Mesut Ozil selekasnya diusir Arsenal panas musim ini. Mereka punya niat buang pemain striker tengah asal Jerman itu ke club Turki, Fenerbahce, dengan posisi utang.

Pemain berumur 31 tahun ini belum bermain satu menit untuk The Gunners mulai sejak bergulirnya Premier League selesai mati suri dampak epidemi corona.

Hal tersebut menegaskan bukti jika dia tidak diharapkan lagi Mikel Arteta. Hari esok Mesut Ozil di Stadion Emirates dinyatakan gelat

Media Turk Haberlar mengakui Fenerbahce sedang memperhitungkan apa akan tanda-tangani Ozil dengan posisi utang atau transfer permanen di bursa transfer musim panas 2020-2021. Club itu siap untuk meningkatkan 3 juta poundsterling upah si pemain.

Arteta memperjelas Ozil akan ada masuk scuad Arsenal untuk laga paling akhir Premier League menantang Watford. Manager asal Spanyol itu tidak lagi perduli, apa si bekas pemain Real Madrid itu masih ada di team bimbingannya musim depan.

Disilahkan Pergi

Mikel Arteta terang-terangan benar-benar memberikan dukungan bila Ozil harus pergi dari Arsenal. Pasalnya Ozil dipandang minim andil walau sebenarnya memperoleh upah paling tinggi antara beberapa pemain yang lain.

Mesut Ozil seringkali tidak disiplin dalam latihan. “Pada laga Arsenal menantang Man-City Ozil mangkir dikarenakan fakta taktis serta ia disebutkan tidak tampil dalam tim Arsenal selanjutnya sebab luka punggung,” tutur Mikel Arteta dikutip dari Skysports.

Tetapi bila disaksikan dari account twitter Mesut Ozil, tidak ada tanda-tanda jika dianya mengalami luka. Malah sebaliknya, dalam ciutannya dia menjelaskan “Saya Siap”.

Ini menyebabkan kontroversi di mata fans. Bila memang Ozil harus betul-betul pergi dari Arsenal, minimal menanti kontraknya habis, yaitu tahun kedepan.

Untuk pemain lama, Ozil memang mempunyai upah paling tinggi di Arsenal. Yaitu capai 350.000 paun atau sama dengan 6,5 miliar rupiah. Ozil sudah memperlihatkan performa kompetitifnya, minimal capai 23 performa untuk Gunners di semua pertandingan selama musim 2019-2020.

Beberapa fans terlihat sayangkan jika Mesut Ozil harus betul-betul pergi dari Arsenal, serta mencemaskan nasib hari esok pemain beruisa 31 tahun itu. Ini ditunjukkan dengan munculnya nama Ozil di viral Twitter sampai capai 4.734 Twitt.

Sumber: The Mirror

Juara Liverpool akan hadapi rangking 13 Newcastle di minggu paling akhir Premier League 2019/20, Minggu (26/7/2020). Bisakah The Reds tutup musim dengan kemenangan? Di pertandingan terakhir kalinya, yang diwarnai acara penyerahan piala Premier League, Liverpool menghabisi Chelsea 5-3 di Anfield. Pasukan Jurgen Klopp menang melalui beberapa gol Naby Keita, Trent Alexander-Arnold, Georginio Wijnaldum, Roberto Firmino, serta Alex Oxlade-Chamberlain.

Mohamed Salah tidak berhasil cetak gol dalam tiga performa terakhir kalinya untuk Liverpool. Rekening golnya di Premier League musim ini ketahan di angka 19. Ketinggalan 4 gol di belakang Jamie Vardy (Leicester City), Salah kelihatannya harusnya lupakan Sepatu Emas.

Disamping itu, Newcastle tanpa ada kemenangan dalam lima pertandingan terakhir kalinya di Premier League. Newcastle 2x seimbang serta 3x kalah. Terbaru, Newcastle hanya seimbang 0-0 di kandang Brighton.

Pada tatap muka awalnya, Liverpool menaklukkan Newcastle 3-1 di Anfield. Ketinggalan oleh gol Jetro Willems menit 7, Liverpool mengubah score melalui beberapa gol Sadio Mane menit 28 serta 40. Mohamed Salah memperjelas kemenangan Liverpool dengan golnya pada menit 72.

