Legenda Barcelona serta Atletico Madrid Luis Garcia memberi komentarnya tentang 10 video kemampuan paling baik yang diantar, dengan tiga video favoritnya yang sukses memenangi kaos LaLiga bertanda tangan lima legenda LaLiga.

OlahBola serta LaLiga dengan bangga memberitahukan jika serial video yang dinanti-nantikan berjudul “Berapa Jago Kamu?” saat ini dapat dilihat dengan cara privat di OlahBola.com. Pada video pertama ini tampilkan legenda LaLiga Luis Garcia yang membahas 10 video kemampuan sepakbola paling baik di Indonesia yang diantar oleh peserta pertandingan “Berapa Jago Kamu” lewat tagar Instagram OlahBola #OlahBolaxLuisGarcia dari tanggal 11 Juli sampai 24 Juli 2020.

“Saya benar-benar takjub dengan talenta mengagumkan yang berada di Indonesia. Telah jelas ini adalah ketetapan yang susah untuk pilih tiga juara paling baik dari 10 video yang masuk di set penilaian akhir, tapi saya pikirkan saya sudah membuat ketetapan yang pas keseluruhannya. Nantinya, saya pasti menyenangi peluang untuk membahas semakin banyak lagi pemain sepak bola paling baik Indonesia!” tutur Juara Liga Champions, Barcelona serta simbol Atletico Madrid Luis Garcia.

Informasi Juara

Sesudah mengevaluasi 10 video paling baik yang masuk di set penilaian akhir, legenda LaLiga Luis Garcia pilih tiga juara, yakni:

  1. @malikababil1198
  2. @Abdi_Abadi_46
  3. @raihanraif_

Ke-3 juara itu akan memperoleh kaos LaLiga privat yang diberi tanda tangan oleh beberapa legenda LaLiga termasuk juga Luis Garcia, Diego Forlan, Fernando Morientes, Julio Baptista serta Milinko Pantic.

Untuk tujuh video dipilih yang lain yang sukses capai set final, akan terima merchandise privat LaLiga, termasuk juga jersey asli LaLiga serta bola laga sah LaLiga. Ke-7 peserta

itu ialah seperti berikut:

  1. @adyrikudo
  2. @diego_9_aslan
  3. @fen7fs
  4. @gerald_yusuf
  5. @maulana.fs30
  6. @zeinfreestyle
  7. @zola_zoff

(La Liga)

Juventus selekasnya memperoleh pemain baru di bursa transfer panas musim ini. Ia ialah Weston McKennie, yang sekarang ini menguatkan club Bundesliga, Schalke 04. McKennie adalah pemain dari Amerika Serikat yang bekerja di bidang tengah. Dia diketahui untuk pemain tengah bertenaga yang mempunyai pekerjaan untuk penghancur permainan musuh.

Dari penilaian Whoscored, kemampuan penting McKennie ialah andilnya pada pertahanan. Dia mempunyai atribut yang perlu untuk melakukan pekerjaan, seperti keunggulan dalam tanding udara dan kemahiran memangkas arah bola.

Serta, walau umurnya masih termasuk muda, McKennie dapat memperoleh keyakinan dari Schalke 04 menjadi salah satunya pemain inti. Dia mencatat 32 kali performa di semua pertandingan musim 2019/20 kemarin.

Selekasnya Menyelesaikan Transfer McKennie

Berdasar beberapa laporan, diketahui jika McKennie sudah mengundang perhatian banyak club di semua pelosok Eropa. Diantaranya ialah si juara Premier League 2019/20, Liverpool.

Tetapi di luar sangkaan, McKennie malah pilih masuk dengan Juventus. Sky Sport Italia mengakui jika McKennie akan jadi pemain dengan posisi utang semasa satu musim. Club bimbingan Andrea Pirlo itu harus mengambil kantong sebesar tiga juta euro untuk kompensasi utang. Disamping itu, Bianconeri memberikan pilihan pembelian dengan nilai 18 juta euro yang dapat diaktifkan pada musim panas tahun kedepan.

Perekrutan Ke-2 Juventus

Dapat disebutkan jika McKennie diambil untuk alternatif Blaise Matuidi yang pergi dengan gratis beberapa minggu kemarin. Pemain tengah berkebangsaan Prancis itu putuskan geser ke Amerika Serikat buat masuk dengan Inter Miami.

