Skippypodar.net

Persib Bandung mendapatkan bintang kedua-duanya di panggung Liga Indonesia saat mendapatkan piala juara Liga Super Indonesia 2014.

Pada pertandingan final yang berjalan di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 17 November 2014, Maung Bandung menaklukkan Persipura Jayapura lewat beradu penalti dengan score 5-3. Awalnya, ke-2 team bermain seri 2-2 sampai dua set penambahan waktu usai.

Dalam kanal YouTube Radio PRFM 107,5, bekas pemain tengah Persib, Firman Utina, share narasi dibalik sukses timnya itu.

Menurut Firman, dengan cara tehnis, persiapan semasa satu minggu yang dilaksanakan Persib sebelum pertandingan final telah baik. Solidaritas team yang dibuat oleh pelatih Djajang Nurjaman kompak.

Firman mengacu materi pemain Persipura yang termasuk baik. Sebaliknya, Persib tidak dapat mainkan penyerang Djibril Coulibaly yang tengah dilanda luka. Firman mencuplik kalimat Djajang yang tetap ditegaskan pada semua pemain.

“Pemain bintang tidak automatis mendapatkan piala juara. Dimata coach Djajang, pemain yang tetap kerja keras itu yang sangat berkesempatan mendapatkan sukses,” papar Firman.

Absennya Coulibaly juga tidak lagi jadi permasalahan. Semua pemain waktu itu berasa untuk starter yang akan bermanfaat buat Persib, salah satunya Ferdinand Sinaga serta Tantan, yang disiapkan untuk alternatif Coulibaly.

“Pokoknya, kami tidak memiliki masalah dalam tehnis serta solidaritas team.

“Permasalahan selanjutnya muncul, sebab pemain pernah dirundung kemelut sesudah bawa beberapa kabar berita di mass media. Dimana publik sepak bola Bandung telah dirundung euforia juara, walau sebenarnya pertandingan final belum diadakan.”

Dari komponen warga bawah sampai pejabat wilayah mengungkapkan apa yang diyakininya jika Persib akan juara,” kata Firman.

Ada pula kabar sekitar bobotoh yang tunda acara pernikahannya supaya bisa melihat langsung di Palembang.

“Ada pula yang kehilangan pekerjaan sebab kantornya tidak memberikan izin ia ke Palembang. Dengan cara manusiawi, ini yang membuat pemain berasa terbebani.”

Pelatih Tim nasional Indonesia U-16, Bima Sakti, mengutarakan fakta faksinya memulangkan Krisna Budi Sulistia dari pemfokusan latihan (pelatihan centre) di Bekasi. Striker berumur 14 tahun itu dipandang tidak berhasil bersatu dengan team.

Krisna Baru masuk dengan tim Tim nasional Indonesia U-16 pada Maret 2020, sesaat sebagian besar pemain yang lain sudah bersama semenjak tahun kemarin.

“Krisna Budi masih perlu menyesuaikan lagi,” kata Bima Sakti dinukil dari Di antara.

Tetapi, Krisna Budi tak perlu berkecil hati. Bima Sakti menjelaskan, si pemain masih mempunyai peluang karena umurnya masih muda.

Krisna Budi ialah pemain termuda di tim Tim nasional Indonesia U-16. Pesepak bola asal Pati, Jawa Tengah itu dilirik Bima Sakti sesudah jadi top skor Piala Soeratin U-15 2009 dengan 6 gol.

“Ia masih terbilang muda serta waktu depannya masih panjang,” tambah Bima Sakti.

Menunggu Kesembuhan Ruy Arianto

Disamping itu, Bima Sakti masih menanti pemulihan Ruy Arianto. Pemain Persebaya Surabaya ini menanggung derita luka ACL yang memaksanya masuk meja operasi.

Ruy Arianto sudah dioperasi serta tengah jalani waktu pengobatan lukanya.

Bima Sakti akan mengawasi situasi Ruy Arianto sampai dekati Piala AFC U-16 2020. Kompetisi itu akan diadakan di Bahrain pada November 2020.

“Saya mengharap demikian, Ruy Arianto bugar sebelum Piala AFC U-16 2020,” papar Bima Sakti, yang dipilih untuk pelatih Tim nasional Indonesia U-16 pada Mei 2019 itu.