Kesempatan ini, walau main tandang, The Reds masih semakin diunggulkan untuk menang.

Susunan Pemain

Newcastle (3-5-2): Dubravka; Rose, Fernandez, Krafth; Ritchie, Almiron, Bentaleb, Shelvey, Manquillo; Saint-Maximin, Carroll.

Pelatih: Steve Bruce

Liverpool (4-3-3): Alisson; Robertson, van Dijk, Gomez, Alexander-Arnold; Keita, Fabinho, Wijnaldum; Mane, Firmino, Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp

Prediksi Skor

Newcastle tanpa ada kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir kalinya di Premier League (M0 S2 K3).

Newcastle tanpa ada kemenangan dalam 3 pertandingan kandang terakhir kalinya di Premier League (M0 S2 K1).

Liverpool menang 4 kali dalam 10 pertandingan tandang terakhir kalinya menantang Newcastle di Premier League (M4 S2 K4).

Liverpool memenangkan 4 pertandingan terakhir kalinya menantang Newcastle di Premier League, kandang serta tandang, cetak 12 gol serta kecolongan tiga gol.

Prediksi skor akhir: Newcastle 1-3 Liverpool.

Liverpool menang atas Chelsea pada pertandingan minggu ke-37 Premier League di Stadion Anfield, Kamis (23/7/2020) pagi hari WIB. Setelah laga, The Reds sah mengusung piala Premier League musim ini.

Melayani The Blues, Liverpool mendapatkan perlawanan seru. Berdasar statistik di situs sah Premier League, ke-2 team saling mencatat perebutan bola 50-50.

Disamping itu, Liverpool serta Chelsea melepas 10 shooting. Tetapi perbedaannya, The Reds mendapatkan tujuh kesempatan bagus, sedang The Blues mencatatkan lima shooting pas target.

Tapi selanjutnya, Liverpool lah yang sukses mendulang tiga point. Anak asuh Jurgen Klopp itu sukses membekap Chelsea dengan score 5-3.

Beberapa gol Liverpool dianjurkan Naby Keita di menit ke-23, Trent Alexander-Arnold menit ke-38, Georginio Wijnaldum menit ke-43, Roberto Firmino menit ke-55, serta Alex Oxlade-Chamberlain menit ke-84.

Di lain sisi, ke-3 gol Team London Biru diciptakan Olivier Giroud di menit ke-45+3, Tammy Abraham menit ke-61, serta Christian Pulisic menit ke-73.

Hasil itu membuat Liverpool sekarang sudah mendulang 96 point dari hasil 37 pertandingan. Mereka unggul 33 point atas Chelsea yang sekarang turun ke tempat empat klassemen sesaat Premier League.

Berpesta di Ruangan Tukar

Setelah laga, pemain Liverpool berpesta di ruangan tukar untuk rayakan kesuksesan memenangkan Premier League musim ini. 

Berdasar video yang diupload account Twitter sah Liverpool, Mohamed Salah dkk. langsung menyanyi “Champione… Champione… Oole’… Ooole””… Oooole”…” demikian masuk di ruangan tukar.

Beberapa pemain menyiraminya sampanye ditengah-tengah ruangan tukar, dari mulai Andrew Robertson, Virgil van Dijk, serta Alisson Becker. Tidak tertinggal si manager, Jurgen Klopp, ikut juga dalam luapan keceriaan itu. 

Beberapa pemain Liverpool selanjutnya mengubah jersey yang tertulis “Champions 2019/2020”. Mereka juga lalu kembali pada lapangan untuk mengusung piala juara Premier League yang telah ditunggu semasa 30 tahun.

Arsenal menang dengan score 2-0 atas Manchester City pada set semi-final Piala FA musim 2019/2020. Pertandingan yang diadakan di Stadion Wembley, Minggu (19/7/2020) pagi hari WIB berjalan benar-benar hebat.

