AC Milan sah melepas bek kiri Ricardo Rodriguez ke sama-sama club Serie A, Torino. Milan memberitahukan transfer itu pada Rabu (19/08/2020) sore waktu ditempat. Tetapi Rossoneri tidak memberitahukan berapakah ongkos transfer itu. 

Tetapi sama seperti yang dikutip Football Italia, harga bek asal Swiss itu lumayan murah. Torino disebutkan hanya menebusnya seharga tiga juta euro saja. Beritanya, Torino mengontrak Rodriguez sampai empat tahun ke depan. Dia akan mendapatkan bayaran seputar 1.5 juta euro per tahunnya.

Pengakuan Sah AC Milan

AC Milan membuat informasi sah yang cepat dalam situs resminya. Mereka mendoakan bek 27 tahun itu supaya sukses di club barunya itu kelak.

“AC Milan memberitahukan jika Ricardo Ivan Rodriguez Araya sudah masuk dengan Torino FC dengan persetujuan permanen.” “Club Rossoneri mendoakan yang paling baik buatnya di hari esok.” Demikian pengakuan sah dari faksi Milan.

Reuni dengan Giampaolo

Ricardo Rodriguez gabung dengan AC Milan pada musim panas 2017 kemarin. Waktu itu dia diambil dari club Bundesliga, VfL Wolfsburg.

Dia beritanya diambil dengan bandrol seputar 15 juta euro. Rodriguez jadi jagoan Milan di bidang bek kiri dalam dua musim saja.

Pada musim 2019-20, dia tersisih ke kursi cadangan karena kehadiran Theo Hernandez. Rossoneri selanjutnya meminjamkannya ke PSV Eindhoven pada Januari 2020 semasa 1/2 musim.

Sekarang di Torino, Ricardo Rodriguez bereuni dengan Marco Giampaolo. Dia awalnya melatih AC Milan pada awal musim 2019-20 tempo hari sebelum pada akhirnya ditendang walau liga belum genap berjalan 1/2 musim.

(AC Milan)

Liga Champions wadahnya surprise. Tidak ada yang mustahil, tidak ada team favorite. Karenanya, mungkinkah partai final musim ini menghadapkan dua kuda hitam: RB Leipzig versus Lyon?

Sekarang ini sisa empat team kuat yang akan bertemu di panggung semi-final minggu kedepan. Ada dua team Prancis: PSG serta Lyon. Dan dua team Jerman: Bayern Munchen serta RB Leipzig.

Kesuksesan empat team ini mematahkan rekor 24 tahun paling akhir, dimana tetap ada wakil Inggris atau Spanyol di panggung semi-final. Musim ini, pastinya titel juara akan dicapai team Jerman atau Prancis.

Berkaca pada empat tanding perempat final tempo hari, tidak ada yang tentu di Liga Champions musim ini. Sebutlah saja Lyon yang menaklukkan Manchester City (3-1), Bayern yang menggebuk Barcelona (8-2), atau PSG yang mujur dapat menaklukkan Atalanta (2-1).

Masih tetap ada Leipzig yang tampil prima untuk menaklukkan Atletico Madrid (2-1). Sebagian besar laga mengagetkan — terutamanya waktu hujan 10 gol pada sebuah pertandingan kemarin.

Karenanya, partai semi-final kelak juga akan susah diperkirakan. Siapa yang akan maju ke final? Akankah tanding PSG versus Bayern, atau malah Leipzig versus Lyon?

Bisa Terwujud Final Kejutan

Final PSG versus Bayern akan hebat, sesuai dengan perkiraan. Tetapi, tidakkah Liga Champions tetap simpan surprise? Lalu, bagaimana bila rupanya malah Leipzig yang berjumpa Lyon di partai pemungkas?

Peluangnya kecil, tetapi tidak dapat dihapus seutuhnya. Leipzig adalah team lengkap dengan permainan yang bersatu, tidak sama dengan PSG yang kemungkinan memercayakan satu-dua pemain.

, Bayern tidak dapat melihat sepele Lyon. Bagaimana juga Lyon sukses singkirkan Juventus serta Man City, dua favorite juara, serta sekarang Bayern dapat jadi korban selanjutnya.

Semua akan dipastikan pada tanding semi-final minggu kedepan. Leipzig versus PSG, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. Dan Lyon versus Bayern, Kamis (20/8/2020).

RB Leipzig versus PSG akan berlangsung pada semi-final Liga Champions musim 2019/2020. Pertandingan dua team dari ‘Liga Petani’ ini akan diadakan di Estadio da Luz, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. RB Leipzig jadi surprise besar di Liga Champions musim ini. Karena, Die Roten Bullen dapat berhasil lolos sampai semi-final. Mereka menyisihkan Atletico Madrid di set semi-final.

RB Leipzig dapat dibuktikan tampil oke, walaupun ditinggal Timo Werner yang geser ke Chelsea. Team racikan Julian Nagelsmann itu maju ke semi-final bermodalkan permainan kolektif yang tidak tergantung pada satu pemain. Di lain sisi, PSG menunjukkan jika mereka sekarang ialah team yang masak. Sesudah sekian tahun tidak berhasil, sekarang PSG semakin dekat sama mimpi besar jadi juara Liga Champions.

