Manager baru Barcelona, Ronald Koeman dikabarkan telah membuat daftar pemain yang dia kehendaki di scuad El Blaugrana musim depan. Dia ingin manajemen Barcelona mengambil pemain sayap Lyon, Memphis Depay. Beberapa waktu lalu, Koeman sah memegang untuk manager Barcelona. Dia gantikan figur Quique Setien yang dikeluarkan oleh manajemen Barca sesudah mereka dibantai 8-2 di Liga Champions.

Koeman dikabarkan akan merombak besar di scuad Barcelona. Dia ingin singkirkan beberapa pemain serta datangkan pemain bermutu ke Camp Nou. RAC 1 mengakui jika Koeman telah ajukan nama pertama untuk diambil Barca. Dia ialah pemain sayap Lyon, Memphis Depay.

Talenta Besar

Berdasar laporan itu, Koeman ingin mengambil Depay sebab ia paham si pemain sayap dapat bermanfaat untuk Barcelona. Dia memang 2 tahun paling akhir kerja dengan Depay di Tim nasional Belanda. Koeman disebutkan benar-benar menyenangi style bermain si pemain sayap.

Dia yakin Depay dapat memberi andil yang besar untuk Barcelona bila dia geser ke Camp Nou musim depan.

Harga Dapat dijangkau

Fakta lain kenapa Koeman inginkan Depay sebab harga yang cukup ekonomis. Barcelona tak perlu bayar mahal untuk mengambilnya. Pasalnya dia dapat ditebus di rata-rata angka 30 juta Euro saja.

Ini karena kontrak si pemain sayap di Lyon akan habis pada tahun 2021 serta dia tidak ingin perpanjang kontraknya di Les Gones.

Dapat Dibajak The Red Devil

Transfer Depay ke Barcelona ini mempunyai potensi ditikung oleh Manchester United. Pasalnya Setan Merah mempunyai klausul buyback untuk si pemain sayap, serta mereka harus juga diutamakan oleh Lyon.

(RAC 1)

Gabriel Magalhaes jadi nama yang cukup sering disebut pada bursa transfer awal musim 2020/2021. Namanya dikaitkan dengan beberapa klub papan atas Eropa. Lalu, siapa Gabriel Magalhaes? Gabriel Magalhaes dikaitkan dengan Manchester United dan Arsenal. Jurnalis Sky Sports mengatakan jika pihak United punya kontak dengan agen Gabriel Magalhaes. Tapi, belum ada sepakat.

Sedang, Arsenal bergerak untuk amankan service pemain Lille itu. Tetapi, belum ada kesepakatan yang dicapai. The Gunners siap bayar 27 juta pounds untuk membeli Gabriel Magalhaes. Di sisi lain, Napoli berupaya untuk membeli Gabriel Magalhaes. Il Partenopei siap membeli pemain dari Brasil jika mereka memperoleh dana fresh dengan jual Kalidou Koulibaly ke Manchester City dalam tempo dekat.

Siapa Gabriel Magalhaes?

Gabriel Magalhaes lahir di Brasil, 19 Desember 1997. Dia memulai profesi profesional bersama klub Brasil, Avai, yang hanya berlaga di Serie B. Dia belum pernah bermain di Serie A Brasil.

Pada 2016, Gabriel Magalhaes bawa serta Avai ada dalam tempat runner-up Serie B. Selanjutnya, dia geser ke Lille. Umurnya baru 20 tahun. Harga transfernya ke Lille tidak diterbitkan dengan resmi.

Lille jadi klub pertama Gabriel Magalhaes di Eropa, tetapi dia tidak langsung bermain di tim penting. Pada 2016/2017, dia hanya mainkan satu laga di Ligue 1, itu hanya delapan menit saja.

Lille setelah itu meminjamkan Gabriel Magalhaes ke ES Troyes pada musim 2017/2018, tetapi dia gagal tembus tim penting. Pada putaran kedua musim ini, dia setelah itu geser ke Dinamo Zagrep dan dari masih kesulitan bersaing di tim penting.

Titik Balik Karier Gabriel Magalhaes

Gabriel Magalhaes baru mendapatkan peristiwa pada musim 2018/2019 tempo hari. Adalah transfer Fode Ballo ke AS Monaco pada Januari 2019 yang membuka jalan Gabriel Magalhaes masuk di tim penting Lille.

Dari pemain cadangan diputaran pertama, Gabriel Magalhaes jadi pemain kunci pada putaran kedua Ligue 1 dimana dia mainkan 13 laga.

Perform bagus Gabriel Magalhaes membuat pelatih Christophe Galtier memilihnya untuk pilar penting Lille di baris belakang pada musim 2019/2020. Dia berduet dengan pemain senior asal Portugal, Jose Fonte.