Man City memimpin perebutan bola dengan 71 berbanding 29 %. Sedang Arsenal bertahan benar-benar rapat serta kadang-kadang memperlancar gempuran. Man City lakukan 16 tembakan, tapi cuma 1 yang pas target.

Arsenal melepas empat tembakan, semua pas target serta dua menghasilkan gol. Pierre-Emerick Aubameyang borong 2 gol Arsenal ke gawang Man City, di menit ke-19 serta 71.

Di set final Piala FA, Arsenal akan melawan juara tanding di antara Manchester United menantang Chelsea.

Beberapa pemain Arsenal tampil oke. Kecuali Aubameyang, ada pula David Luiz. Lalu, siapakah pemain Man City yang performnya terbenam pada tanding kesempatan ini? Baca penjelasannya berikut ini ya Bolaneters.

Bersinar – Ainsley Maitland-Niles

Tampilnya Ainsley Maitland-Niles jadi surprise itu. Karena, ia dimainkan di tempat sayap kiri pada skema 3-4-3 racikan Mikel Arteta. Tempat yang tidak umum buat pemain 22 tahun.

Dalam catatan Whoscored, ini ialah pertama kali Maitland-Niles bermain di kiri. Awalnya, ia tetap bermain disamping kanan. Baik itu untuk bek kanan, sayap kanan, sampai pemain sayap kanan.

Maitland-Niles tampil sangatlah baik walaupun bermain di tempat yang aneh. Ia cuma satu kecurian dari Riyad Mahrez yang dapat melepas shonts on sasaran. Selebihnya, ia dapat membuat pemain dari Aljazair serta Kevin De Bruyne kesusahan.

Tenggelam – Gabriel Jesus

Gabriel Jesus bermain penuh di pertandingan menantang Arsenal. Tetapi, tidak memberikan intimidasi riil buat baris belakang Arsenal. Ia tetap kalah tanding dengan David Luiz atau Mustafi yang tampil kompak di pertahanan The Gunners.

Untuk deskripsi jeleknya perform Gabriel Jesus, Whoscored menulis ia tidak melepas satu juga tembakan di pertandingan menantang Arsenal. Gabriel Jesus mendapatkan nilai 5.9 pada tanding kesempatan ini.

Lalu, kenapa Guardiola tidak menarik keluar Gabriel Jesus? Sebab Man City tidak punyai pilihan lain di baris depan. Sergio Aguero tidak masuk ke tim sebab luka. Cuma Gabriel Jesus yang ada serta ia tidak tampil maksimal.

Bersinar – David Luiz

David Luiz jadi pesakitan waktu Arsenal kalah dari Man City di minggu ke-28 Premier League. Ia membuat blunder yang menyebabkan penalti, lalu mendapatkan kartu merah. Arsenal juga kalah 3-0.

Tetapi, di pertandingan kesempatan ini, David Luiz jadi bintang buat Arsenal. Ia tidak memberikan sela buat pemain Man City untuk tembus kotak penalti.

Pemain 33 tahun itu membuat 11 sapuan, memenangi 100 % tekel serta tanding ruang. Tidak cuma itu, David Luiz lakukan dua blok penting. Perform yang pleno dari bekas pemain Chelsea itu.

Tenggelam – David Silva

Betul jika Man City tampil tanpa ada striker yang oke di pertandingan kontra Arsenal. Tetapi, janganlah lupa peranan tidak optimal David Silva untuk pemain yang seringkali masuk dalam kotak penalti.

Sebelum musuh Arsenal, pemain 34 tahun mendapatkan perform paling baik. Ia cetak 2 gol serta tiga assist dari dua pertandingan yang dimainkan dengan cara penuh. Tetapi, magic David Silva tidak terlihat di pertandingan menantang Arsenal.

David Silva cuma melepas satu tembakan serta tidak pas target. Whoscored memberikan nilai 5.9, paling jelek antara pemain lain. Sama juga dengan nilai Gabriel Jesus.

