Jakarta – Untuk Tim nasional Indonesia, PSSI serta manager pelatih Tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong lupakan masalah yang berlangsung antara jalinan mereka. Sekarang, mereka setuju untuk kembali lagi konsentrasi meningkatkan sepak bola nasional.

“Malam hari ini (Jumat) start pukul 20.00 WIB saya berjumpa dengan cara virtual dengan Shin Tae-yong serta cuma dikawal penerjemah. Pokok tatap muka itu ialah kami mengetahui ada komunikasi yang terhalang sebab Covid-19. Komunikasi jadi tidak lancar,” tutur Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat.

“Tetapi kami telah menyetujui untuk lupakan masalah. Beliau ingin terus membuat sepak bola Indonesia terutamanya Tim nasional Indonesia,” sambungnya.

Menurut Iriawan, Shin Tae-yong masih memiliki komitmen melatih timnas Indonesia baik U-19, U-23 serta senior seperti persetujuan awal saat juru strategi asal Korea Selatan itu dikontrak oleh PSSI.

Iriawan memperjelas jika perbincangannya dengan Shin Tae-yong, pelatih Tim nasional Indonesia yang disebut bekas nakhoda Korea Selatan di Piala Dunia 2018, berjalan dengan dekat dalam situasi kekeluargaan.

“Saya sampaikan pada Shin, usia kamu 52 tahun serta saya 58 tahun. Bermakna kamu adik saya. Shin cukup suka serta ia menyebut saya kakak,” kata pria yang purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu.

Kelanjutan Dialog

Selanjutnya, Iriawan meneruskan, dialog dengan Shin Tae-yong membuahkan persetujuan masalah peta jalan (roadmap) timnas yang alami perkembangan sebab epidemi COVID-19.

Shin janji akan membuat perkembangan roadmap paling baru pada sebuah sampai 2 hari ke depan. Sesudah roadmap itu diberikan ke PSSI, Iriawan menyebutkan faksinya meminta Shin semua asisten pelatih tim nasional yang sekarang ada di Korea Selatan supaya kembali pada Indonesia pada awal Juli 2020.

“Pada sebuah atau 2 hari, Shin akan membuat roadmap baru, termasuk juga daftar pemain yang kemungkinan dipanggil untuk pemfokusan latihan. Demikian PSSI terima roadmap itu, kami akan pelajarinya. Lalu diawalnya Juli kami menginginkan yang berkaitan telah kembali pada Indonesia,” papar Iriawan.

Untuk dipahami, masalah diawali saat lewat media Korea Selatan, pada Selasa (16/6), Shin Tae-yong pernah keluarkan pengakuan jika dianya ingin supaya TC tim nasional berjalan di Korea Selatan sebab cemas dengan keadaan epidemi COVID-19 di Indonesia.

Namun, kemauan itu tidak disepakati oleh PSSI yang mengharap TC berjalan di Indonesia.

Ketidaksamaan opini itu bersambung dengan sama-sama beradu alasantasi pada media yang membuat
info masalah keretakan jalinan PSSI serta Shin Tae-yong pernah menyebar di Tanah Air.

Jakarta – Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan memiliki masa lalu yang terkesan saat aktif jadi pemain karieronal serta waktu memegang untuk pelatih.

Ya, pelatih dari Metro, Lampung itu telah makan asam garam persepak bolaan nasional. Profesi Rahmad Darmawan untuk pemain sepak bola diawali di team PS Pungur (1979-1984), sesudah bela Lampung di PON tahun 1985, setahun selanjutnya pelatih yang dekat dipanggil RD itu mengawali profesi karieronalnya di Persija Jakarta.

Selanjutnya, RD meneruskan profesinya di ATM FA (1992-1993) serta kembali lagi kepelukan Persija pada 1994. Sebelum pensiun jadi pemain, RD pernah bela Persikota Tangerang (1996-1998).

RD tertera sempat bela Tim nasional pada 1986 serta Tim nasional senior pada 1988-1994. Sesudah pensiun, RD selanjutnya meniti profesi untuk pelatih. Sekarang ini, RD ialah satu diantara demikian pelatih Indonesia yang mempunyai lisensi AFC Pro.

Beberapa team besar sempat dilatih serta dibawa juara oleh ayah 2 orang anak ini. Team-team besar yang sempat merasai tangan dinginnya ialah Persipura, Persija, Arema FC, Sriwijaya FC serta sempat menggarap Tim nasional U-23 dan tim nasional senior.

“Yang sangat terkesan waktu jadi pemain ya waktu cetak gol di Piala Asia di Singapura. Itu tempat saya bek, tetapi dapat cetak gol , benar-benar terkesan sekali sekali serta masih ingat masa lalu itu,” kata Rahmad Darmawan.

Persipura

Sedang waktu jadi pelatih, RD menjelaskan yang sangat terkesan waktu ia melatih Persipura. Kecuali karenanya ialah profesi karieronal pertama kalinya untuk pelatih, Persipura juara dengan situasi yang simpel.