Kekuatan Neymar serta Kyalian Mbappe akan kembali lagi mendapatkan suport dari Angel Di Maria di baris depan. Mereka akan berusaha untuk tembus pertahanan kuat Dayot Upamecano yang tampil kompak untuk PSG.

Jadwal Dan Siaran Langsung

Pertandingan: RB Leipzig vs PSG

Stadion: Estadio da Luz

Jadwal: Rabu, 19 Agustus 2020

Pukul: 02.00 WIB

Siaran Langsung: SCTV

AC Milan, dengan cara sah memperlihatkan seragam ke-3 yang akan dipakai di selama musim 2020/21 akan datang. Kesempatan ini mereka mengangkat warna biru yang menawan. Milan, lewat media sosialnya, telah memberi sedikit panduan masalah jersey ke-3nya ini. Mereka mengangkat beberapa pemain untuk modenya, diantaranya ialah Zlatan Ibrahimovic.

Sama dengan pada musim 2019/20, club berjulukan Rossoneri itu masih kerja sama juga dengan salah satunya apparel olahraga terpenting, Puma. Jersey ke-3nya ini didominasi oleh warna biru. “Fesyen mengubah Milan. Milan mengubah dunia. Sesuai untuk seorang Rossonero sejati,” catat faksi club melalui media sosialnya untuk mengenalkan jersey ke-3nya pada Senin (17/8/2020).

Inspirasi dari Musim 1995/96

Warna biru jelas benar-benar jauh tidak sama dari panggilan mereka, yaitu Rossonero (merah-hitam). Biasanya, jersey yang dikenai Milan tidak dapat terlepas dari tiga warna di simbol kebanggaannya: merah, hitam serta putih.

Tetapi perlu untuk diketahui jika jersey berwarna biru sempat juga mereka gunakan pada musim 1995/96. Meskipun itu hanya jersey ke-4 mereka. Pada musim itu, Milan sukses capai titik kemasyhuran dengan memenangi Scudetto. Scuad bimbingan Fabio Capello itu diperkokoh oleh pemain terkenal seperti George Weah serta Roberto Baggio.

Milan betul-betul perkasa di saat itu. Mereka cuma menelan tiga kekalahan dari 34 laga serta tutup musim itu dengan keunggulan delapan point dari team penghuni rangking ke-2, Juventus.

(Football Italia)

Kalidou Koulibaly pernah jadi diva di bursa transfer awal musim 2019/2020. Tetapi, bek Napoli itu sekarang diklaim ada di level yang sama juga dengan Eliaquim Mangala yang tidak berhasil di Manchester City. Kalidou Koulibaly menjadi sasaran banyak club pada awal musim kemarin. Kurang dari Manchester United, Manchester City, sampai PSG tertarik pada layanan pemain 29 tahun. Waktu itu, Napoli ada di atas angin serta membanderol harga mahal untuk Kalidou Koulibaly.

Mereka cuma akan melepas bekas pemain Genk itu bila memperoleh penawaran dengan nilai 90 juta pounds. Sikap Napoli tidak seutuhnya salah. Karena, pada musim 2018/2019, Kalidou Koulibaly tampil sangatlah baik. Serta, ia dikukuhkan untuk Bek Paling baik Serie A pada musim itu.

Harga Transfer Kalidou Koulibaly Turun Drastis

Napoli menjaga Kalidou Koulibaly sampai saat ini sebab belumlah ada club yang penuhi harga transfernya. Tetapi, terakhir perform pemain dari Senegal itu turun mencolok serta harga jualnya dipandang turut turun. Bekas pemain Manchester City, Micah Richards, memandang Kalidou Koulibaly yang saat ini bukan lagi pemain yang sama juga dengan awal musim 2019/2020. Dari bagian harga jual, 90 juta pounds dipandang begitu mahal.

“Saya pikirkan, harga Kalidou Koulibaly tambah murah dari 20 juta pounds,” sebut Micah Richards diambil dari Manchester Evening News.

Kalidou Koulibaly memang dapat bawa Napoli jadi juara Coppa Italia pada musim 2019/2020. Namun, dengan cara individu, perform yang diperlihatkan masih kurang bagus. Terbaru, ia tidak dapat banyak berbuat saat bertemu Lionel Messi di Liga Champions.

Selevel Eliaquim Mangala

Manchester City sekarang jadi peminat penting layanan Kalidou Koulibaly, kecuali Liverpool. Tetapi, Micah Richards memandang The Citizen harusnya cari pilihan yang lebih bagus. Ia tidak percaya Kalidou Koulibaly ialah pemain yang pas untuk Man City.

“Kesemua orang bicara mengenai bagaimana harusnya ia kuasai bola, ia agresif tapi saya lihat persamaan dengan Eliaquim Mangala,” tuturnya. “Ia ke Man City serta itu tidak betul-betul sukses untuknya disana [saat Koulibaly bertemu Barcelona] jadi saya tidak seutuhnya percaya sesudah performanya di pertandingan itu,” tutup Micah Richards.

Sumber: talkSPORT