McKennie bisa menjadi perekrutan ke-2 Juventus pada panas musim ini. Awalnya, mereka telah memperoleh tanda-tangan pemain tengah kreatif berdarah Brasil, Arthur Melo, yang diambil dari Barcelona.

Juventus harus mengikhlaskan Miralem Pjanic dan beberapa uang untuk ongkos kompensasi kehadiran Arthur. Pemain berumur 23 tahun itu telah nampak dalam session latihan pertama club untuk hadapi musim 2020/21 belakangan ini.

(Football Italia)

Salah satunya calon Presiden Barcelona yaitu Jordi Farre menjelaskan Blaugrana memerlukan pelatih seperti Jurgen Klopp serta dia telah berkontak dengan agen manager Liverpool itu untuk membawanya ke Camp Nou.

Barca tidak berhasil keseluruhan pada musim 2019-20 tempo hari. Mereka benar-benar tidak dapat mendapatkan piala juara. Untuk dampaknya, ada pembongkaran di bidang pelatih serta manajemen. Quique Setien serta sporting director Eric Abidal telah dikeluarkan.

Setien, yang ditendang 3 hari selesai Blaugrana dihajar Bayern Munchen di Liga Champions, sekarang sudah diganti oleh Ronald Koeman. Pelatih dari Belanda itu dikontrak semasa 2 tahun saja oleh Barcelona.

Barcelona Perlu Jurgen Klopp

Memburuknya prestasi Barcelona ini mengundang kedukaan Jordi Farre. Pria berumur 44 tahun ini selanjutnya mencetuskan satu inspirasi untuk mengatur Blaugrana bila dia dipilih jadi orang nomor satu di club Catalan itu. 

Farre menjelaskan dia akan menjaga Ronald Koeman, bila si pelatih tampil bagus. Tetapi bila tidak dia akan selekasnya mendepaknya serta menggantinya dengan figur pelatih yang dia anggap akan pas buat Barcelona.

Pelatih itu ialah manager Liverpool, Jurgen Klopp. Farre sendiri berkoar jika dia telah mengontak agen manager asal Jerman itu untuk mengulas gagasan kepindahannya ke Camp Nou di hari esok. “Bila Koeman kerja serta melakukan secara baik, dia akan melakukan, tentunya. Jelas, kami mempunyai peta jalan kami serta kami telah mengawali beberapa pembicaraan dengan Jurgen Klopp, sebab buat kami Barca memerlukan pelatih semacam itu,” klaimnya pada Diario Sport.

Apa Penerimaan Ronaldo Koeman Telah Pas?

Jordi Farre selanjutnya diberi pertanyaan masalah pemilihan Ronald Koeman untuk pelatih anyar Barcelona. Dia diminta gagasannya apa itu ialah cara yang pas.

“Ini peristiwa yang mengagumkan serta Koeman ialah jalan keluar yang baik mengingat ia ialah legenda Barcelona, satu tolok ukur. Sebab ciri-khasnya, saya pikirkan yang diperlukan club saat ini,” katanya. “Saya mendoakannya yang paling baik sebab rintangannya demikian besar,” sambung Farre.

Sebelum timbulnya klaim dari Jordi Farre itu, Jurgen Klopp sendiri telah mengutarakan gagasannya saat melatih Liverpool. Dia merencanakan untuk istirahat dulu semasa seputar setahun. Sekarang ini dia masih terjalin kontrak sampai tahun 2024, maka bila dia memang ingin geser ke Camp Nou, Barcelona peluang harus ingin menanti sampai tahun 2025.

(Diario Sport)

Inter Milan cuma dapat menunduk lesu selesai menyerah 2-3 di depan Sevilla pada tanding final Liga Europa 2019/20, Sabtu (22/8/2020). Nerazzurri demikian dekat sama piala, tetapi selanjutnya menjadi lagi nomor dua.

Ya, ini bukanlah pertama kali Inter cuma jadi team nomor dua musim ini. Mereka juga cuma dapat finish di rangking ke-2 klassemen akhir Serie A, beda tipis satu point dengan Juventus yang menjadi juara.