Arsenal menang dengan score 2-0 atas Manchester City pada set semi-final Piala FA musim 2019/2020. Pertandingan yang diadakan di Stadion Wembley, Minggu (19/7/2020) pagi hari WIB berjalan benar-benar hebat.

Man City memimpin perebutan bola dengan 71 berbanding 29 %. Sedang Arsenal bertahan benar-benar rapat serta kadang-kadang memperlancar gempuran. Man City lakukan 16 tembakan, tapi cuma 1 yang pas target.

Arsenal melepas empat tembakan, semua pas target serta dua menghasilkan gol. Pierre-Emerick Aubameyang borong 2 gol Arsenal ke gawang Man City, di menit ke-19 serta 71.

Di set final Piala FA, Arsenal akan melawan juara tanding di antara Manchester United menantang Chelsea.

Beberapa pemain Arsenal tampil oke. Kecuali Aubameyang, ada pula David Luiz. Lalu, siapakah pemain Man City yang performnya terbenam pada tanding kesempatan ini? Baca penjelasannya berikut ini ya Bolaneters.

Bersinar – Ainsley Maitland-Niles

Tampilnya Ainsley Maitland-Niles jadi surprise itu. Karena, ia dimainkan di tempat sayap kiri pada skema 3-4-3 racikan Mikel Arteta. Tempat yang tidak umum buat pemain 22 tahun.

Dalam catatan Whoscored, ini ialah pertama kali Maitland-Niles bermain di kiri. Awalnya, ia tetap bermain disamping kanan. Baik itu untuk bek kanan, sayap kanan, sampai pemain sayap kanan.

Maitland-Niles tampil sangatlah baik walaupun bermain di tempat yang aneh. Ia cuma satu kecurian dari Riyad Mahrez yang dapat melepas shonts on sasaran. Selebihnya, ia dapat membuat pemain dari Aljazair serta Kevin De Bruyne kesusahan.

Tenggelam – Gabriel Jesus

Gabriel Jesus bermain penuh di pertandingan menantang Arsenal. Tetapi, tidak memberikan intimidasi riil buat baris belakang Arsenal. Ia tetap kalah tanding dengan David Luiz atau Mustafi yang tampil kompak di pertahanan The Gunners.

Untuk deskripsi jeleknya perform Gabriel Jesus, Whoscored menulis ia tidak melepas satu juga tembakan di pertandingan menantang Arsenal. Gabriel Jesus mendapatkan nilai 5.9 pada tanding kesempatan ini.

Lalu, kenapa Guardiola tidak menarik keluar Gabriel Jesus? Sebab Man City tidak punyai pilihan lain di baris depan. Sergio Aguero tidak masuk ke tim sebab luka. Cuma Gabriel Jesus yang ada serta ia tidak tampil maksimal.

Bersinar – David Luiz

David Luiz jadi pesakitan waktu Arsenal kalah dari Man City di minggu ke-28 Premier League. Ia membuat blunder yang menyebabkan penalti, lalu mendapatkan kartu merah. Arsenal juga kalah 3-0.

Tetapi, di pertandingan kesempatan ini, David Luiz jadi bintang buat Arsenal. Ia tidak memberikan sela buat pemain Man City untuk tembus kotak penalti.

Pemain 33 tahun itu membuat 11 sapuan, memenangi 100 % tekel serta tanding ruang. Tidak cuma itu, David Luiz lakukan dua blok penting. Perform yang pleno dari bekas pemain Chelsea itu.

Tenggelam – David Silva

Betul jika Man City tampil tanpa ada striker yang oke di pertandingan kontra Arsenal. Tetapi, janganlah lupa peranan tidak optimal David Silva untuk pemain yang seringkali masuk dalam kotak penalti.

Sebelum musuh Arsenal, pemain 34 tahun mendapatkan perform paling baik. Ia cetak 2 gol serta tiga assist dari dua pertandingan yang dimainkan dengan cara penuh. Tetapi, magic David Silva tidak terlihat di pertandingan menantang Arsenal.

David Silva cuma melepas satu tembakan serta tidak pas target. Whoscored memberikan nilai 5.9, paling jelek antara pemain lain. Sama juga dengan nilai Gabriel Jesus.