Duet ini membuat Lille jadi tim dengan pertahanan yang solid di Ligue 1. Mereka hanya kecurian 24 gol dari 28 laga yang sudah dimainkan. Hanya kalah bagus darii Stade de Reims [21 gol], Stade de Rennais [24], dan PSG [24].

Apa Kelebihan Gabriel Magalhaes?

Lille akan bermain di Liga Champions pada musim 2020/2021 karena ada dalam tempat ke-4 klasemen akhir Ligue 1. Lille sudah tujuh tahun mangkir dari Liga Champions dan mereka akan balik lagi, salah satunya karena service Gabriel Magalhaes.

Gabriel Magalhaes, untuk bek tengah, punya kemampuan yang lengkap. Dari fisik, dia betul-betul bagus karena punya tinggi badan 1,9 mtr.. Kemampuan tanding bola udara dan kecepatannya tidak perlu diragukan.

Selain itu, diambil dari Whoscored, pemain 22 tahun pakar dalam kerjakan tekel dan punya konsentrasi bagus. Dari sisi kemampuan bertahan, tidak ada kekurangan dengan berkaitan dari permainan Gabriel Magalhaes.

Gabriel Magalhaes punya ketepatan umpan yang bagus Ini penting karena bek tengah saat ini jadi bagian penting dari setiap serangan. Satu beberapa hal lain untuk nilai plus adalah dia pemain kidal.

Team-team papan atas saat ini tengah berupaya keras mencari bek tengah kidal untuk memaksimalkan taktik yang diusung. Pep Guardiola harus bayar mahal untuk membeli bek kidal, Nathan Ake dari klub yang terdegradasi, Bournemouth.

Berapakah Harga Gabriel Magalhaes?

Gabriel Magalhaes bisa jadi pilihan baik untuk Manchester United jadi duet Harry Maguire. Di Arsenal, dia dapat jadi calon penerus David Luiz yang sudah tidak muda.

Lalu, berapakah harga jual Gabriel Magalhaes?

Gabriel kabarnya akan dijual di harga 30 juta Euro atau 27 juta pounds. Jumlah ini naik sekitar 50% dari informasi yang menyebar, dimana permulaannya Lille kehendaki sekitar 20 juta Euro untuk sang bek.

“Saya pikirkan ia akan tetapkan pilihannya minggu ini atau paling lambat minggu depan. Jika ia pergi, karenanya kami akan memberikannya restu,” ucap presiden Lille, Gerard Lopez.

Sumber: Beberapa Sumber

AC Milan sah melepas bek kiri Ricardo Rodriguez ke sama-sama club Serie A, Torino. Milan memberitahukan transfer itu pada Rabu (19/08/2020) sore waktu ditempat. Tetapi Rossoneri tidak memberitahukan berapakah ongkos transfer itu. 

Tetapi sama seperti yang dikutip Football Italia, harga bek asal Swiss itu lumayan murah. Torino disebutkan hanya menebusnya seharga tiga juta euro saja. Beritanya, Torino mengontrak Rodriguez sampai empat tahun ke depan. Dia akan mendapatkan bayaran seputar 1.5 juta euro per tahunnya.

Pengakuan Sah AC Milan

AC Milan membuat informasi sah yang cepat dalam situs resminya. Mereka mendoakan bek 27 tahun itu supaya sukses di club barunya itu kelak.

“AC Milan memberitahukan jika Ricardo Ivan Rodriguez Araya sudah masuk dengan Torino FC dengan persetujuan permanen.” “Club Rossoneri mendoakan yang paling baik buatnya di hari esok.” Demikian pengakuan sah dari faksi Milan.

Reuni dengan Giampaolo

Ricardo Rodriguez gabung dengan AC Milan pada musim panas 2017 kemarin. Waktu itu dia diambil dari club Bundesliga, VfL Wolfsburg.

Dia beritanya diambil dengan bandrol seputar 15 juta euro. Rodriguez jadi jagoan Milan di bidang bek kiri dalam dua musim saja.

Pada musim 2019-20, dia tersisih ke kursi cadangan karena kehadiran Theo Hernandez. Rossoneri selanjutnya meminjamkannya ke PSV Eindhoven pada Januari 2020 semasa 1/2 musim.

Sekarang di Torino, Ricardo Rodriguez bereuni dengan Marco Giampaolo. Dia awalnya melatih AC Milan pada awal musim 2019-20 tempo hari sebelum pada akhirnya ditendang walau liga belum genap berjalan 1/2 musim.

(AC Milan)

Liga Champions wadahnya surprise. Tidak ada yang mustahil, tidak ada team favorite. Karenanya, mungkinkah partai final musim ini menghadapkan dua kuda hitam: RB Leipzig versus Lyon?

Sekarang ini sisa empat team kuat yang akan bertemu di panggung semi-final minggu kedepan. Ada dua team Prancis: PSG serta Lyon. Dan dua team Jerman: Bayern Munchen serta RB Leipzig.

