma lihat produk kerja hasil saya. Mereka lihat 11 pemain mempraktikkan apakah yang saya latih dalam seminggu. Tetapi waktu itu saya tidak kerja. Saya cuma duduk melihat seperti beberapa supporter,” papar Simon.

“Tetapi beberapa orang tidak dengan cara langsung lihat saya kerja di atas lapangan latihan. Mereka tidak lihat hal yang coba saya ganti. Apakah yang sedang saya sediakan. Mereka tidak lihat persiapan saya dengan Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia. Saya coba membuat lebih karieronal,” paparnya.

Berasa Masih Wajar Melatih Tim nasional Indonesia

Kekalahan untuk kekalahan yang didapatkan Tim nasional Indonesia di bawah instruksi Simon McMenemy membuat tekanan pada dianya untuk mundur tetap menggema, baik di stadion ingin juga baris waktu.

Walau memperoleh tekanan mundur, tetapi Simon McMenemy masih bergerak dengan keputusannya. Pelatih dari Skotlandia itu menyebutkan dianya tetap jadi sosok yang wajar untuk pimpin Tim nasional Indonesia.

Pekikan ‘Simon Out’ paling marak terdengar saat ditumbangkan Thailand dengan score mutlak 0-3 di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno (SUGBK). Apa reaksinya?

“Apa saya masih wajar melatih Tim nasional Indonesia? Tentunya. Supporter pasti punyai opini pribadi, tetapi saya di sini sebagai wakil 250 juta masyarakat Indonesia serta tidak semua mempunyai pendapat yang sama mengenai saya,” kata Simon McMenemy selesai laga.

Sumber: Pressandjournals.co.uk, BBC, YouTube/BangBes

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku bingung dengan keputusan PSSI yang berencana untuk memangkas gaji pemain dan pelatih sebesar 50 persen. Menurut Robert Alberts, keputusan itu sangat membingungkan dan meminta PSSI untuk memberi penjelasan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah sepakat untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020 mulai 1 Oktober mendatang. Induk sepak bola Indonesia itu juga sudah mengeluarkan soal aturan pemberian gaji.

Pada kelanjutan kompetisi nanti, pemain dan pelatih hanya mendapatkan gaji sebesar 50 persen. Namun, menurut Robert Alberts, ketika kompetisi sudah dimulai maka PSSI seharusnya mengeluarkan keputusan agar kembali normal dalam membayarkan gaji.

Ini bukan pertama kali PSSI masuk terlalu jauh dalam urusan gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Ketika memutuskan kompetisi berhenti sementara pada Maret lalu, PSSI juga mengatur batas maksimal pembayaran gaji sebesar 25 persen.

“Jika melihat negara lain, mereka tidak pernah setuju dengan pemangkasan gaji sampai 75 persen. Mereka menyerahkan kesepakatan itu antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial, bukan federasi,” kata Robert Alberts dalam akun Youtube-nya.

“Seharusnya, gaji kami sudah kembali ke nilai kontrak semestinya karena surat PSSI sebelumnya hanya berlaku sampai 29 Juni. Artinya, Juli sampai seterusnya, semua harus kembali normal,” tegas Robert Alberts.

Menuntut Kejelasan

Atas ketidakjelasan masalah gaji membuat Robert Alberts meminta PSSI untuk memberi kejelasan. PSSI diharapkan bisa menjelaskan keputusan pemotongan gaji sebesar 50 persen sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Jika membaca lagi surat PSSI secara cermat, 50 persen yang akan diterima bukan dari yang dimiliki sekarang. Namun, jumlah 50 persen dari kontrak yang tersisa. Surat itu menimbulkan kebingungan,” ujar Robert Alberts.

PSSI diharapkan mengaji ulang keputusan tersebut. Apalagi hal semacam ini sangat berpengaruh terhadap orang-orang yang hanya mengandalkan hidup dari sepak bola.