Bersinar – Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang kembali lagi memperlihatkan fakta jika Arsenal patut memberikannya upah semakin besar, seperti Mesut Ozil. Karena, ia memberi apakah yang diperlukan The Gunners untuk menang yaitu cetak gol. Aubameyang tampil benar-benar medis di baris depan. Pemain dari Gabon itu cetak 2 gol dari tiga tembakan yang dilepaskan. Aubameyang serta bisa memperoleh gol ke-3nya di pertandingan ini.

Aubameyang siap kerja untuk satu team. Pada set ke-2, ia benar-benar rajin menolong pertahanan. Serta, pada beberapa peristiwa, ia ada dalam kotak penalti sendiri. Saat team merampas bola, ia secara cepat naik serta siap-siap membuat serbuan balik.

Sleman – PSS Sleman mengatakan keberatan bila semasing dibebani ongkos untuk tes PCR untuk ketentuan dalam pelaksanan lanjutan Shopee Liga 1 2020. Kebijaksanaan itu dipandang akan memberatkan club yang penghasilannya sedang turun mencolok.

PSSI pastikan lanjutan pertandingan Shopee Liga 1 2020 pada awal Oktober. Tetapi penerapan kelanjutan pertandingan Shopee Liga 1 2020 bisa digelontorkan dengan prosedurer kesehatan yang ketat.

Dengan pertandingan yang dengan status mengagumkan sebab masih ditengah-tengah epidemi COVID-19, membuat penerapan jangan bermain-main. Prosedur kesehatan yang ketat harus digerakkan dalam pertandingan singkat seputar lima bulan.

Salah satu point penting ialah berkaitan serangkaian tes kesehatan yang harus ditempuh terutamanya beberapa pemain. Lewat Gugus Pekerjaan Pemercepatan Perlakuan COVID-19, pihak yang terjebak dalam pertandingan harus jalani karantina sesudah jalani swab tes serta hasilnya negatif.

Baru saja ini PSSI bisa memikul ongkos untuk rapid tes. Sesaat karantina serta PCR tes atau swab ditanggung pada club. Info ini membuat club peserta ikut membuka suara.

PSS Sleman lewat Direktur Operasional, Hempri Suyatna akui keberatan jika semasing club dibebani keluarkan ongkos untuk tes PCR. Akan tetapi faksinya belum ketahui tentu info itu.

“Pertandingan berjalan tanpa ada pemirsa, automatis penghasilan menyusut. Bila tes PCR harus ditanggung ke club, pasti cukup berat,” jelas Hempri Suyatna masalah sikap PSS Sleman, Sabtu (18/7/2020).

Nantikan Instruksi PSSI

PSS berhitung ada kekuatan tiap club harus memikul ongkos Rp60 juta untuk sekali tes PCR. Dengan perincian pebiaya sekali tes capai Rp2 juta per orang. Walau sebenarnya tiap team mempunyai 30 orang yang penting di check kesehatannya tiap pertandingan.

Faksinya belum bisa memberi tanggapan lebih banyak terkait dengan mekanisme prosedur kesehatan, termasuk juga beberapa hal apa yang akan dijamin PSSI.

“Kami masih menanti instruksi resmi dari PSSI. Sebab sama seperti yang saya berikan waktu lalu, club suka bila ongkos kesehatan jadi tanggungan asosiasi,” tuturnya.

Bandung – Bekas kapten Persib Bandung, Eka Ramdani, akui bangga dengan cara SSB UNI yang terus meningkatkan diri menuju mengarah karieronal. Satu salah satunya dengan menggandeng Bank BJB untuk sponsor.

Menurut dia, cara SSB UNI yang bekerja sama juga dengan bank besar di Jawa Barat itu adalah cara bagus dalam memajukan SSB UNI yang sejauh ini sudah menelorkan pemain prospek.

“Ini satu perkembangan ya, dimana kami dapat bekerjasama dengan pihak lain. Satu salah satunya kerja sama dengan ini. Tidak ada keinginan selain ingin memajukan SSB UNI tersebut,” jelas Eka Ramdani sesudah hadiri penandatanganan kerja sama SSB UNI serta BJB di Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (17/7/2020).