Kesuksesan empat team ini mematahkan rekor 24 tahun paling akhir, dimana tetap ada wakil Inggris atau Spanyol di panggung semi-final. Musim ini, pastinya titel juara akan dicapai team Jerman atau Prancis.

Berkaca pada empat tanding perempat final tempo hari, tidak ada yang tentu di Liga Champions musim ini. Sebutlah saja Lyon yang menaklukkan Manchester City (3-1), Bayern yang menggebuk Barcelona (8-2), atau PSG yang mujur dapat menaklukkan Atalanta (2-1).

Masih tetap ada Leipzig yang tampil prima untuk menaklukkan Atletico Madrid (2-1). Sebagian besar laga mengagetkan — terutamanya waktu hujan 10 gol pada sebuah pertandingan kemarin.

Karenanya, partai semi-final kelak juga akan susah diperkirakan. Siapa yang akan maju ke final? Akankah tanding PSG versus Bayern, atau malah Leipzig versus Lyon?

Bisa Terwujud Final Kejutan

Final PSG versus Bayern akan hebat, sesuai dengan perkiraan. Tetapi, tidakkah Liga Champions tetap simpan surprise? Lalu, bagaimana bila rupanya malah Leipzig yang berjumpa Lyon di partai pemungkas?

Peluangnya kecil, tetapi tidak dapat dihapus seutuhnya. Leipzig adalah team lengkap dengan permainan yang bersatu, tidak sama dengan PSG yang kemungkinan memercayakan satu-dua pemain.

, Bayern tidak dapat melihat sepele Lyon. Bagaimana juga Lyon sukses singkirkan Juventus serta Man City, dua favorite juara, serta sekarang Bayern dapat jadi korban selanjutnya.

Semua akan dipastikan pada tanding semi-final minggu kedepan. Leipzig versus PSG, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. Dan Lyon versus Bayern, Kamis (20/8/2020).

RB Leipzig versus PSG akan berlangsung pada semi-final Liga Champions musim 2019/2020. Pertandingan dua team dari ‘Liga Petani’ ini akan diadakan di Estadio da Luz, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. RB Leipzig jadi surprise besar di Liga Champions musim ini. Karena, Die Roten Bullen dapat berhasil lolos sampai semi-final. Mereka menyisihkan Atletico Madrid di set semi-final.

RB Leipzig dapat dibuktikan tampil oke, walaupun ditinggal Timo Werner yang geser ke Chelsea. Team racikan Julian Nagelsmann itu maju ke semi-final bermodalkan permainan kolektif yang tidak tergantung pada satu pemain. Di lain sisi, PSG menunjukkan jika mereka sekarang ialah team yang masak. Sesudah sekian tahun tidak berhasil, sekarang PSG semakin dekat sama mimpi besar jadi juara Liga Champions.

Kekuatan Neymar serta Kyalian Mbappe akan kembali lagi mendapatkan suport dari Angel Di Maria di baris depan. Mereka akan berusaha untuk tembus pertahanan kuat Dayot Upamecano yang tampil kompak untuk PSG.

Jadwal Dan Siaran Langsung

Pertandingan: RB Leipzig vs PSG

Stadion: Estadio da Luz

Jadwal: Rabu, 19 Agustus 2020

Pukul: 02.00 WIB

Siaran Langsung: SCTV

Sleman – PSS Sleman mengatakan keberatan bila semasing dibebani ongkos untuk tes PCR untuk ketentuan dalam pelaksanan lanjutan Shopee Liga 1 2020. Kebijaksanaan itu dipandang akan memberatkan club yang penghasilannya sedang turun mencolok.

PSSI pastikan lanjutan pertandingan Shopee Liga 1 2020 pada awal Oktober. Tetapi penerapan kelanjutan pertandingan Shopee Liga 1 2020 bisa digelontorkan dengan prosedurer kesehatan yang ketat.

Dengan pertandingan yang dengan status mengagumkan sebab masih ditengah-tengah epidemi COVID-19, membuat penerapan jangan bermain-main. Prosedur kesehatan yang ketat harus digerakkan dalam pertandingan singkat seputar lima bulan.

Salah satu point penting ialah berkaitan serangkaian tes kesehatan yang harus ditempuh terutamanya beberapa pemain. Lewat Gugus Pekerjaan Pemercepatan Perlakuan COVID-19, pihak yang terjebak dalam pertandingan harus jalani karantina sesudah jalani swab tes serta hasilnya negatif.

Baru saja ini PSSI bisa memikul ongkos untuk rapid tes. Sesaat karantina serta PCR tes atau swab ditanggung pada club. Info ini membuat club peserta ikut membuka suara.

PSS Sleman lewat Direktur Operasional, Hempri Suyatna akui keberatan jika semasing club dibebani keluarkan ongkos untuk tes PCR. Akan tetapi faksinya belum ketahui tentu info itu.

