Mike Tyson membedah rahasia masa lampau, masalah penis palsu. Satu manipulasi yang sempat dia kerjakan saat aktif bertanding di atas arena tinju.
Tyson diketahui salah satunya petinju kelas berat terhebat selama hidup. Ketika bertepatan, jejeran narasi polemis sering melilit Sang Leher Beton, julukannya.

Diantaranya ialah pemakaian penis palsu. Tyson, yang sempat juga mengungkapkanya dalam autobiografinya Undisputed Truth, akui pernah menyiasati test urine dalam laga dengan memakai barang itu.

Whizzinator, atau penis palsu yang dapat keluarkan urine dari satu tabung kecil, sempat dipakai Mike Tyson. Buat menyiasatinya, dia sampai memakai urine istri serta anaknya.

“Ini bagus, bung. Saya menyimpan urine bayiku didalamnya. Sekali sempat memakai urine istriku serta ia hanya berbicara, ‘Sayang, jangan mengharap itu kembali lagi memperlihatkan hamil atau suatu hal,” ucapnya, dalam podcast Hotboxing.

“Serta saya ngomong saja, saya tidak memakainya kembali, kami akan memakai dari beberapa anak. karena saya takut urinenya kembali lagi memperlihatkan hamil. jadi saya takut. Saya rasa saya dengar hal tersebut berlangsung, dan itu yang saya takuti,” ucapnya.

Tyson, yang sekarang telah berumur 54 tahun, diperkirakan kembali lagi naik ring. Rivalnya ialah Roy Jones Jr, yang akan diadakan pada 28 November kedepan.

Tanding menantang Roy Jones memiliki sifat ekshibisi, alias tidak ada gelar yang diperebutkan. Kecuali dengan Roy Jones, Mike Tyson dikomunikasikan kembali lagi bertarung dengan legenda tinju kelas berat yang lain, yaitu Evander Holyfield, yang selama ini masih diusahakan berlangsung.

Mike Tyson serta Roy Jones Jr ialah 2 petinju hebat pada saat jayanya dahulu. Menjelang tanding naik ring dalam laga ekshibisi, ke-2 nya kompakan sedih serta memperjelas mereka bukan wanita.
Tanding Mike Tyson Vs Roy Jones Jr akan digelar untuk 28 November kedepan. Ini adalah partai ekshibisi, meskipun akan ada sabuk titel juara yang diperebutkan untuk menambahkan serunya.

Dengan posisinya selaku partai ekshibisi, plus umur Mike Tyson serta Roy Jones Jr yang sudah sama-sama ‘kepala lima’, cara mengantisipasi keselamatan juga sudah difungsikan.

 

 

Ke-2 petinju, salah satunya, dapat wanti-wanti supaya tak perlu punya niat menang KO. Bukan mustahil juga laga langsung disetop bila ada yang terluka.

Selain itu, walau Mike Tyson serta Roy Jones Jr kelak tidak bertinju gunakan headgear, mereka tetap bertanding dalam 8 ronde yang waktunya semasing 2 menit. Sisi berikut yang membuat ke-2 nya akur sedih.

“Tentunya,” jawab Tyson dalam konperensi jurnalis virtual yang dikutip Insider, saat ditanyakan apa dianya sedih akan bertanding dengan waktu 2 menit per ronde.

“Saya percaya mereka punyai alasan untuk melakukan. Wanita-lah yang bertanding sepanjang 2 menit. Tetapi ini bukanlah mengenai diriku, ada (faktor) amal dibalik laga ini! Saya hanya suka kami akan melakukan.”

 

 

Selaku catatan, partai tinju profesional putra terdiri dari 3 menit per ronde dalam 12 ronde untuk persaingan perebutan titel juara, serta 10, 8, 6, atau 4 ronde dalam partai non-gelar juara. Sesaat untuk tinju wanita, 1 rondenya jadi 2 menit.

“Saya benar-benar tidak suka! Tidak suka,” kata Roy Jones Jr, yang lebih keras mengatakan kekesalannya.