Eka Ramdani mengaku sesudah putuskan menggantung sepatu, dia memang lebih konsentrasi pilih jadi pelatih di SSB UNI untuk U-11 serta U-12 yang diiringi seputar 90 sampai 100 siswa.

“Semula sesudah pensiun dari sepak bola punya niat tidak untuk kembali pada lapangan rumput. Tetapi, rupanya balik lagi ke lapangan dengan melatih beberapa anak di UNI,” canda Eka sekalian tersenyum.

Bekas Persib Bandung itu mengharap di bawah polesannya nantinya
akan lahir beberapa pemain prospek yang lain dari SSB UNI untuk memajukan sepak bola Indonesia, terutamanya Jawa Barat.

Loyalitas Penuh Membuat Sepak Bola

Sudah diketahui semenjak SSB UNI berdiri, banyak pesepak bola
hasil didikan sekolah sepak bola di Bandung ini, seperti Febri
Hariyadi, Dedi Kusnandar, Boy Jati Asmara, Eka Ramdani, Yaris Riyadi, Deden Suparhan, Budiman Yunus, Yusuf Bachtiar, Adeng Hudaya, sampai almarhum Profesor Himendra.

Bekas penyerang Persib Bandung, Boy Jati Asmara, meningkatkan barisan
lulusan SSB UNI yang sudah memberikan sumbangsih dalam mengusung kebanggaan sepak bola Indonesia, khususnya Jawa Barat serta Kota Bandung.

“Lewat peningkatan sekolah sepak bola yang karieronal, SSB UNI menguatkan
loyalitas penuh untuk selalu membuat ekosistem sepak bola, serta lebih terarah. Jadi kami mengharap dengan menggandeng BJB, mimpi kami dapat terjadi,” kata Boy Jati.

Jakarta – Striker Leicester City, Jamie Vardy, masih nyaman ada di posisi paling atas pembuat gol paling banyak Premier League musim ini. Walau demikian, tempat Vardy belum aman sebab dibayang-bayangi Pierre-Emerick Aubameyang.

Peranan Jamie Vardy di baris serang Leicester City susah terpindahkan. Di Premier League 2019-2020, penyerang Tim nasional Inggris itu sudah tampil dalam 33 pertandingan, dengan waktu bermain semasa 2.854 menit.

Dari 33 laga itu, Vardy sukses mendulang 23 gol serta lima assist. Berarti, Jamie Vardy sukses mendulang 1 gol per 124 menit pertandingan.

Dengan torehan itu, pemain berumur 33 tahun itu nyaman ada di rangking paling atas pembuat gol paling banyak Premier League musim ini. Dengan pertandingan liga yang tersisa dua laga lagi, peluang Jamie Vardy merengkuh sepatu emas terbuka lebar.

Namun, Vardy pantang meleng. Masalahnya bomber Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, siap menggantikan tempat Jamie Vardy.

Sekarang ini, Aubameyang sudah mengumpulkan 20 gol dari 34 pertandingan. Berdasar data dari BBC, striker berumur 31 tahun itu cetak 1 gol per 148 menit pertandingan.

Selain Pierre-Emerick Aubameyang, penyerang Southampton, Danny Ings, berkesempatan meraih piala Sepatu Emas Premier League musim ini. Ings sudah mendulang 20 gol dari 36 pertandingan di liga.

Daftar Teratas Skorer Sesaat Premier League:

1. Jamie Vardy: 23 gol serta 5 assist

2. Pierre-Emerick Aubameyang: 20 gol serta 2 assist

3. Danny Ings: 20 gol serta 2 assist

4. Mohamed Salah: 19 gol serta 9 assist

5. Marcus Rashford: 17 gol serta 7 assist

6. Sadio Mane: 17 gol serta 7 assist

7. Raul Jimenez: 17 gol serta 6 assist

8. Anthony Martial: 17 gol serta 5 assist

9. Raheem Sterling: 17 gol serta 1 assist

10. Sergio Aguero: 16 gol serta 3 assist

Sumber: BBC

Manchester – Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, malas menyikapi hasil banding hukuman Manchester City. Solskjaer cuma akan konsentrasi menyiapkan MU jalani pertandingan yang akan ditemui.

Beberapa bulan kemarin, Man City dijatuhkan sangsi larangan bermain di turnamen Eropa semasa 2 tahun. UEFA memandang The Citizens sudah lakukan pelanggaran berat pada ketentuan Financial Fair Play.