Semestinya Liga Europa dapat jadi peluang paling baik Inter untuk menyempurnakan musim ini. Mereka mulai membuat dasar team di bawah tuntunan Antonio Conte, serta hasilnya cukup memberi kepuasan. Sayangnya, jelas nampak jika dasar itu belum diperlengkapi serta disempurnakan. Inter kadang tampil jelek, tidak persisten, serta nahasnya kesempatan ini berlangsung di final Liga Europa.

1. Kalah di sayap

Seperti umumnya, Antonio Conte turunkan skema 3-5-2, yang semestinya memberikan keuntungan Inter dalam duel-duel di ke-2 bagian lapangan. Tetapi, pada pertandingan ini malah bek sayap serta pemain sayap Sevilla yang bermain bertambah bebas.

Jesus Navas menyusahkan bagian kiri pertahanan Inter, lalu ada Sergio Reguilon yang tidak dapat dibendung bagian kanan pertahanan pasukan Conte. Dua bek sayap ini nampak bebas menggempur, tanpa ada rintangan bermakna.

Disamping itu, masih ada Lucas Ocampos serta Suso yang dapat juga berkeliaran tanpa ada kawalan bermakna. Ocampos serta seringkali beralih bagian, dari bagian kiri ke bagian kanan baris serang Sevilla.

2. Perform Gagliardini

Roberto Gagliardini kemungkinan adalah pemain yang sangat menyesali kekalahan Inter kesempatan ini. Ia tampil jelek, jauh dibawah standar.

Gagliardini diambil jadi starter bersama-sama Brozovic serta Barella, tetapi ia malah menghalangi permainan dua pemain tengah itu. 

Pemain 26 tahun ini begitu gampang kehilangan bola serta kalah dalam duel-duel dengan pemain Sevilla. Ia juga bertanggung jawab pada salah satunya kecolongan Inter sebab tidak berhasil jaga Luuk de Jong.

Conte kemungkinan pilih Gagliardini serta bukan Christian Eriksen untuk jaga konsistensi baris tengah, tetapi yang berlangsung malah sebaliknya.

3. Perubahan pemain telat

Pertandingan ini dipastikan di set ke-2. Sebelum Romelu Cederaku cetak gol bunuh diri pada menit ke-74, pertandingan berjalan setimbang dengan tempo sedang, ke-2 team terlihat waspada.

Waktu itu semestinya Conte lihat sela untuk mengubah, untuk bikin perubahan pemain, tetapi ia tidak melakukan.

Conte pilih menanti, ketetapan salah. Inter selanjutnya kecolongan ke-3 serta Conte langsung memberi respon dengan tiga perubahan pemain. Tetapi, dengan 10 menit sisa, beberapa pemain alternatif tidak dapat membuat ketidaksamaan besar.

Sumber: Beberapa sumber

Manager baru Barcelona, Ronald Koeman dikabarkan telah membuat daftar pemain yang dia kehendaki di scuad El Blaugrana musim depan. Dia ingin manajemen Barcelona mengambil pemain sayap Lyon, Memphis Depay. Beberapa waktu lalu, Koeman sah memegang untuk manager Barcelona. Dia gantikan figur Quique Setien yang dikeluarkan oleh manajemen Barca sesudah mereka dibantai 8-2 di Liga Champions.

Koeman dikabarkan akan merombak besar di scuad Barcelona. Dia ingin singkirkan beberapa pemain serta datangkan pemain bermutu ke Camp Nou. RAC 1 mengakui jika Koeman telah ajukan nama pertama untuk diambil Barca. Dia ialah pemain sayap Lyon, Memphis Depay.

Talenta Besar

Berdasar laporan itu, Koeman ingin mengambil Depay sebab ia paham si pemain sayap dapat bermanfaat untuk Barcelona. Dia memang 2 tahun paling akhir kerja dengan Depay di Tim nasional Belanda. Koeman disebutkan benar-benar menyenangi style bermain si pemain sayap.

Dia yakin Depay dapat memberi andil yang besar untuk Barcelona bila dia geser ke Camp Nou musim depan.

Harga Dapat dijangkau

Fakta lain kenapa Koeman inginkan Depay sebab harga yang cukup ekonomis. Barcelona tak perlu bayar mahal untuk mengambilnya. Pasalnya dia dapat ditebus di rata-rata angka 30 juta Euro saja.