“Kami sudah ingin berlatih, tapi juga punya tanggung jawab terhadap orang yang mengandalkan gaji. Mereka harus bertahan hidup. Semoga semuanya jelas sehingga kami bisa mempersiapkan diri,” tegas Robert Alberts.

Sumber: Youtube

Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, akui belum memperoleh info sekitar gagasan untuk kumpulkan kembali lagi pemain. Pria asal Brasil itu belum memperoleh perintah dari manajemen.

PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memverifikasi jadwal lanjutan Shopee Liga 1 2020 yaitu kickoff pada 1 Oktober akan datang. Tetapi, Sergio Farias sampai sekarang ini belum mengetahui kapan pemain Persija Jakarta akan kembali lagi bergabung untuk mengawali persiapan.

“Sesudah presiden club putuskan, ia akan minta manager untuk mengontak saya. Itu dilaksanakan untuk terima gagasan training,” kata Sergio Farias saat dikontak wartawan.

Sergio Farias yakini, Persija akan kumpulkan pemain satu bulan mendekati diteruskannya Shopee Liga 1 2020. Oleh karena itu, Sergio Farias akan kembali ke pengujung Agustus akan datang.

“Bila pertandingan dengan cara resmi diawali kembali ke Oktober, kami harus lakukan pramusim pada September. Jadi, saya harus kembali ke pekan paling akhir Agustus untuk menyiapkan semua susunan,” tegas pelatih berumur 53 tahun itu.

Persija Jakarta selama ini baru mainkan dua pertandingan dari tiga pekan yang telah dilewati. Club ibu kota sukses kumpulkan empat point hasil sekali menang serta sekali seimbang.

Mengatur Lagi Kontrak

Lanjutan Shopee Liga 1 2020 mewajibkan Persija Jakarta bernegosiasi lagi dengan Sergio Farias. Sekarang ini, kerja sama kedua-duanya cuma berjalan sampai Desember 2020.

Sudah diketahui, Shopee Liga 1 2020 bila tidak ada masalah baru mengakhiri musim ini di akhir Februari 2021. Berarti, Persija harus segera lakukan negosiasi lagi.

“Kontrak saya bersama Persija Jakarta akan usai pada Desember 2020. Tidak ada koreksi. Per Desember kelak jalinan saya dengan Persija akan usai,” tutur Farias.

Jakarta – Performa tanpa ada sepakat serta militan waktu menjaga penyerang musuh ala Joao Bosco Cabral pernah memberi warna perjalanan Persija Jakarta di panggung Liga Indonesia.

Saat itu, Bosco yang awalnya menguatkan Arseto Solo, Persikota Tangerang serta PSPS Pekanbaru masuk di Macan Kemayoran mendekati musim 2006-2007.

Perolehan terbaik Bosco bersama Persija ialah tembus semi-final Liga Indonesia 2007-2008. Di babak itu, Macan Kemayoran kalah 0-1 dari Sriwijaya FC di Stadion Gelanggang olahraga Bung Karno, 6 Februari 2008.

Sudah diketahui, Sriwijaya pada akhirnya meraih piala juara sesudah menekuk PSMS Medan 3-1 di laga final, 10 Februari 2008. Pada kanal YouTube Persija, Bosco akui tanding kontra Sriwijaya ialah peristiwa paling terkesan baginya.

“Materi Sriwijaya memang lebih bagus. Tetapi, kami membuat mereka kesusahan dengan permainan solid serta kompak. Mereka mujur memperoleh gol melalui Keith Kayamba Gumbs di menit ke-19,” ingat Bosco.

Cerita Joao Bosco Cabral di Persija: Ke Singapura Bersama Agus Indra Cuma untuk Membeli Sepatu

Menurut Bosco, pada musim itu, solidaritas team di Persija benar-benar aman. Demikian juga dengan suport supporter yang setia memberikan dukungan team kebangaannya.

Dengan cara spesial Bosco mengacu kesolidan beberapa pemain di tempatnya. Waktu itu, ada tiga lagi pemain yang berposisi stoper yaitu Hamka Hamzah, Leonard Tupamahu, serta Abanda Herman.