Bersinar – Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang kembali lagi memperlihatkan fakta jika Arsenal patut memberikannya upah semakin besar, seperti Mesut Ozil. Karena, ia memberi apakah yang diperlukan The Gunners untuk menang yaitu cetak gol. Aubameyang tampil benar-benar medis di baris depan. Pemain dari Gabon itu cetak 2 gol dari tiga tembakan yang dilepaskan. Aubameyang serta bisa memperoleh gol ke-3nya di pertandingan ini.

Aubameyang siap kerja untuk satu team. Pada set ke-2, ia benar-benar rajin menolong pertahanan. Serta, pada beberapa peristiwa, ia ada dalam kotak penalti sendiri. Saat team merampas bola, ia secara cepat naik serta siap-siap membuat serbuan balik.

Jakarta – Striker Leicester City, Jamie Vardy, masih nyaman ada di posisi paling atas pembuat gol paling banyak Premier League musim ini. Walau demikian, tempat Vardy belum aman sebab dibayang-bayangi Pierre-Emerick Aubameyang.

Peranan Jamie Vardy di baris serang Leicester City susah terpindahkan. Di Premier League 2019-2020, penyerang Tim nasional Inggris itu sudah tampil dalam 33 pertandingan, dengan waktu bermain semasa 2.854 menit.

Dari 33 laga itu, Vardy sukses mendulang 23 gol serta lima assist. Berarti, Jamie Vardy sukses mendulang 1 gol per 124 menit pertandingan.

Dengan torehan itu, pemain berumur 33 tahun itu nyaman ada di rangking paling atas pembuat gol paling banyak Premier League musim ini. Dengan pertandingan liga yang tersisa dua laga lagi, peluang Jamie Vardy merengkuh sepatu emas terbuka lebar.

Namun, Vardy pantang meleng. Masalahnya bomber Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, siap menggantikan tempat Jamie Vardy.

Sekarang ini, Aubameyang sudah mengumpulkan 20 gol dari 34 pertandingan. Berdasar data dari BBC, striker berumur 31 tahun itu cetak 1 gol per 148 menit pertandingan.

Selain Pierre-Emerick Aubameyang, penyerang Southampton, Danny Ings, berkesempatan meraih piala Sepatu Emas Premier League musim ini. Ings sudah mendulang 20 gol dari 36 pertandingan di liga.

Daftar Teratas Skorer Sesaat Premier League:

1. Jamie Vardy: 23 gol serta 5 assist

2. Pierre-Emerick Aubameyang: 20 gol serta 2 assist

3. Danny Ings: 20 gol serta 2 assist

4. Mohamed Salah: 19 gol serta 9 assist

5. Marcus Rashford: 17 gol serta 7 assist

6. Sadio Mane: 17 gol serta 7 assist

7. Raul Jimenez: 17 gol serta 6 assist

8. Anthony Martial: 17 gol serta 5 assist

9. Raheem Sterling: 17 gol serta 1 assist

10. Sergio Aguero: 16 gol serta 3 assist

Sumber: BBC

Manchester – Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, malas menyikapi hasil banding hukuman Manchester City. Solskjaer cuma akan konsentrasi menyiapkan MU jalani pertandingan yang akan ditemui.

Beberapa bulan kemarin, Man City dijatuhkan sangsi larangan bermain di turnamen Eropa semasa 2 tahun. UEFA memandang The Citizens sudah lakukan pelanggaran berat pada ketentuan Financial Fair Play.

City lalu lakukan banding atas keputusan itu ke pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), serta banding mereka diterima. Akhirnya, Manchester City bisa bermain di Liga Champions pada musim depan, serta ketetapan itu memunculkan banyak kritik.

Ole Gunnar Solskjaer benar-benar tidak tertarik untuk mengulas pro-kontra banding Manchester City itu. Manager asal Norwegia itu berasa bukan orang yang pas untuk mengulas masalah itu.

“Saya pikir beberapa orang banyak yang ingin berdiskusi tentang permasalahan ini,” tutur Solskjaer.

“Saya pikir memberi komentar hal tersebut bukan pekerjaan saya. Pekerjaan saya ialah konsentrasi untuk menyiapkan pertandingan selanjutnya serta lakukan beberapa hal yang pas,” lanjut legenda Manchester United itu.