“Jika waktu melatih, ya yang sangat terkesan ialah waktu melatih Persipura. Mengapa jadi berkesan, sebab melatih Persipura itu ialah profesi pertama saya untuk pelatih. Serta kami juara, kami juara dengan situasi yang serba simpel sekali,” sebut Rahmad Darmawan akhiri perbincangan.

Jakarta – Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, memperjelas teamnya belum dapat tentukan kapan semua pemain bergabung serta kapan lakukan latihan. Masalahnya sampai sekarang ini manajemen club masih menanti kejelasan waktu kick-off pertandingan Shopee Liga 1 2020.

Awalnya, PSSI memberitahukan bila pertandingan Shopee Liga 1 2020 akan diputar kembali lagi awal Oktober akan datang. Tetapi, sampai sekarang ini, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator pertandingan belum pastikan agenda komplet untuk kelanjutan pertandingan.

Widodo Cahyono Putro akui bila gagasan awal beberapa pemain bergabung pada awal Juli. Tetapi, hal tersebut belum dapat diputuskan sebab sampai sekarang ini masih menanti agenda komplet dari PT LIB.

“Gagasannya kami akan simulasi di akhir Juni, serta awal Juli telah melakukan aktivitas. Tetapi, bagaimana kepastiannya? Apa Oktober atau September? Kami menanti kejelasan, jika contohnya sah Oktober, baru kami ketahui kapan harus lakukan persiapan,” kata pelatih Persita Tangerang, Widodo C Putro

Persiapan Tidak Bagus

Menurut pelatih Persita Tangerang yang sempat menggarap Sriwijaya FC ini, tiap team baiknya lakukan persiapan untuk satu pertandingan itu semasa tiga bulan. Tetapi, sebab situasi seperti saat ini yang belum menentu sebab pendemi COVID-19, bisa persiapan dilaksanakan dengan singkat.

“Persiapan minimum dua bulan, pertandingan bagus umumnya tiga bulan. Tetapi, saat ini unsur pendemi. Kami tidak kemungkinan memaksakan pemain. Efeknya tinggi sekali, disebutkan terjangkiti, walau sebenarnya tidak , itu dapat buat drop. Harus dipikir matang-matang, jangan sebutkan mari kita berlatih,” katanya.

Walau belum dapat pastikan kapan harus bergabung, Widodo mengharap beberapa pemain masih persisten jaga kesehatan supaya saat masuk pada keadaan yang sesuai dengan keinginan.

“Jika saya pesannya masih, beberapa pemain semua harus jaga kesehatan sebelum kelak latihan,” Widodo akhiri perbincangan.

Banda Aceh – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, punyai jurus tepat supaya beberapa pemainnya tampil prima di laga, baik dari bagian fisik atau strategi. Bagaimana triknya?

“Sebelum laga, saya jarang-jarang membuat tatap muka. Semua program serta strategi permainan saya kerjakan secara praktik langsung waktu latihan di atas lapangan. Maksudnya supaya beberapa anak betul-betul memahami strategi yang akan diaplikasikan, karenanya harus dilaksanakan berkali-kali,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Pelatih dari Kota Batu ini kadang menerangkan strategi dengan alat seadanya yang didapati di atas lapangan. Dapat batu atau gelas sisa air mineral.

“Buat saya alat cuma fasilitas. Yang perlu bagaimana keterangan saya dapat dimengerti beberapa pemain. Saya belum usai latihan, jika beberapa anak betul-betul dapat lakukan skema yang saya ingin aplikasikan. Tetapi bila mereka telah memahami, kami cukup latihan 20 menit,” tuturnya.

Bekas penyerang Pelita Jaya serta Tim nasional Indonesia itu ingin Feri Komul serta teman-teman tampil pintar serta berani. Beberapa pemain Persiraja Banda Aceh harus pintar pahami strategi serta taktik, dan berani mempresentasikan skema permainan di muka rekanan segrupnya.

“Saya ingin pemain Persiraja pintar. Karena itu, saya menuntut semua pemain harus dapat serta berani menerangkan strategi di muka beberapa temannya. Mereka dengan cara bergiliran, saya tunjuk untuk presentasi. Nah, dari sana, saya ketahui berapa besar pandangan serta daya tangkap pemain,” katanya.

Pemain Harus Pintar Bicara

Presentasi ini, lanjut Hendri Susilo, untuk pengalaman jika sang pemain nanti jadi pelatih saat menggantung sepatu.

“Rerata kekurangan pemain Indonesia pemalu serta tidak pintar bicara. Malu dapat dikarenakan sang pemain memang tidak punyai pengetahuan dalam, atau tidak dapat menerangkan apakah yang berada di otaknya,” kata Hendri Susilo.

“Karena itu, saya menuntut semua pemain harus pintar serta berani bicara. Jadi jika kelak mereka jadi pelatih punyai pengetahuan bagaimana penuturannya dapat dimengerti serta diaplikasikan pemainnya di atas lapangan,” tuturnya.