“Kami berganti-gantian tampil. Dilapangan, kami sama-sama memberikan semangat walau ada yang melakukan perbuatan salah. Baru sesudah laga, baru kami sama-sama ledek serta menilai diri,” jelas Bosco.

Saat di Persija, Bosco tetap sekamar dengan Francis Wawengkang, pemain tengah asal Manado yang pernah menguatkan timnas Indonesia.

“Enal (panggilan Francis) orangnya tidak banyak bicara. Tetapi, kadang-kadang ia memberikan nasehat saya serta memberi input buat kenaikan kekuatan saya,” kata Bosco.

Selain Enal, Bosco dekat sama Agus Indra Kurniawan, pemain tengah Persija yang dengan status pemain tim nasional Indonesia. Bersama Agus, Bosco punyai pengalaman terkesan.

Satu waktu, dia iseng ajak Agus untuk temaninya beli sepatu bola. Bukan di Jakarta tetapi di Singapura sebab sepatu yang diharapkan benar-benar susah didapat di Jakarta.

“Eh Agus sepakat. Jadi, setelah latihan di akhir pekan, kami langsung menuju ke lapangan terbang. Sesudah memperoleh sepatu yang diharapkan kami pulang ke Jakarta satu hari selanjutnya untuk kembali lagi berlatih,” tutur Bosco yang sekarang jadi pemandu wisata di Bali.

Pemain Team Sekolah

Di kesempatan itu, Bosco bercerita awal dianya jadi pemain sepak bola. Menurut Bosco di Timor Timur (sebelum jadi negara Timor Leste), sering diadakan kejuaraan antar sekolah. Kebetulan ada sosok yang selanjutnya jadi bapak angkat Bosco teratur mengawasi performanya.

“Beliau ialah Zulfikar Penting yang kebetulan ada project di Timor Timur waktu itu. Beliau yang bawa saya serta Miro Baldo Bento ke Jakarta masuk dengan Gumarang yang club internal Persija,” tutur Bosco.

Waktu itu, Bosco masih duduk dibangku kelas dua SMA.

“Dapat dipikirkan anak kampung seperti saya tiba ke Jakarta untuk pertama kali. Mujur ada Pak Zulfikar yang terus menuntun kami,” kata Bosco.

Tidak lama masuk di Gumarang, Bosco dipilih masuk team Persija U-21 dan terlihat team senior mendekati Liga Indonesia musim 1994-1995.

“Ada kebanggaan tertentu dapat satu team dengan pemain senior seperti Rahmad Darmawan, Patar Tambunan serta Maman Suryama.”

Satu musim bersama Persija, Bosco berlabuh ke Arseto Solo yang diatasi pelatih Harry Tjong. Di Arseto, kekuatan Bosco semakin bertumbuh searah dengan adanya banyak menit bermain yang dia peroleh.

“Saya berduet dengan Sudirman di tempat stoper. Di bek kanan, ada Agung Setyabudi serta Lapris AS untuk bek kiri. Waktu itu, Arseto banyak ditempati pemain muda. Saya masih 19 tahun,” papar Bosco yang menggunakan jersey dengan nomor punggung 22 saat bela Arseto.

Tidak Ingin Jadi Pelatih

Sesudah pensiun untuk pemain serta sekarang dengan status pemandu wisata, Bosco memperjelas, dianya tidak tertarik jadi pelatih.

“Saya ingin konsentrasi jadi pemandu wisata. Saya nikmati pekerjaan ini, sama dengan saat masih dengan status pemain,” jelas Bosco.

Walau demikian, Bosco akui masih ikuti perubahan sepakbola, terutamanya Persija.

“Jika ada waktu, saya tentu meluangkan diri untuk meonton. Cuma, memang kerja saya untuk pemandu wisata yang tidak mengenal waktu sering jadi masalah,” tandas Bosco.