Ini karena kontrak si pemain sayap di Lyon akan habis pada tahun 2021 serta dia tidak ingin perpanjang kontraknya di Les Gones.

Dapat Dibajak The Red Devil

Transfer Depay ke Barcelona ini mempunyai potensi ditikung oleh Manchester United. Pasalnya Setan Merah mempunyai klausul buyback untuk si pemain sayap, serta mereka harus juga diutamakan oleh Lyon.

(RAC 1)

Gabriel Magalhaes jadi nama yang cukup sering disebut pada bursa transfer awal musim 2020/2021. Namanya dikaitkan dengan beberapa klub papan atas Eropa. Lalu, siapa Gabriel Magalhaes? Gabriel Magalhaes dikaitkan dengan Manchester United dan Arsenal. Jurnalis Sky Sports mengatakan jika pihak United punya kontak dengan agen Gabriel Magalhaes. Tapi, belum ada sepakat.

Sedang, Arsenal bergerak untuk amankan service pemain Lille itu. Tetapi, belum ada kesepakatan yang dicapai. The Gunners siap bayar 27 juta pounds untuk membeli Gabriel Magalhaes. Di sisi lain, Napoli berupaya untuk membeli Gabriel Magalhaes. Il Partenopei siap membeli pemain dari Brasil jika mereka memperoleh dana fresh dengan jual Kalidou Koulibaly ke Manchester City dalam tempo dekat.

Siapa Gabriel Magalhaes?

Gabriel Magalhaes lahir di Brasil, 19 Desember 1997. Dia memulai profesi profesional bersama klub Brasil, Avai, yang hanya berlaga di Serie B. Dia belum pernah bermain di Serie A Brasil.

Pada 2016, Gabriel Magalhaes bawa serta Avai ada dalam tempat runner-up Serie B. Selanjutnya, dia geser ke Lille. Umurnya baru 20 tahun. Harga transfernya ke Lille tidak diterbitkan dengan resmi.

Lille jadi klub pertama Gabriel Magalhaes di Eropa, tetapi dia tidak langsung bermain di tim penting. Pada 2016/2017, dia hanya mainkan satu laga di Ligue 1, itu hanya delapan menit saja.

Lille setelah itu meminjamkan Gabriel Magalhaes ke ES Troyes pada musim 2017/2018, tetapi dia gagal tembus tim penting. Pada putaran kedua musim ini, dia setelah itu geser ke Dinamo Zagrep dan dari masih kesulitan bersaing di tim penting.

Titik Balik Karier Gabriel Magalhaes

Gabriel Magalhaes baru mendapatkan peristiwa pada musim 2018/2019 tempo hari. Adalah transfer Fode Ballo ke AS Monaco pada Januari 2019 yang membuka jalan Gabriel Magalhaes masuk di tim penting Lille.

Dari pemain cadangan diputaran pertama, Gabriel Magalhaes jadi pemain kunci pada putaran kedua Ligue 1 dimana dia mainkan 13 laga.

Perform bagus Gabriel Magalhaes membuat pelatih Christophe Galtier memilihnya untuk pilar penting Lille di baris belakang pada musim 2019/2020. Dia berduet dengan pemain senior asal Portugal, Jose Fonte.

Duet ini membuat Lille jadi tim dengan pertahanan yang solid di Ligue 1. Mereka hanya kecurian 24 gol dari 28 laga yang sudah dimainkan. Hanya kalah bagus darii Stade de Reims [21 gol], Stade de Rennais [24], dan PSG [24].

Apa Kelebihan Gabriel Magalhaes?

Lille akan bermain di Liga Champions pada musim 2020/2021 karena ada dalam tempat ke-4 klasemen akhir Ligue 1. Lille sudah tujuh tahun mangkir dari Liga Champions dan mereka akan balik lagi, salah satunya karena service Gabriel Magalhaes.

Gabriel Magalhaes, untuk bek tengah, punya kemampuan yang lengkap. Dari fisik, dia betul-betul bagus karena punya tinggi badan 1,9 mtr.. Kemampuan tanding bola udara dan kecepatannya tidak perlu diragukan.

Selain itu, diambil dari Whoscored, pemain 22 tahun pakar dalam kerjakan tekel dan punya konsentrasi bagus. Dari sisi kemampuan bertahan, tidak ada kekurangan dengan berkaitan dari permainan Gabriel Magalhaes.