Taat pada Ketentuan FFP

Solskjaer memberi komentar kritikan-kritikan pada ketentuan FFP yang dipandang tajam ke bawah, tetapi tumpul ke tim-tim kaya. Solskjaer kembali lagi menyebutkan jika dianya tidak punyai kemampuan untuk memberi komentar keadaan itu.

“FFP didatangkan supaya tim-tim mempunyai keuangan yang berkaitan dan itu yang penting. Mereka telah memberi kita ketentuan serta kita seharusnya konsentrasi pada itu, serta agar seseorang yang memberi komentar hal tersebut benar atau salah,” katanya.

Selama ini ada banyak manager Premier League yang sedih dengan ketetapan CAS itu. Ada Jurgen Klopp serta Jose Mourinho yang dengan cara terus-terang mengomentari hasil banding Manchester City ke CAS itu.

Sumber: Manchester Evening News

Jakarta – Frank Lampard mengaku jika teamnya Chelsea masih jauh dari kata aman dalam amankan satu tempat ke Liga Champions musim depan.

Pagi hari barusan, Chelsea meraih kemenangan penting. Mereka sukses menaklukkan Norwich City dengan score tipis 1-0 karena gol Olivier Giroud.

Tiga point yang didapat pagi hari barusan membuat Chelsea tempati rangking tiga klasemen sesaat EPL. Mereka sekarang telah mengumpulkan 63 point dari 36 pertandingan.

Lampard menyebutkan jika teamnya sekarang ini belum juga aman untuk maju ke UCL musim depan. “Tidak, kami belum juga aman,” papar Lampard yang diambil Sportsmole.

Lampard punyai alasan kenapa dia tidak berani sesumbar menjelaskan jika Chelsea tentu maju ke Liga Champions musim depan.

Dia menyebutkan jika Chelsea akan memperoleh dua musuh yang berat, yakni Liverpool serta Wolverhampton hingga ada kekuatan mereka terpeleset bila mereka tidak menyiapkan diri secara baik.

“Sekarang ini ada dua pertandingan yang masih ada serta kami akan hadapi dua team yang sangatlah baik. Jadi kami harus konsentrasi di tiap pertandingan.”

Hadapi Musuh Berat

Lampard tidak ingin memberi janji yang muluk-muluk berkaitan laga menantang Liverpool serta Wolverhampton itu. Dia menyebutkan jika sekarang ini teamnya perlu menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Sekarang ini yang penting kami harus menyiapkan diri kami dengan sebaik-baiknya serta memperlihatkan sikap yang pas. Kami harus konsentrasi serta punyai sikap yang pas, serta mudah-mudahan saja kami dapat berhasil lolos walau itu akan susah.” katanya.

Sebelum hadapi Liverpool serta Wolverhampton, Chelsea dinanti satu laga berat diakhir pekan kelak.

Mereka akan hadapi Manchester United di Wembley pada pertandingan semi-final FA Cup musim ini.

Sumber asli: Sportsmole

Manchester – Sama seperti yang telah diperkirakan, Manchester United sukses memetik kemenangan waktu berjumpa Norwich City di tempat FA Cup. Tetapi kemenangan itu dicapai dengan berusaha susah payah.

Manchester United berjumpa the Canaries di hari Sabtu (27/6/2020) malam WIB. Laga itu sukses dimenangi the Red Devils dengan score tipis 2-1 karena gol dari Odion Ighalo serta Harry Maguire.

Perlu untuk diketahui jika laga berjalan sampai set waktu perpanjangan. Serta gol ke-2 Manchester United, yang dibuat Maguire, lahir mendekati set waktu perpanjangan usai.

Lepas dari itu, Manchester United sukses maju ke set semi-final FA Cup. Serta saat ini, mereka tinggal menunggu calon rivalnya yang baru diketahui melalui hasil undian pada Senin (29/6/2020) pagi hari.

Di atas kertas, Manchester United semestinya tak perlu menjumpai kesusahan waktu berjumpa Norwich. Terutama bila berkaca pada tempat mereka semasing di klassemen sesaat Premier League.