“Pertandingan berjalan tanpa ada pemirsa, automatis penghasilan menyusut. Bila tes PCR harus ditanggung ke club, pasti cukup berat,” jelas Hempri Suyatna masalah sikap PSS Sleman, Sabtu (18/7/2020).

Nantikan Instruksi PSSI

PSS berhitung ada kekuatan tiap club harus memikul ongkos Rp60 juta untuk sekali tes PCR. Dengan perincian pebiaya sekali tes capai Rp2 juta per orang. Walau sebenarnya tiap team mempunyai 30 orang yang penting di check kesehatannya tiap pertandingan.

Faksinya belum bisa memberi tanggapan lebih banyak terkait dengan mekanisme prosedur kesehatan, termasuk juga beberapa hal apa yang akan dijamin PSSI.

“Kami masih menanti instruksi resmi dari PSSI. Sebab sama seperti yang saya berikan waktu lalu, club suka bila ongkos kesehatan jadi tanggungan asosiasi,” tuturnya.

Bandung – Bekas kapten Persib Bandung, Eka Ramdani, akui bangga dengan cara SSB UNI yang terus meningkatkan diri menuju mengarah karieronal. Satu salah satunya dengan menggandeng Bank BJB untuk sponsor.

Menurut dia, cara SSB UNI yang bekerja sama juga dengan bank besar di Jawa Barat itu adalah cara bagus dalam memajukan SSB UNI yang sejauh ini sudah menelorkan pemain prospek.

“Ini satu perkembangan ya, dimana kami dapat bekerjasama dengan pihak lain. Satu salah satunya kerja sama dengan ini. Tidak ada keinginan selain ingin memajukan SSB UNI tersebut,” jelas Eka Ramdani sesudah hadiri penandatanganan kerja sama SSB UNI serta BJB di Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (17/7/2020).

Eka Ramdani mengaku sesudah putuskan menggantung sepatu, dia memang lebih konsentrasi pilih jadi pelatih di SSB UNI untuk U-11 serta U-12 yang diiringi seputar 90 sampai 100 siswa.

“Semula sesudah pensiun dari sepak bola punya niat tidak untuk kembali pada lapangan rumput. Tetapi, rupanya balik lagi ke lapangan dengan melatih beberapa anak di UNI,” canda Eka sekalian tersenyum.

Bekas Persib Bandung itu mengharap di bawah polesannya nantinya
akan lahir beberapa pemain prospek yang lain dari SSB UNI untuk memajukan sepak bola Indonesia, terutamanya Jawa Barat.

Loyalitas Penuh Membuat Sepak Bola

Sudah diketahui semenjak SSB UNI berdiri, banyak pesepak bola
hasil didikan sekolah sepak bola di Bandung ini, seperti Febri
Hariyadi, Dedi Kusnandar, Boy Jati Asmara, Eka Ramdani, Yaris Riyadi, Deden Suparhan, Budiman Yunus, Yusuf Bachtiar, Adeng Hudaya, sampai almarhum Profesor Himendra.

Bekas penyerang Persib Bandung, Boy Jati Asmara, meningkatkan barisan
lulusan SSB UNI yang sudah memberikan sumbangsih dalam mengusung kebanggaan sepak bola Indonesia, khususnya Jawa Barat serta Kota Bandung.

“Lewat peningkatan sekolah sepak bola yang karieronal, SSB UNI menguatkan
loyalitas penuh untuk selalu membuat ekosistem sepak bola, serta lebih terarah. Jadi kami mengharap dengan menggandeng BJB, mimpi kami dapat terjadi,” kata Boy Jati.

Jakarta – Mantan pelatih Tim nasional Indonesia, Simon McMenemy, bercerita pengalamannya semasa meniti karier di Indonesia, baik itu yang mengagumkan atau yang mengerikan. Pada media lokal Aberdeen, Skotlandia, Simon merencanakan membuat buku yang menceritakan beberapa hal mengenai sepak bola Tanah Air.

Awalnya pada session bincang-bincang di account YouTube BangBes, mantan juru strategi Bhayangkara FC itu sudah banyak menceritakan masalah sepak bola Indonesia. Simon McMenemy memandang, Tim nasional Indonesia menimbun banyak permasalahan, dari mulai dalam sampai luar lapangan.

Saat mengatasi Bhayangkara FC pada 2018, Simon kehilangan beberapa pemainnya yang dipanggil Tim nasional Indonesia U-23 untuk persiapan Asian Games 2018. Pria berumur 42 tahun itu akui sempat bingung sebab tidak ada pernyataan awalnya dari PSSI.

“Dapat sepanjang hari ulas itu, tetapi saya pikirkan rintangan terbesarnya ialah waktu itu tidak ada jati diri bagaimana Tim nasional Indonesia bermain. Banyak persoalan di luar lapangan. Banyak. Ada team yang tidak melepas pemainnya. Saya ingat saat saya melatih Bhayangkara FC. Menuju Asian Games 2018, saya kehilangan beberapa pemain,” kata Simon.