Jakarta – Pemain favorit tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, meluncur ke final Mola TV PBSI Home Turnamen sesudah menaklukkan Chico Aura Dwi Wardoyo 21-12, 21-13 di Pelatnas Cipayung, Jumat (10/7/2020).

Favorit pertama itu belum mendapatkan kendala bermakna, termasuk juga dalam laga menantang Chico.

Untuk rekan satu team yang seringkali latihan bersama, Anthony telah pahami type permainan Chico. Dia melihat laga perempat final di antara Chico serta Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay untuk pelajari permainan serta taktik Chico.

“Saya melihat video laga Chico menantang Ikhsan, Chico banyak ide untuk menggempur, jadi sedapat mungkin saya menahan gerakan ia waktu ingin lakukan gempuran. Dari pertama saya terus mendesak serta menggenggam kontrol permainan,” jelas Anthony dalam wawancara setelah laga

Sebelum game ke-2 diawali, laga pernah berhenti sebab Anthony alami mimisan serta minta pertolongan dokter. Sesudah mendapatkan perawatan, Anthony mengakhiri laga secara baik.

“Sebenarnya telah merasai mimisan dari game pertama, di point 17 atau 18. Tetapi saya pikirkan tanggung, sesaat lagi ingin mulai. Jadi saya masih menjaga konsentrasi, janganlah sampai terusik. Diawalnya game ke-2 baru meminta pertolongan dokter, agar saya dapat meneruskan laga lagi,” tutur Anthony.

Walau menang dua game langsung, Anthony beri pujian permainan Chico yang dinilai punyai permainan serang yang bagus. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dinaikkan Chico.

“Chico jika di latihan semangat, setiap program diiringi dengan optimal. Tetapi ada satu-dua point yang perlu ia lihat di atas lapangan seperti langkah main serta taktik. Kami kan telah saling tahu permainan semasing, jadi di atas lapangan harus beradu taktik, bagaimana triknya musuh tidak dapat keluarkan kelebihan ia,” papar Anthony Sinisuka Ginting.

Tantang Shesar Hiren

Anthony akan berjumpa dengan Shesar Hiren Rhustavito yang automatis meluncur ke final sesudah rivalnya di semi-final, Jonatan Christie, putuskan untuk mundur sebab alami kram.

Partai persaingan perebutan tempat ke-3 tidak dimainkan, rangking ke-3 automatis jatuh ke tangan Chico.

“Jonatan alami kram sampai satu tubuh sesudah laga tempo hari. Waktu bangun pagi hari ini keadaannya belum juga sangat mungkin untuk berlaga,” kata Kepala Bagian Pembinaan serta Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

“Ini jadi bahan penilaian untuk kami, tempo hari latihannya belum full. Ada deskripsi jika telah ada turnamen resmi bermakna persiapannya harus lebih bagus lagi. Memang semua tentu inginkan Jonatan versus Ginting di final, tetapi di luar sangkaan beberapa pemain pelapis memberi perlawanan,” lanjut Susy.

Jonatan melalui laga panjang di perempat final menantang Karono. Laga dimenangi Jonatan dengan score akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam tempo 80 menit. Saat pagi harinya, Jonatan harus juga berlaga sengit di laga penyisihan group H menantang Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan score 18-21, 21-10, 21-16 dalam tempo 71 menit.

“Di satu bagian ini bagus sebab pemain pelapis ingin menunjukkan mereka dapat memberi perlawanan. Tetapi di lain sisi, beberapa senior harus kerja keras di turnamen ini,” tambah Susy.

Sumber: PBSI

Jakarta – Witan Sulaeman mulai bicara masalah sosok sebagai panutannya di atas lapangan hijau. Wonderkid Indonesia ini akui menyukai Lionel Messi, superstar Barcelona.

“Jika diberi pertanyaan siapakah pemain pujaan saya, jawabannya: Lionel Messi,” kata Witan, dalam satu acara unjuk wicara yang digelar Garuda Nusantara Kanal.