Tetapi sebenarnya, Manchester United kesusahan. Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih mempunyai fakta karena itu. Dia menjelaskan jika pemain perlu waktu untuk kembalikan kekuatannya seperti waktu sebelum waktu epidemi.

Fakta Manchester United Kesusahan

Untuk info Solskjaer mengubah keseluruhan starting XI Manchester United di pertandingan kesempatan ini dengan arah perputaran. Minimal ada delapan perkembangan yang dilaksanakan oleh pria asal Norwegia itu.

“Kami suka dapat berhasil lolos, Jesse [Lingard] serta yang lain yang belum bermain serta memerlukan laga yang lain, mereka perlu menit bermain untuk dapat memperoleh ketajamannya kembali lagi serta ini kerja secara baik,” katanya diambil dari Goal International.

Memang, Manchester United sudah mengadakan session latihan semenjak bulan kemarin. Tetapi selanjutnya, session latihan serta laga sah mempunyai level bersaing yang lain. Solskjaer yakin permasalahan ini dapat ditangani bersamaan dengan waktu berjalan.

“Ketidaksamaan di antara latihan serta laga, dari bagian kompetitifnya, akan menolong mereka dalam beberapa waktu ke depan,” sambungnya.

“Mereka bermain bersama-sama waktu hadapi Derby di set awalnya, perlu waktu lama untuk kembalikan irama keyakinan diri dalam lakukan umpan antara baris, satu serta dua sentuhan, kami gerakkan bola sedikit lamban. Kami terus menggerakkan serta memperoleh gol yang diperlukan,” ujarnya.

Perputaran diperlukan sebab Manchester United hadapi dengan agenda yang ketat. Di hari Rabu (1/7/2020) kelak, mereka akan berkunjung ke tempat Brighton & Hove Albion untuk memainkan pertandingan kelanjutan Premier League.

Sumber: Goal International

Manchester City tidak biarkan Liverpool rayakan gelar Premier League secara cepat. Terbaru, Man City kembali lagi memotong jarak point selesai menaklukkan Burnley dengan 5 gol tanpa ada balas.

Manchester City menuai kemenangan besar pada minggu ke-30 Premier League 2019/20. Melayani Burnley di Etihad Fase, Selasa (23/6/2020) pagi hari WIB, si juara bertahan menang mutlak dengan score 5-0.

Diawali pada menit ke-22, acara pesta gol Man City disemarakkan oleh Phil Foden (2), Riyad Mahrez (2), serta David Silva. 5 gol ini menunjukkan Man City serta Burnley ada di kelas tidak sama.

Pertandingan Man City menantang Burnley jadi pertandingan paling akhir dari minggu ke-30 Premier League. Antara lima club teratas klassemen, cuma Man City serta Chelsea yang dapat mencetak kemenangan pada minggu ke-30. Baca hasil selengkapnya berikut ini.

Hasil Laga Minggu ke-30 Premier League 2019/2020

Hasil laga:

  • Norwich City 0-3 Southampton (Danny Ings 49′, Amstrong 54′, Redmond 79′)
  • Tottenham 1-1 Man United (Bergwijn 27′ – Bruno Fernandes 81′ -pen)
  • Watford 1-1 Leicester City (Craig Dawson 90+3′; Ben Chilwell 90′)
  • Brighton 2-1 Arsenal (Lewis Dunk 75′, Neal Maupay 90′; Nicolas Pepe 68′)
  • West Ham United 0-2 Wolverhampton (Raul Jimenez 73′, Pedro Neto 84′)
  • Bournemouth 0-2 Crystal Palace (Cedera Milivojevic 12′, Jordan Ayew 23′)
  • Newcastle United 3-0 Sheffield United (Allan Saint-Maximin 55′, Matt Ritchie 69′, Joelinton 78′)
  • Aston Villa 1-2 Chelsea (Kortney Hause 43′; Christian Pulisic 60′, Olivier Giroud 62′)
  • Everton 0-0 Liverpool
  • Manchester City 5-0 Burnley (Phil Foden 22, 63′, Riyad Mahrez 43, 45+3′, David Silva 51′)

Klassemen Minggu ke-30 Premier League

Man City, saat menang musuh Burnley, masih ada di tempat ke-2 klassemen. Sekarang, mereka sudah mendapatkan 63 point. Tetapi, jarak point dengan Liverpool yang ada di pucuk masih begitu jauh. The Reds telah mendapatkan 83 point.