“Seputar 2-3 bulan mereka lenyap. Saya tidak paham kapan mereka kembali lagi. Saya tidak paham apa mereka luka. Mendadak saja mereka lenyap dari latihan serta saya tidak bisa info apa-apa. Tidak ada surat. Sms juga tidak ada. Serta saya harus mengontak langsung pemain itu untuk bertanya kehadirannya.”

Simon McMenemy Merencanakan Buat Buku mengenai Pengalaman Tidak Terlupakannya di Indonesia

“Mereka katakan sedang ikuti pemfokusan latihan Tim nasional Indonesia, seharusnya saya telah dikasih tahu. Oke tidak jadi masalah. Ini bukanlah salah mereka. Yang perlu saya ketahui mereka dimana. Ini ialah hal yang penting dirubah dulu,” sebut Simon.

Simon McMenemy sempat juga menceritakan masalah profesinya di Indonesia pada media internasional yang lain, seperti Zinc dari Vietnam serta BBC dari Inggris. Dia bercerita beberapa hal mengenai hal positif serta negatif dari semua tetek bengek pesepakbolaan Tanah Air, baik saat jadi pelatih club, atau Tim nasional Indonesia.

Pada satu artikel di pressandjournal.co.uk, Simon McMenemy disebut punya niat membuat suatu buku. Tidak diketahui dengan cara tepat berapa besar bagian sepak bola Indonesia dalam bukunya nantinya. Namun, dia menjelaskan sbuah hal menarik waktu dia jadi pelatih.

“Di sejumlah stadion, Anda tidak dapat masuk memakai bis, Anda harus masuk dengan kendaraan taktis. Dapat rusak jika memakai bis, pemain akan terluka sebab lemparan batu,” kata Simon.

“Supporter juga menanti di luar stadion untuk menghancurkan bis yang mengusung pemain. Supaya bisa masuk, Anda harus memakai tank yang dikelilingi pengawal membawa senjata api, langsung ke lapangan.”

“Tank itu cuma muat seputar 8 orang, jadi cuma dapat memuat 5-6 pemain saja. Benar-benar edan, tetapi spirit yang Anda alami dari supporter, waktu itu bagus karena itu Anda berasa mengagumkan. Waktu itu jelek, benar-benar beresiko serta keras.”

“Ada banyak laga waktu saya melatih di Indonesia, beberapa orang wafat sesudah pertandingan. Saya pikir di Skotlandia tidak separah itu,” tutur Simon McMenemy lagi.

Menceritakan Mengenai Profesinya bersama Bhayangkara FC

Nama Simon McMenemy dikagumi oleh beberapa pencinta sepak bola Indonesia pada 2017 yang lalu. Bagaimana tidak, tidak berhasil di Partner Kukar serta Pelita Bandung Raya, dia mampu bawa Bhayangkara FC meraih juara Liga 1 2017.

“Saya berlinang air mata. Dikeluarkan serta harus keluar negeri dahulu sebelum kembali pada Indonesia, saya pilih untuk berdiri melawan sebab saya tidak hanya pelatih sepak bola berparas cukup saja. Pelatih muda bertato ini kembali lagi untuk mengguncangkan pertandingan disana,” kata Simon McMenemy.

Simon McMenemy juga mulai bicara tentang kesuksesan team. Menurut dia saat dipilih jadi pelatih pada awal musim itu, Bhayangkara FC demikian memercayakan Thiago Furtuoso.

Simon McMemeny berasa harus membuat pilihan lain bila bomber asal Brasil itu tidak bermain. “Bos Bhayangkara FC memberitahu saya, saat Thiago bermain, kami menang. Ia tidak bermain, kami kalah. Jadi kami harus membuat team waktu Thiago tidak berada di sana,” tutur Simon diambil dari wawancaranya dengan BangBes di YouTube.

“Jadi yang saya melihat pertama-tama tiba, kami punyai beberapa pemain muda ‘ball player’. Berarti pemain yang dapat passing serta kuasai bola. Ada Evan, Zulfiandi, serta Subo Seto yang pernah disepelekan waktu itu. Mereka ialah pemain muda yang sangatlah baik dalam passing. Hargianto . Serta mereka pernah bermain bersama lumayan lama di Tim nasional Indonesia U-19. Jadi kami harus mainkan itu. Membuat team memakai kelebihan itu,” sebut Simon.

“Itu ialah satu hal yang bagus kami lakukan. Jadi kami mulai sediakan langkah bermain agar dapat menonjolkan hal bagus yang mereka lakukan. Pada akhirnya kami bermain dengan skema 4-4-2 diamond. Benar-benar dekat ditengah-tengah. Dimana mereka dapat sama-sama mengoper bola. Bola tetap bergerak,” papar Simon McMenemy.