City lalu lakukan banding atas keputusan itu ke pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), serta banding mereka diterima. Akhirnya, Manchester City bisa bermain di Liga Champions pada musim depan, serta ketetapan itu memunculkan banyak kritik.

Ole Gunnar Solskjaer benar-benar tidak tertarik untuk mengulas pro-kontra banding Manchester City itu. Manager asal Norwegia itu berasa bukan orang yang pas untuk mengulas masalah itu.

“Saya pikir beberapa orang banyak yang ingin berdiskusi tentang permasalahan ini,” tutur Solskjaer.

“Saya pikir memberi komentar hal tersebut bukan pekerjaan saya. Pekerjaan saya ialah konsentrasi untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya serta lakukan beberapa hal yang pas,” lanjut legenda Manchester United itu.

Taat pada Ketentuan FFP

Solskjaer memberi komentar kritikan-kritikan pada ketentuan FFP yang dipandang tajam ke bawah, tetapi tumpul ke tim-tim kaya. Solskjaer kembali lagi menyebutkan jika dianya tidak punyai kemampuan untuk memberi komentar keadaan itu.

“FFP didatangkan supaya tim-tim mempunyai keuangan yang berkaitan dan itu yang penting. Mereka telah memberi kita ketentuan serta kita seharusnya konsentrasi pada itu, serta agar seseorang yang memberi komentar hal tersebut benar atau salah,” katanya.

Selama ini ada banyak manager Premier League yang sedih dengan ketetapan CAS itu. Ada Jurgen Klopp serta Jose Mourinho yang dengan cara terus-terang mengomentari hasil banding Manchester City ke CAS itu.

Sumber: Manchester Evening News

Jakarta – Frank Lampard mengaku jika teamnya Chelsea masih jauh dari kata aman dalam amankan satu tempat ke Liga Champions musim depan.

Pagi hari barusan, Chelsea meraih kemenangan penting. Mereka sukses menaklukkan Norwich City dengan score tipis 1-0 karena gol Olivier Giroud.

Tiga point yang didapat pagi hari barusan membuat Chelsea tempati rangking tiga klasemen sesaat EPL. Mereka sekarang telah mengumpulkan 63 point dari 36 pertandingan.

Lampard menyebutkan jika teamnya sekarang ini belum juga aman untuk maju ke UCL musim depan. “Tidak, kami belum juga aman,” papar Lampard yang diambil Sportsmole.

Lampard punyai alasan kenapa dia tidak berani sesumbar menjelaskan jika Chelsea tentu maju ke Liga Champions musim depan.

Dia menyebutkan jika Chelsea akan memperoleh dua musuh yang berat, yakni Liverpool serta Wolverhampton hingga ada kekuatan mereka terpeleset bila mereka tidak menyiapkan diri secara baik.

“Sekarang ini ada dua pertandingan yang masih ada serta kami akan hadapi dua team yang sangatlah baik. Jadi kami harus konsentrasi di tiap pertandingan.”

Hadapi Musuh Berat

Lampard tidak ingin memberi janji yang muluk-muluk berkaitan laga menantang Liverpool serta Wolverhampton itu. Dia menyebutkan jika sekarang ini teamnya perlu menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Sekarang ini yang penting kami harus menyiapkan diri kami dengan sebaik-baiknya serta memperlihatkan sikap yang pas. Kami harus konsentrasi serta punyai sikap yang pas, serta mudah-mudahan saja kami dapat berhasil lolos walau itu akan susah.” katanya.

Sebelum hadapi Liverpool serta Wolverhampton, Chelsea dinanti satu laga berat diakhir pekan kelak.

Mereka akan hadapi Manchester United di Wembley pada pertandingan semi-final FA Cup musim ini.

Sumber asli: Sportsmole

Jakarta – Mantan pelatih Tim nasional Indonesia, Simon McMenemy, bercerita pengalamannya semasa meniti karier di Indonesia, baik itu yang mengagumkan atau yang mengerikan. Pada media lokal Aberdeen, Skotlandia, Simon merencanakan membuat buku yang menceritakan beberapa hal mengenai sepak bola Tanah Air.