Witan menyebutkan, dia banyak belajar dari sosok Messi. Salah satunya yang dia dalami ialah bagaimana pemain dari Argentina ini dapat melepas diri dari desakan serta kawalan pemain musuh.

“Sebelum laga, saya umumnya melihat video laga sepak bola luar negeri. Kemungkinan dalam laga itu ada keadaan sama juga dengan yang saya menghadapi,” papar Witan.

“Jadi, saya dapat mengingat serta mengikuti yang dilaksanakan beberapa pemain di video yang saya saksikan,” dia memberikan tambahan.

Witan Sulaeman mempunyai kelebihan yang hampir sama juga dengan Messi. Pemain dari Palu itu diketahui mempunyai kekuatan di atas rerata untuk terlepas dari desakan serta kawalan musuh.

Kelebihan berikut yang membuat Witan dapat tembus orbit pertandingan di Eropa. Sekarang ini, Witan menguatkan team asal Serbia, FK Radnik Surdulica.

Kecuali Messi, ada lagi sosok sebagai role mode buat Witan dalam profesinya. Sosok itu ialah rekanan satu timnya, Zoran Danoski.

“Di club ini yang seringkali memberikan pendapat buat saya ialah Danoski. Dia seringkali memberikan pendapat pada saya, khususnya berkaitan tingkatkan situasi,” tutur Witan.

“Salah satunya sarannya ialah supaya saya tingkatkan massa otot,” imbuhnya lagi.

Siap-siap Menghadapi Pramusim

Witan juga menceritakan tentang kedekatannya dengan dua pemain muslim di FK Radnik, yaitu Zoran Danoski serta Sead Islamovic.

“Semua rekanan segrup baik, tetapi yang terdekat itu yang saya seringkali unggah di insta story saya namanya Danovski.”

“Dan ada Sead , sebab mereka saling berlagakma Islam,” katanya.

“1 minggu saya pernag bermalam di dalam rumah Sead. Sebab ia muslim, ia menunjukkan kotanya, Novi Pazar yang sejumlah besar penduduknya ialah muslim.”

“Saat di sana, saya pergi bersama ia ke masjid untuk melaksanakan ibadah sebab disana banyak masjid,” kata Witan.

Liga Penting Serbia barusan selesai pada pekan lalu, dimana Witan Sulaeman pernah mencicip dua laga bersama Radnik Surdulica.

FK Radnik Surdulica akhiri musim 2019-2020 dengan ada di rangking 10. Radnik juga langsung membuat pra-musim untuk menyongsong musim baru, termasuk juga menjadwalkan lima laga eksperimen.

Bintang musa Indonesia, Witan Sulaiman pastikan dianya akan masuk ke scuad penting Radnik untuk pra musim.

“Esok telah mulai latihan bersama. 3 hari selanjutnya diselenggarakan pelatihan camp dua minggu untuk persiapan team,” kata Witan Sulaiman.

Piala Dunia U-20

Witan menjelaskan tetap akan berlatih dengan Radnik supaya bisa tampil di Piala Dunia U-20 2021 akan datang bersama Tim nasional Indonesia.

“Saya ingin sekali bela Tim nasional Indonesia di Piala Dunia,” tutur Witan

“Itu ialah mimpi paling besar saya sekarang ini,” tambahnya.

“Saya harus banyak berlatih. Di sini saya berlatih untuk semakin siap lagi ikuti Piala Dunia,” papar Witan.

“Ditambah lagi, team-team yang akan kita menghadapi ialah beberapa negara Eropa. Bentuk badan pemain mereka tentu besar,” tutur striker kelahiran 8 Oktober 2001 itu.

Jakarta – Ultras Fiorentina menggempur balik Franck Ribery yang mengkritik kota Florence selesai tempat tinggalnya disatroni maling. Mereka minta si pemain sayap untuk legawa serta jaga ucapannya.

Pada Minggu malam (5/7/2020) waktu ditempat, Franck Ribery terkejut tidak karuan ketahui tempat tinggalnya dijebol maling. Beberapa barang hilang dirampok, tetapi dia mengucapkan syukur sebab menurut dia ‘tidak ada yang berharga’.