Impak Politik serta Uang di Sepak Bola di Indonesia

Bhayangkara FC untuk juara Liga 1 2017 semestinya memiliki hak ikuti pertandingan antarklub Asia. Tetapi faktanya, team yang tercipta pada 2010 itu jangan ikut sebab permasalahan lisensi.

Simon McMenemy untuk seorang karieronal pasti bingung dengan hal itu. Ditambah lagi sesudah ketahui pejabat Bhayangkara FC serta sebagian besar stafnya keluar menuju Persija Jakarta.

“Disana tidak hanya sepak bola. Tetap ada hal-hal lain, angle lain, entahlah itu kemampuan, politik, impak, serta uang. Untuk pelatih disana, Anda harus berdamai dengan semuanya jika ingin terus kerja disana,” kritik McMenemy

Derita di Tim nasional Indonesia

Lima kekalahan Tim nasional Indonesia yang dialami di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 membuat Simon McMenemy harus pergi dari bangku kepelatihan. Menurut dia, desakan jadi pelatih Tim nasional Indonesia sangat berat.

“Waktu Anda menang, Anda akan berasa fenomenal, tetapi waktu kalah, itu ialah mimpi jelek,” sambung Simon McMenemy dinukil dari pressandjournals.co.uk.

Simon McMenemy masih sedih dengan periode pelatihannya di Tim nasional Indonesia. Arsitek asal Skotlandia itu pernah berasa frustrasi sebab terus menerus dihakimi oleh supporter karena rangkaian hasil jelek di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia.

Simon dikeluarkan PSSI dari tempatnya pada November 2019 sesudah hasil membuat malu Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia. Andritany Ardhiyasa dkk. menelan 5 kali kekalahan berturut-turut.

Derita di Tim nasional Indonesia

“Untuk pelatih, saya pikir terdapat beberapa pelatih di dunia ini yang lebih baik dari saya dalam soal strategi, lihat suatu hal di atas lapangan, serta saya senang yakin berdasar pengalaman saya. Saya bagus dalam membuat team. Bagus dalam menjadikan satu pemain. Bagus dalam coba keluarkan kekuatan terbaik pemain,” tutur Simon dalam wawancaranya di YouTube BangBes.

Kekesalan Simon dilandasi oleh penilaian jelek dari beberapa pendukung padanya cuma berdasar hasil. Walau sebenarnya, mantan pelatih Bhayangkara FC ini sudah berupaya untuk mengganti muka Tim nasional Indonesia lewat triknya dalam melatih.

“Serta itu tidak bermakna kita dapat mengadili seseorang cuma semasa 90 menit. Apakah yang membuat saya frustrasi untuk pelatih ialah beberapa orang tidak dapat lihat langsung saya kerja. Mereka cuma lihat produk kerja hasil saya. Mereka lihat 11 pemain mempraktikkan apakah yang saya latih dalam seminggu. Tetapi waktu itu saya tidak kerja. Saya cuma duduk melihat seperti beberapa supporter,” papar Simon.

“Tetapi beberapa orang tidak dengan cara langsung lihat saya kerja di atas lapangan latihan. Mereka tidak lihat hal yang coba saya ganti. Apakah yang sedang saya sediakan. Mereka tidak lihat persiapan saya dengan Tim nasional Indonesia di Kwalifikasi Piala Dunia. Saya coba membuat lebih karieronal,” paparnya.

Berasa Masih Wajar Melatih Tim nasional Indonesia

Kekalahan untuk kekalahan yang didapatkan Tim nasional Indonesia di bawah instruksi Simon McMenemy membuat tekanan pada dianya untuk mundur tetap menggema, baik di stadion ingin juga baris waktu.

Walau memperoleh tekanan mundur, tetapi Simon McMenemy masih bergerak dengan keputusannya. Pelatih dari Skotlandia itu menyebutkan dianya tetap jadi sosok yang wajar untuk pimpin Tim nasional Indonesia.

Pekikan ‘Simon Out’ paling marak terdengar saat ditumbangkan Thailand dengan score mutlak 0-3 di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno (SUGBK). Apa reaksinya?

“Apa saya masih wajar melatih Tim nasional Indonesia? Tentunya. Supporter pasti punyai opini pribadi, tetapi saya di sini sebagai wakil 250 juta masyarakat Indonesia serta tidak semua mempunyai pendapat yang sama mengenai saya,” kata Simon McMenemy selesai laga.