Awalnya pada session bincang-bincang di account YouTube BangBes, mantan juru strategi Bhayangkara FC itu sudah banyak menceritakan masalah sepak bola Indonesia. Simon McMenemy memandang, Tim nasional Indonesia menimbun banyak permasalahan, dari mulai dalam sampai luar lapangan.

Saat mengatasi Bhayangkara FC pada 2018, Simon kehilangan beberapa pemainnya yang dipanggil Tim nasional Indonesia U-23 untuk persiapan Asian Games 2018. Pria berumur 42 tahun itu akui sempat bingung sebab tidak ada pernyataan awalnya dari PSSI.

“Dapat sepanjang hari ulas itu, tetapi saya pikirkan rintangan terbesarnya ialah waktu itu tidak ada jati diri bagaimana Tim nasional Indonesia bermain. Banyak persoalan di luar lapangan. Banyak. Ada team yang tidak melepas pemainnya. Saya ingat saat saya melatih Bhayangkara FC. Menuju Asian Games 2018, saya kehilangan beberapa pemain,” kata Simon.

“Seputar 2-3 bulan mereka lenyap. Saya tidak paham kapan mereka kembali lagi. Saya tidak paham apa mereka luka. Mendadak saja mereka lenyap dari latihan serta saya tidak bisa info apa-apa. Tidak ada surat. Sms juga tidak ada. Serta saya harus mengontak langsung pemain itu untuk bertanya kehadirannya.”

Simon McMenemy Merencanakan Buat Buku mengenai Pengalaman Tidak Terlupakannya di Indonesia

“Mereka katakan sedang ikuti pemfokusan latihan Tim nasional Indonesia, seharusnya saya telah dikasih tahu. Oke tidak jadi masalah. Ini bukanlah salah mereka. Yang perlu saya ketahui mereka dimana. Ini ialah hal yang penting dirubah dulu,” sebut Simon.

Simon McMenemy sempat juga menceritakan masalah profesinya di Indonesia pada media internasional yang lain, seperti Zinc dari Vietnam serta BBC dari Inggris. Dia bercerita beberapa hal mengenai hal positif serta negatif dari semua tetek bengek pesepakbolaan Tanah Air, baik saat jadi pelatih club, atau Tim nasional Indonesia.

Pada satu artikel di pressandjournal.co.uk, Simon McMenemy disebut punya niat membuat suatu buku. Tidak diketahui dengan cara tepat berapa besar bagian sepak bola Indonesia dalam bukunya nantinya. Namun, dia menjelaskan sbuah hal menarik waktu dia jadi pelatih.

“Di sejumlah stadion, Anda tidak dapat masuk memakai bis, Anda harus masuk dengan kendaraan taktis. Dapat rusak jika memakai bis, pemain akan terluka sebab lemparan batu,” kata Simon.

“Supporter juga menanti di luar stadion untuk menghancurkan bis yang mengusung pemain. Supaya bisa masuk, Anda harus memakai tank yang dikelilingi pengawal membawa senjata api, langsung ke lapangan.”

“Tank itu cuma muat seputar 8 orang, jadi cuma dapat memuat 5-6 pemain saja. Benar-benar edan, tetapi spirit yang Anda alami dari supporter, waktu itu bagus karena itu Anda berasa mengagumkan. Waktu itu jelek, benar-benar beresiko serta keras.”

“Ada banyak laga waktu saya melatih di Indonesia, beberapa orang wafat sesudah pertandingan. Saya pikir di Skotlandia tidak separah itu,” tutur Simon McMenemy lagi.

Menceritakan Mengenai Profesinya bersama Bhayangkara FC

Nama Simon McMenemy dikagumi oleh beberapa pencinta sepak bola Indonesia pada 2017 yang lalu. Bagaimana tidak, tidak berhasil di Partner Kukar serta Pelita Bandung Raya, dia mampu bawa Bhayangkara FC meraih juara Liga 1 2017.

“Saya berlinang air mata. Dikeluarkan serta harus keluar negeri dahulu sebelum kembali pada Indonesia, saya pilih untuk berdiri melawan sebab saya tidak hanya pelatih sepak bola berparas cukup saja. Pelatih muda bertato ini kembali lagi untuk mengguncangkan pertandingan disana,” kata Simon McMenemy.