“Beberapa tas istri saya serta perhiasan hilang, tetapi Alhamdulillah, tidak ada yang bernilai,” kata Ribery dalam feature instastory yang diunggahnya.

Dalam instastory yang diupload Ribery, dia menyentuh keamanan di kota Florence. Bekas pemain Bayern Munchen itu berasa insecure serta ‘mengancam’ akan tinggalkan Fiorentina bila ini keadaannya.

Intimidasi itu mendapatkan tanggapan dari Ultras Fiorentina. Tersinggung, mereka berasa jika Franck Ribery terlalu berlebih menyikapi masalah pencurian itu.

“Hai Ribery, kami memahami dengan keadaan ini, tetapi menjaga mulutmu sebelum mengkritik Florence semacam itu. Ini bukanlah Medelllin,” catat Ultras Fiorentina pada koran Il Giornale.

“Beberapa orang kaya dirampok dimana saja, tetapi mereka mujur dapat menempatkan sirene antimaling serta penyelamatan pribadi. Kami beberapa orang miskin dirampok, tetapi kami tidak bising seperti Anda,” sambung info itu.

Faksi Club Siap Menolong

Pemilik Fiorentina, Rocco Commisso, memperjelas siap lakukan apa untuk menolong Franck Ribery melalui waktu muram selesai tempat tinggalnya dimasuki maling.

“Saya kaget atas apakah yang menerpa Franck Ribery. Sebagai wakil club, saya tetap akan memberi suport untuk dia serta keluarganya. Insiden semacam ini dapat membuat trauma, ditambah lagi jika ada barang penuh masa lalu yang tidak ternilai harga,” sebut Rocco.

“Yang sangat beresiko ialah Ribery kehilangan perasaan aman, ia tentu insecure, oleh karena itu Fiorentina akan lakukan apa saja yang dibutuhkannya supaya bisa bangun,” tuturnya lagi.

Sumber: Football Italia

Makassar – Pada masa Perserikatan, pertandingan internal PSM Makassar teratur berjalan di Lapangan Karebosi. Dari tempat berikut lahir legenda PSM serta Tim nasional Indonesia seperti Ramang, Maulwi Saelan, serta Ronny Pattisarani. Tetapi, semenjak awal 2000-an, pertandingan ini mati suri. Generasi paling akhir yang pernah merasai ketatnya pertandingan internal PSM ialah Hamka Hamzah, Isnan Ali, Zulkifli Sukur, serta Sunar Sulaiman yang sempat menguatkan scuad Merah Putih.

Beberapa club yang dahulunya adalah sisi dari PSM seperti kehilangan induk. Ditambah lagi sesudah PSM telah jadi club karieronal yang berupa perseroan terbatas sesudah diambil pindah oleh konsorsium PT LPI pada 2011. Terakhir, Bosowa Group jadi pemilik saham sebagian besar PSM semenjak 2013 sampai saat ini.

Askot PSSI Makassar yang sebenarnya mejadi motor pembinaan sepak bola di Kota Daeng tidak aktif. Justru yang muncul aadalah perselisihan internal mengejar belum ada legitimasi buat Junaldi Monoarfa yang dipilih dengan cara aklamasi untuk Ketua Askot PSSI Makassar pada 20 Juli 2019 yang lalu.

Walau pertandingan di Makassar mati suri, semangat beberapa pembina sepak bola di Kota Daeng tidak surut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terciptanya beberapa sekolah sepak bola (SSB), termasuk juga Bank Sulselbar FC yang berdiri pada 2016.

“Makassar simpan beberapa pemain prospek jika dibina secara baik. Tentu saja harus ada wadah SSB atau club yang meningkatkan kekuatan mereka. Berikut sebagai fakta manajemen Bank Sulselbar membangun sekolah sepak bola,” tutur Ari Hidayat, manager pengelola SSB Bank Sulselbar pada Bola.com, Senin (6/7/2020).