Sumber: Pressandjournals.co.uk, BBC, YouTube/BangBes

Makassar – Pada masa Perserikatan, pertandingan internal PSM Makassar teratur berjalan di Lapangan Karebosi. Dari tempat berikut lahir legenda PSM serta Tim nasional Indonesia seperti Ramang, Maulwi Saelan, serta Ronny Pattisarani. Tetapi, semenjak awal 2000-an, pertandingan ini mati suri. Generasi paling akhir yang pernah merasai ketatnya pertandingan internal PSM ialah Hamka Hamzah, Isnan Ali, Zulkifli Sukur, serta Sunar Sulaiman yang sempat menguatkan scuad Merah Putih.

Beberapa club yang dahulunya adalah sisi dari PSM seperti kehilangan induk. Ditambah lagi sesudah PSM telah jadi club karieronal yang berupa perseroan terbatas sesudah diambil pindah oleh konsorsium PT LPI pada 2011. Terakhir, Bosowa Group jadi pemilik saham sebagian besar PSM semenjak 2013 sampai saat ini.

Askot PSSI Makassar yang sebenarnya mejadi motor pembinaan sepak bola di Kota Daeng tidak aktif. Justru yang muncul aadalah perselisihan internal mengejar belum ada legitimasi buat Junaldi Monoarfa yang dipilih dengan cara aklamasi untuk Ketua Askot PSSI Makassar pada 20 Juli 2019 yang lalu.

Walau pertandingan di Makassar mati suri, semangat beberapa pembina sepak bola di Kota Daeng tidak surut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terciptanya beberapa sekolah sepak bola (SSB), termasuk juga Bank Sulselbar FC yang berdiri pada 2016.

“Makassar simpan beberapa pemain prospek jika dibina secara baik. Tentu saja harus ada wadah SSB atau club yang meningkatkan kekuatan mereka. Berikut sebagai fakta manajemen Bank Sulselbar membangun sekolah sepak bola,” tutur Ari Hidayat, manager pengelola SSB Bank Sulselbar pada Bola.com, Senin (6/7/2020).

Bank Sulselbar FC, SSB di Makassar yang Beraksi dari Kompetisi Umur Awal Sampai Liga 3

Menurut Ari, Bank Sulselbar FC menggunakan dua tempat untuk berlatih, yaitu Lapangan Telkom serta Lapangan Sunu Unhas.

“Kami berlatih empat hari dalam seminggu. Spesial di hari Minggu, latihannya sore dan pagi. Bank Sulselbar membina beberapa kelompok umur. Dari U-9 sampai tahap Liga 3. Waktu epidemi COVID-19, latihan pernah diliburkan. Baru pada awal Juli diawali lagi, itu juga cuma 2 hari dalam seminggu,” kata Ari.

Suport keseluruhan dari Direksi Bank Sulselbar membuat SSB yang diurus Ari bebas ikuti beberapa kompetisi level lokal atau nasional, salah satunya Danone Cup, Piala Menpora, Piala Soeratin, serta Liga 3.

“Kami teratur ikuti kompetisi reguler di Makassar seperti Liga Ramadan serta Piala Walikota,” tutur manager SSB Bank Sulselbar itu.

Ari mengacu sukses Bank Sulselbar dengan jadi salah satu SSB di Indonesia yang 4x berturut-turut maju ke putaran nasional Piala Menpora U-16. Prestasi paling baik Bank Sulselbar di tempat ini ialah tembus semi-final pada 2017 di Yogyakarta.

Waktu itu, dua pemainnya, Alif Jaelani serta Ahmad Latando Paturusi dipilih masuk scuad Tim nasional Pelajar U-16 yang mendapatkan piala juara pada kompetisi Tier 3 AFC di Malaysia pada 2017. Karena prestasi itu, kedua-duanya dipinjam oleh Barito Putera ikuti EPA U-16. Terakhir, Alif yang menguatkan Garuda Select pada 2019 masuk daftar panggil Tim nasional Indonesia U-19 persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Sesudah Alif serta Latando, Bank Sulselbar dengan cara teratur memasok pemain buat scuad tim nasional pelajar Indonesia, salah satunya Ari Adzan, Randi Afsyawal, serta Andriansyah. Tidak sama dengan sebagian besar SSB lain, tiap ikuti kompetisi level nasional, Bank Sulselbar FC memikul semua ongkos ticket, penginapan, serta uang belanja pemain.

“Ini untuk bentuk penghargaan dari manajemen pada pemain yang berprestasi,” tutur Ari.

Pelatih Berlisensi

Untuk SSB yang konsentrasi membina serta melahirkan pemain, Bank Sulselbar menggunakan layanan pelatih berlisensi sah. Dari mulai D Nasional sampai C-AFC. Sekarang ini,

Bank Sulselbar mempunyai tujuh pelatih, yaitu Faisal Maricar, Dadang Talani, Amir Majid, Ahmad Rajendra, Syafar Saad, Tamsil Ciling, serta Rasul Zaenuddin. Dengan cara periodik, Bank Sulselbar mendatangkan pelatih senior di Makassar untuk memberi coaching clinic, seperti Tony Ho, Syamsudin Umar, serta Herman Kadiaman.