Simon McMenemy juga mulai bicara tentang kesuksesan team. Menurut dia saat dipilih jadi pelatih pada awal musim itu, Bhayangkara FC demikian memercayakan Thiago Furtuoso.

Simon McMemeny berasa harus membuat pilihan lain bila bomber asal Brasil itu tidak bermain. “Bos Bhayangkara FC memberitahu saya, saat Thiago bermain, kami menang. Ia tidak bermain, kami kalah. Jadi kami harus membuat team waktu Thiago tidak berada di sana,” tutur Simon diambil dari wawancaranya dengan BangBes di YouTube.

“Jadi yang saya melihat pertama-tama tiba, kami punyai beberapa pemain muda ‘ball player’. Berarti pemain yang dapat passing serta kuasai bola. Ada Evan, Zulfiandi, serta Subo Seto yang pernah disepelekan waktu itu. Mereka ialah pemain muda yang sangatlah baik dalam passing. Hargianto . Serta mereka pernah bermain bersama lumayan lama di Tim nasional Indonesia U-19. Jadi kami harus mainkan itu. Membuat team memakai kelebihan itu,” sebut Simon.

“Itu ialah satu hal yang bagus kami lakukan. Jadi kami mulai sediakan langkah bermain agar dapat menonjolkan hal bagus yang mereka lakukan. Pada akhirnya kami bermain dengan skema 4-4-2 diamond. Benar-benar dekat ditengah-tengah. Dimana mereka dapat sama-sama mengoper bola. Bola tetap bergerak,” papar Simon McMenemy.

Impak Politik serta Uang di Sepak Bola di Indonesia

Bhayangkara FC untuk juara Liga 1 2017 semestinya memiliki hak ikuti pertandingan antarklub Asia. Tetapi faktanya, team yang tercipta pada 2010 itu jangan ikut sebab permasalahan lisensi.

Simon McMenemy untuk seorang karieronal pasti bingung dengan hal itu. Ditambah lagi sesudah ketahui pejabat Bhayangkara FC serta sebagian besar stafnya keluar menuju Persija Jakarta.

“Disana tidak hanya sepak bola. Tetap ada hal-hal lain, angle lain, entahlah itu kemampuan, politik, impak, serta uang. Untuk pelatih disana, Anda harus berdamai dengan semuanya jika ingin terus kerja disana,” kritik McMenemy

Derita di Tim nasional Indonesia

Lima kekalahan Tim nasional Indonesia yang dialami di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 membuat Simon McMenemy harus pergi dari bangku kepelatihan. Menurut dia, desakan jadi pelatih Tim nasional Indonesia sangat berat.

“Waktu Anda menang, Anda akan berasa fenomenal, tetapi waktu kalah, itu ialah mimpi jelek,” sambung Simon McMenemy dinukil dari pressandjournals.co.uk.

Simon McMenemy masih sedih dengan periode pelatihannya di Tim nasional Indonesia. Arsitek asal Skotlandia itu pernah berasa frustrasi sebab terus menerus dihakimi oleh supporter karena rangkaian hasil jelek di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia.

Simon dikeluarkan PSSI dari tempatnya pada November 2019 sesudah hasil membuat malu Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia. Andritany Ardhiyasa dkk. menelan 5 kali kekalahan berturut-turut.

Derita di Tim nasional Indonesia

“Untuk pelatih, saya pikir terdapat beberapa pelatih di dunia ini yang lebih baik dari saya dalam soal strategi, lihat suatu hal di atas lapangan, serta saya senang yakin berdasar pengalaman saya. Saya bagus dalam membuat team. Bagus dalam menjadikan satu pemain. Bagus dalam coba keluarkan kekuatan terbaik pemain,” tutur Simon dalam wawancaranya di YouTube BangBes.

Kekesalan Simon dilandasi oleh penilaian jelek dari beberapa pendukung padanya cuma berdasar hasil. Walau sebenarnya, mantan pelatih Bhayangkara FC ini sudah berupaya untuk mengganti muka Tim nasional Indonesia lewat triknya dalam melatih.