Kompetisi ketat berlangsung untuk tempat ke-5. Wolves dapat menyamakan catatan point Manchester United, 46 point. Seandainya Man City tidak dapat bertanding di Liga Champions musim depan sebab sangsi UEFA, kemungkinan besar team tempat ke-5 yang akan meluncur ke Liga Champions.

Baca klassemen minggu ke-30 Premier League berikut ini:


FcTables.com

Sumber: Premier League

Manchester City telah membuat perayaan juara Liverpool terlambat dengan menaklukkan Arsenal minggu kemarin. Lalu, apa club berjulukan the Citizens itu dapat mengulang-ulanginya lagi dalam tempo dekat ini?

Ya, sebelumnya, Liverpool dapat rayakan titelnya di parkiran belakang Goodison Park bila dapat menaklukkan Everton. Tetapi dengan ketentuan Manchester City harus ditaklukkan Arsenal.

Sayangnya itu tidak berlangsung. Manchester City dengan cara perkasa menaklukkan the Gunners dengan score mutlak 3-0 di Etihad Fase. Sesaat Liverpool, pada Senin (22/6/2020) pagi hari barusan, cuma mendapatkan hasil seimbang 0-0.

Pada Selasa (23/6/2020) pagi hari kelak, Manchester City akan berjumpa dengan Burnley dalam pertandingan minggu ke-30 Premier League. Bila menang, mereka dapat memotong beda jadi 20 point serta tunda perayaan gelar Liverpool semakin lama lagi.

Scroll ke bawah untuk membaca info sedetailnya.

Manchester City Menantang Burnley

Manchester City akan berjumpa dengan Burnley di tempat kebanggaannya, Etihad Fase. Walau tidak dibantu oleh fans setianya dengan cara langsung, tetapi pertandingan kontra Burnley ini semestinya tidak akan mempersulit the Citizens.

Untuk info, Burnley sedang tempati rangking ke-11 serta baru kantongi 39 point. Mereka juga baru mendapatkan 11 kemenangan, enam hasil seimbang, serta 12 kekalahan dari 29 laga yang sudah dilalui.

Manchester City tidak menjumpai kesusahan yang bermakna saat bertemu ke tempat Burnley bulan Desember 2019 kemarin. Scuad bimbingan Josep Guardiola itu menang dengan score mutlak 4-1 karena tindakan Gabriel Jesus, Rodri, dan Riyad Mahrez.

Seandainya Manchester City dapat menaklukkan Burnley, karena itu Liverpool tidak dapat rayakan titelnya waktu bertemu dengan Crystal Palace. Laga itu akan diadakan pada Kamis (25/6/2020) akan datang.

Liverpool Hadapi Crystal Palace

Pertandingan kontra Crystal Palace sendiri dapat berjalan susah buat Mohamed Salah dkk. Untuk info, club berjulukan the Eagles itu tempati tempat ke-9 dengan catatan 11 kemenangan, sembulan hasil seri, serta 10 kekalahan.

Mereka jalani pertandingan minggu ke-30 pada Minggu (21/6/2020) tempo hari dengan berkunjung ke tempat Bournemouth. Hasilnya, club bimbingan Roy Hodgson itu menang dengan score 2-0 karena gol dari Cedera Milivojevic serta Jordan Ayew.

Bagian serang yang diisi pemain seperti Ayew serta Wilfried Zaha dapat gagalkan usaha Liverpool mencetak kemenangan. Khususnya Zaha. Walau nampak melembek akhir-akhir ini, tetapi catatan 10 gol di musim kemarin tidak bisa diremehkan.

Kemungkinan, Liverpool baru dapat memperoleh gelar Premier League ‘pertamanya’ pada awal Juli kelak pada saat hadapi Manchester City di Etihad Fase. Itu juga jika club garapan Jurgen Klopp itu tidak kalah.

(Goal International)