Peristiwa Mike Tyson Vs Roy Jones Jr semakin merapat. Partai itu tidak hanya bakal menjadi ekshibisi biasa di antara 2 legenda, dan juga menyertakan sabuk titel juara.
Tanding ini banyak dibahas, dan ditunggukan, mengingat jadi peristiwa kembalinya sang Leher Beton Mike Tyson ke atas ring sesudah 15 tahun pensiun.

Ya, Mike Tyson sudah tidak akan muda. Umurnya telah 54 tahun. Di partai itu kelak juga Tyson ‘cuma’ akan bertemu Roy Jones Jr yang umurnya juga 51 tahun serta melalui periode keemasannya. Tetapi reputasi mereka membuat partai ini selalu ditunggukan.

Tanding Mike Tyson Vs Roy Jones Jr sendiri gagasannya akan datang untuk 28 November 2020. Mundur dari jadwal awalnya untuk 12 September 2020.

Partai itu sebenarnya hanya dengan status ekshibisi. Tetapi sebab yang naik ring ialah 2 sosok hebat (untuk eranya) dibuatlah juga satu sabuk juara spesial yang bakal menjadi rebutan Mike Tyson serta Roy Jones Jr.

Seperti dikutip BoxingNews24, Sportbible, serta CBS, partai ekshibisi 8 ronde itu akan membuat Mike Tyson serta Roy Jones Jr merebutkan Frontline Battle Belt dari WBC. Sabuk spesial itu dibikin WBC sesuai dengan judul tanding ini: ‘Frontline Battle’.

Sabuk yang menjadi rebutan dalam tanding di Dignity Health Park, Carson, di bulan November itu

tidak hanya nampak memampang tulisan ‘WBC’, ‘Tyson Vs Jones’, serta sosok ke-2 petinju dan juga tulisan-tulisan ‘Black Lives Matter’.

Dijumpai juga jika untuk tanding Mike Tyson Vs Roy Jones Jr, ke-2 petinju tidak disarankan

untuk baku hajar mati-matian apa lagi sampai membidik menang KO. Bahkan juga pertempuran memungkinkan akan disetop bila satu diantara ada yang terluka.

Susi Pudjiastuti menanyakan ke Mike Tyson berkaitan hal susah yang dilewati di penjara. Legenda tinju dunia itu berasa tidak ada yang susah, justru berasa seperti berlibur.
Tyson pernah keluar masuk penjara, sejak saat masih beberapa anak hingga saat profesi tinjunya membumbung. Salah satunya masalah sebagai sorotan ialah berkaitan masalah pemerkosaan. Tyson mendekam di penjara semasa 3 tahun pada 1992 sampai 1995.

Kehidupan Tyson di penjara rupanya tidak ada yang susah. Ia mengungkapkannya ke Susi Pudjiastuti sebagai mantan Menteri Kelautan serta Perikanan RI, dalam acara bertopik “Life Lessons from the Champ” yang disiarkan di Mola TV.

“Tidak ada yang susah atau apalah dari hal itu. Itu hanya seperti permainan beberapa anak, tidak ada yang menarik untuk saya,” kata Tyson.

“Saya pernah alami yang lebih jelek awalnya, jadi saya tidak kaget. Saya masuk penjara, tidak ada apa saja yang berlangsung pada saya, tidak ada yang akan memukul saya, tidak ada yang ingin membunuh saya, tidak ada yang semacam itu. Beberapa orang di penjara memahami. Jadi saya disana semasa 3 tahun rasa-rasanya seperti berlibur saja,” tambahnya.

Tyson tidak pernah menyesali masuk penjara. Ia memandang apakah yang terjadi itu untuk karunia dalam kehidupannya.

“Satu karunia buat saya masuk di penjara. Itu malah jadi salah satu perihal terbaik dalam kehidupan saya,” Tyson mengutarakan.

“Itu tidak betul (bisa hidayah di penjara). Saya telah masuk Islam sebelum masuk penjara, jadi itu tidak betul. Pandangan saya masih sama (pada Islam). Saya yakin apakah yang saya yakini. Saya seorang muslim,” mantan juara dunia kelas berat itu memperjelas.

Tyson jadi petinju kelas berat di masa lampau. Sabuk WBA, WBC, serta IBF pegang dengan cara bertepatan. Sang Leher Beton mencatat rekor 50 kali menang dengan 44 salah satunya TKO dan 5 kali kalah.