“Serta itu tidak bermakna kita dapat mengadili seseorang cuma semasa 90 menit. Apakah yang membuat saya frustrasi untuk pelatih ialah beberapa orang tidak dapat lihat langsung saya kerja. Mereka cuma lihat produk kerja hasil saya. Mereka lihat 11 pemain mempraktikkan apakah yang saya latih dalam seminggu. Tetapi waktu itu saya tidak kerja. Saya cuma duduk melihat seperti beberapa supporter,” papar Simon.

“Tetapi beberapa orang tidak dengan cara langsung lihat saya kerja di atas lapangan latihan. Mereka tidak lihat hal yang coba saya ganti. Apakah yang sedang saya sediakan. Mereka tidak lihat persiapan saya dengan Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia. Saya coba membuat lebih karieronal,” paparnya.

Berasa Masih Wajar Melatih Tim nasional Indonesia

Kekalahan untuk kekalahan yang didapatkan Tim nasional Indonesia di bawah instruksi Simon McMenemy membuat tekanan pada dianya untuk mundur tetap menggema, baik di stadion ingin juga baris waktu.

Walau memperoleh tekanan mundur, tetapi Simon McMenemy masih bergerak dengan keputusannya. Pelatih dari Skotlandia itu menyebutkan dianya tetap jadi sosok yang wajar untuk pimpin Tim nasional Indonesia.

Pekikan ‘Simon Out’ paling marak terdengar saat ditumbangkan Thailand dengan score mutlak 0-3 di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno (SUGBK). Apa reaksinya?

“Apa saya masih wajar melatih Tim nasional Indonesia? Tentunya. Supporter pasti punyai opini pribadi, tetapi saya di sini sebagai wakil 250 juta masyarakat Indonesia serta tidak semua mempunyai pendapat yang sama mengenai saya,” kata Simon McMenemy selesai laga.

Sumber: Pressandjournals.co.uk, BBC, YouTube/BangBes

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku bingung dengan keputusan PSSI yang berencana untuk memangkas gaji pemain dan pelatih sebesar 50 persen. Menurut Robert Alberts, keputusan itu sangat membingungkan dan meminta PSSI untuk memberi penjelasan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah sepakat untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020 mulai 1 Oktober mendatang. Induk sepak bola Indonesia itu juga sudah mengeluarkan soal aturan pemberian gaji.

Pada kelanjutan kompetisi nanti, pemain dan pelatih hanya mendapatkan gaji sebesar 50 persen. Namun, menurut Robert Alberts, ketika kompetisi sudah dimulai maka PSSI seharusnya mengeluarkan keputusan agar kembali normal dalam membayarkan gaji.

Ini bukan pertama kali PSSI masuk terlalu jauh dalam urusan gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Ketika memutuskan kompetisi berhenti sementara pada Maret lalu, PSSI juga mengatur batas maksimal pembayaran gaji sebesar 25 persen.

“Jika melihat negara lain, mereka tidak pernah setuju dengan pemangkasan gaji sampai 75 persen. Mereka menyerahkan kesepakatan itu antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial, bukan federasi,” kata Robert Alberts dalam akun Youtube-nya.

“Seharusnya, gaji kami sudah kembali ke nilai kontrak semestinya karena surat PSSI sebelumnya hanya berlaku sampai 29 Juni. Artinya, Juli sampai seterusnya, semua harus kembali normal,” tegas Robert Alberts.

Menuntut Kejelasan

Atas ketidakjelasan masalah gaji membuat Robert Alberts meminta PSSI untuk memberi kejelasan. PSSI diharapkan bisa menjelaskan keputusan pemotongan gaji sebesar 50 persen sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Jika membaca lagi surat PSSI secara cermat, 50 persen yang akan diterima bukan dari yang dimiliki sekarang. Namun, jumlah 50 persen dari kontrak yang tersisa. Surat itu menimbulkan kebingungan,” ujar Robert Alberts.

PSSI diharapkan mengaji ulang keputusan tersebut. Apalagi hal semacam ini sangat berpengaruh terhadap orang-orang yang hanya mengandalkan hidup dari sepak bola.

“Kami sudah ingin berlatih, tapi juga punya tanggung jawab terhadap orang yang mengandalkan gaji. Mereka harus bertahan hidup. Semoga semuanya jelas sehingga kami bisa mempersiapkan diri,” tegas Robert Alberts.

Sumber: Youtube