Bank Sulselbar FC, SSB di Makassar yang Beraksi dari Kompetisi Umur Awal Sampai Liga 3

Menurut Ari, Bank Sulselbar FC menggunakan dua tempat untuk berlatih, yaitu Lapangan Telkom serta Lapangan Sunu Unhas.

“Kami berlatih empat hari dalam seminggu. Spesial di hari Minggu, latihannya sore dan pagi. Bank Sulselbar membina beberapa kelompok umur. Dari U-9 sampai tahap Liga 3. Waktu epidemi COVID-19, latihan pernah diliburkan. Baru pada awal Juli diawali lagi, itu juga cuma 2 hari dalam seminggu,” kata Ari.

Suport keseluruhan dari Direksi Bank Sulselbar membuat SSB yang diurus Ari bebas ikuti beberapa kompetisi level lokal atau nasional, salah satunya Danone Cup, Piala Menpora, Piala Soeratin, serta Liga 3.

“Kami teratur ikuti kompetisi reguler di Makassar seperti Liga Ramadan serta Piala Walikota,” tutur manager SSB Bank Sulselbar itu.

Ari mengacu sukses Bank Sulselbar dengan jadi salah satu SSB di Indonesia yang 4x berturut-turut maju ke putaran nasional Piala Menpora U-16. Prestasi paling baik Bank Sulselbar di tempat ini ialah tembus semi-final pada 2017 di Yogyakarta.

Waktu itu, dua pemainnya, Alif Jaelani serta Ahmad Latando Paturusi dipilih masuk scuad Tim nasional Pelajar U-16 yang mendapatkan piala juara pada kompetisi Tier 3 AFC di Malaysia pada 2017. Karena prestasi itu, kedua-duanya dipinjam oleh Barito Putera ikuti EPA U-16. Terakhir, Alif yang menguatkan Garuda Select pada 2019 masuk daftar panggil Tim nasional Indonesia U-19 persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Sesudah Alif serta Latando, Bank Sulselbar dengan cara teratur memasok pemain buat scuad tim nasional pelajar Indonesia, salah satunya Ari Adzan, Randi Afsyawal, serta Andriansyah. Tidak sama dengan sebagian besar SSB lain, tiap ikuti kompetisi level nasional, Bank Sulselbar FC memikul semua ongkos ticket, penginapan, serta uang belanja pemain.

“Ini untuk bentuk penghargaan dari manajemen pada pemain yang berprestasi,” tutur Ari.

Pelatih Berlisensi

Untuk SSB yang konsentrasi membina serta melahirkan pemain, Bank Sulselbar menggunakan layanan pelatih berlisensi sah. Dari mulai D Nasional sampai C-AFC. Sekarang ini,

Bank Sulselbar mempunyai tujuh pelatih, yaitu Faisal Maricar, Dadang Talani, Amir Majid, Ahmad Rajendra, Syafar Saad, Tamsil Ciling, serta Rasul Zaenuddin. Dengan cara periodik, Bank Sulselbar mendatangkan pelatih senior di Makassar untuk memberi coaching clinic, seperti Tony Ho, Syamsudin Umar, serta Herman Kadiaman.

“Kami mengutamakan pada tiap pemain supaya konsentrasi serta sabar dalam meningkatkan kekuatan. Ditambah lagi kami memberi wadah untuk mereka dengan ikuti kompetisi sesuai dengan umur pemain. Itu kenapa kami mengharamkan perampokan usia. Jika ada pemain yang diketahui memalsukan umurnya tentu kami mengeluarkan,” tegas Ari yang sempat menguatkan PSM Junior sebelum konsentrasi jadi karyawan Bank Sulselbar ini.

Menurut Ari, faksinya teratur merajut komunikasi dengan beberapa club Liga 1 serta Liga 2.

“Kami membina serta memperdalam kekuatan pemain sampai umur 22 tahun sesuai dengan batas umur optimal Liga 3. Kemudian, kami salurkan ke beberapa club. Ada pula yang diambil jadi karyawan Bank Sulselbar yang tiap tahun ikuti Liga Pekerja,” katanya.