“Kami mengutamakan pada tiap pemain supaya konsentrasi serta sabar dalam meningkatkan kekuatan. Ditambah lagi kami memberi wadah untuk mereka dengan ikuti kompetisi sesuai dengan umur pemain. Itu kenapa kami mengharamkan perampokan usia. Jika ada pemain yang diketahui memalsukan umurnya tentu kami mengeluarkan,” tegas Ari yang sempat menguatkan PSM Junior sebelum konsentrasi jadi karyawan Bank Sulselbar ini.

Menurut Ari, faksinya teratur merajut komunikasi dengan beberapa club Liga 1 serta Liga 2.

“Kami membina serta memperdalam kekuatan pemain sampai umur 22 tahun sesuai dengan batas umur optimal Liga 3. Kemudian, kami salurkan ke beberapa club. Ada pula yang diambil jadi karyawan Bank Sulselbar yang tiap tahun ikuti Liga Pekerja,” katanya.

Ari memberikan tambahan, Bank Sulselbar FC mengoptimalkan peranan sosial media seperti youtube serta instagram untuk mempromokan pekerjaan mereka.

“Suport dari orangtua siswa berperanan besar dalam meningkatkan Bank Sulselbar FC. Pokoknya, kami membina pemain dengan kemauan baik, yaitu kembalikan status Makassar untuk lumbung pemain berpotensi di Indonesia,” tandas Ari.

Jakarta – Bek Bali United U-18, Marcell Januar Putra, merasai sensasi tidak sama pada pemfokusan latihan (pelatihan centre) Tim nasional Indonesia U-16 dengan cara normal yang mulai diadakan pada Senin (6/7/2020) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pemain berumur 17 tahun itu akui harus ikuti prosedur kesehatan yang sudah dibikin.

Tim nasional Indonesia U-16 kembali lagi berlatih di atas lapangan sesudah pernah vakum semasa hampir empat bulan sebab epidemi virus corona. Semasa epidemi COVID-19, tim berjuluk Garuda Muda itu sering berlatih dengan cara virtual.

“Rasa-rasanya tidak sama sesudah hampir empat bulan tidak berlatih di atas lapangan. Saat ini masih penyesuaian,” kata bek kelahiran Gresik, Jawa Timur itu.

“Sekarang ini, rasa-rasanya aneh saja menggunakan sarung tangan. Lalu, harus ikuti prosedur kesehatan. Tapi, saya masih mengikutinya,” tutur Marcell.

Marcell menjelaskan jika dia masih meraba-raba dengan latihan dengan cara normal. Akhirnya, bek setinggi 178 cm itu sering kewalahan dalam mengaplikasikan cara latihan dari pelatih Tim nasional Indonesia U-16, Bima Sakti.

“Keadaan tidak sama. Situasi saya cukup turun. Umpan masih senang salah. Tetapi, saya akan benahi yang akan datang,” jelas Marcell.

“Ini hari materi latihan masih mengenai peralihan permainan. Saya tetap ikuti instruksi dari coach Bima,” papar Marcell.

Marcell bercerita perjalanannya dari Surabaya ke arah Bekasi ditengah-tengah Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) peralihan. Satu hari sebelum berlatih, dia serta pemain yang lain ikuti tes rapid untuk mengetahui virus corona.

“Dari Surabaya ke Bekasi, turut tes rapid lalu mengatur surat izin saja. Tidak menghalangi. Untuk kesehatan bersama-sama agar tidak terjangkiti keduanya,” tambah Marcell.

26 Pemain Tim nasional Indonesia U-16 untuk TC di Bekasi

1. I Made Putra Kaicen – Bali United
2. Raka Octa Bernanda – PSS
3. Ahmad Rifai – Persita
4. Kadek Arel Priyatna – Bali United
5. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya
6. Marcel Januar Putra – Bali United
7. Mikael Alfredo Tata – Persipura
8. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra
9. Fere Murarri – Bhayangkara FC
10. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara FC
11. Aditya Daffa Al-Haqi – Barito Putra
12. Dimas Juliono Terakhir – Persib
13. Resa Aditya Nugraha – Persija
14. Mochammad Faizal Shaifullah – Persela
15. Raka Cahyana Rizky – Persija
16. Marselino Ferdinan – Persebaya
17. Diandra Diaz Dewari – Persib
18. Ahmad Sthallah Araihan – SKO Ragunan
19. Ruy Arianto – Persebaya
20. Valeron – Persib
21. Wahyu Agong Drajat Mulyono – Persebaya
22. Krisna Budi Sulistia – Gabsis Sambas
23. Fiore Rafli Alifasyah Zainal – Persija
24. Vito Ramadyzky – Persikabo
25. Rholy Hizkia Gogaly – SKO Ragunan
26. Franciscus Valentino Amaral – PSIS