Ari memberikan tambahan, Bank Sulselbar FC mengoptimalkan peranan sosial media seperti youtube serta instagram untuk mempromokan pekerjaan mereka.

“Suport dari orangtua siswa berperanan besar dalam meningkatkan Bank Sulselbar FC. Pokoknya, kami membina pemain dengan kemauan baik, yaitu kembalikan status Makassar untuk lumbung pemain berpotensi di Indonesia,” tandas Ari.

Jakarta – Bek Bali United U-18, Marcell Januar Putra, merasai sensasi tidak sama pada pemfokusan latihan (pelatihan centre) Tim nasional Indonesia U-16 dengan cara normal yang mulai diadakan pada Senin (6/7/2020) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pemain berumur 17 tahun itu akui harus ikuti prosedur kesehatan yang sudah dibikin.

Tim nasional Indonesia U-16 kembali lagi berlatih di atas lapangan sesudah pernah vakum semasa hampir empat bulan sebab epidemi virus corona. Semasa epidemi COVID-19, tim berjuluk Garuda Muda itu sering berlatih dengan cara virtual.

“Rasa-rasanya tidak sama sesudah hampir empat bulan tidak berlatih di atas lapangan. Saat ini masih penyesuaian,” kata bek kelahiran Gresik, Jawa Timur itu.

“Sekarang ini, rasa-rasanya aneh saja menggunakan sarung tangan. Lalu, harus ikuti prosedur kesehatan. Tapi, saya masih mengikutinya,” tutur Marcell.

Marcell menjelaskan jika dia masih meraba-raba dengan latihan dengan cara normal. Akhirnya, bek setinggi 178 cm itu sering kewalahan dalam mengaplikasikan cara latihan dari pelatih Tim nasional Indonesia U-16, Bima Sakti.

“Keadaan tidak sama. Situasi saya cukup turun. Umpan masih senang salah. Tetapi, saya akan benahi yang akan datang,” jelas Marcell.

“Ini hari materi latihan masih mengenai peralihan permainan. Saya tetap ikuti instruksi dari coach Bima,” papar Marcell.

Marcell bercerita perjalanannya dari Surabaya ke arah Bekasi ditengah-tengah Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) peralihan. Satu hari sebelum berlatih, dia serta pemain yang lain ikuti tes rapid untuk mengetahui virus corona.

“Dari Surabaya ke Bekasi, turut tes rapid lalu mengatur surat izin saja. Tidak menghalangi. Untuk kesehatan bersama-sama agar tidak terjangkiti keduanya,” tambah Marcell.

26 Pemain Tim nasional Indonesia U-16 untuk TC di Bekasi

1. I Made Putra Kaicen – Bali United
2. Raka Octa Bernanda – PSS
3. Ahmad Rifai – Persita
4. Kadek Arel Priyatna – Bali United
5. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya
6. Marcel Januar Putra – Bali United
7. Mikael Alfredo Tata – Persipura
8. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra
9. Fere Murarri – Bhayangkara FC
10. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara FC
11. Aditya Daffa Al-Haqi – Barito Putra
12. Dimas Juliono Terakhir – Persib
13. Resa Aditya Nugraha – Persija
14. Mochammad Faizal Shaifullah – Persela
15. Raka Cahyana Rizky – Persija
16. Marselino Ferdinan – Persebaya
17. Diandra Diaz Dewari – Persib
18. Ahmad Sthallah Araihan – SKO Ragunan
19. Ruy Arianto – Persebaya
20. Valeron – Persib
21. Wahyu Agong Drajat Mulyono – Persebaya
22. Krisna Budi Sulistia – Gabsis Sambas
23. Fiore Rafli Alifasyah Zainal – Persija
24. Vito Ramadyzky – Persikabo
25. Rholy Hizkia Gogaly – SKO Ragunan
26. Franciscus Valentino Amaral – PSIS