Gabriel Magalhaes punya ketepatan umpan yang bagus Ini penting karena bek tengah saat ini jadi bagian penting dari setiap serangan. Satu beberapa hal lain untuk nilai plus adalah dia pemain kidal.

Team-team papan atas saat ini tengah berupaya keras mencari bek tengah kidal untuk memaksimalkan taktik yang diusung. Pep Guardiola harus bayar mahal untuk membeli bek kidal, Nathan Ake dari klub yang terdegradasi, Bournemouth.

Berapakah Harga Gabriel Magalhaes?

Gabriel Magalhaes bisa jadi pilihan baik untuk Manchester United jadi duet Harry Maguire. Di Arsenal, dia dapat jadi calon penerus David Luiz yang sudah tidak muda.

Lalu, berapakah harga jual Gabriel Magalhaes?

Gabriel kabarnya akan dijual di harga 30 juta Euro atau 27 juta pounds. Jumlah ini naik sekitar 50% dari informasi yang menyebar, dimana permulaannya Lille kehendaki sekitar 20 juta Euro untuk sang bek.

“Saya pikirkan ia akan tetapkan pilihannya minggu ini atau paling lambat minggu depan. Jika ia pergi, karenanya kami akan memberikannya restu,” ucap presiden Lille, Gerard Lopez.

Sumber: Beberapa Sumber

AC Milan sah melepas bek kiri Ricardo Rodriguez ke sama-sama club Serie A, Torino. Milan memberitahukan transfer itu pada Rabu (19/08/2020) sore waktu ditempat. Tetapi Rossoneri tidak memberitahukan berapakah ongkos transfer itu. 

Tetapi sama seperti yang dikutip Football Italia, harga bek asal Swiss itu lumayan murah. Torino disebutkan hanya menebusnya seharga tiga juta euro saja. Beritanya, Torino mengontrak Rodriguez sampai empat tahun ke depan. Dia akan mendapatkan bayaran seputar 1.5 juta euro per tahunnya.

Pengakuan Sah AC Milan

AC Milan membuat informasi sah yang cepat dalam situs resminya. Mereka mendoakan bek 27 tahun itu supaya sukses di club barunya itu kelak.

“AC Milan memberitahukan jika Ricardo Ivan Rodriguez Araya sudah masuk dengan Torino FC dengan persetujuan permanen.” “Club Rossoneri mendoakan yang paling baik buatnya di hari esok.” Demikian pengakuan sah dari faksi Milan.

Reuni dengan Giampaolo

Ricardo Rodriguez gabung dengan AC Milan pada musim panas 2017 kemarin. Waktu itu dia diambil dari club Bundesliga, VfL Wolfsburg.

Dia beritanya diambil dengan bandrol seputar 15 juta euro. Rodriguez jadi jagoan Milan di bidang bek kiri dalam dua musim saja.

Pada musim 2019-20, dia tersisih ke kursi cadangan karena kehadiran Theo Hernandez. Rossoneri selanjutnya meminjamkannya ke PSV Eindhoven pada Januari 2020 semasa 1/2 musim.

Sekarang di Torino, Ricardo Rodriguez bereuni dengan Marco Giampaolo. Dia awalnya melatih AC Milan pada awal musim 2019-20 tempo hari sebelum pada akhirnya ditendang walau liga belum genap berjalan 1/2 musim.

(AC Milan)

Liga Champions wadahnya surprise. Tidak ada yang mustahil, tidak ada team favorite. Karenanya, mungkinkah partai final musim ini menghadapkan dua kuda hitam: RB Leipzig versus Lyon?

Sekarang ini sisa empat team kuat yang akan bertemu di panggung semi-final minggu kedepan. Ada dua team Prancis: PSG serta Lyon. Dan dua team Jerman: Bayern Munchen serta RB Leipzig.

Kesuksesan empat team ini mematahkan rekor 24 tahun paling akhir, dimana tetap ada wakil Inggris atau Spanyol di panggung semi-final. Musim ini, pastinya titel juara akan dicapai team Jerman atau Prancis.

Berkaca pada empat tanding perempat final tempo hari, tidak ada yang tentu di Liga Champions musim ini. Sebutlah saja Lyon yang menaklukkan Manchester City (3-1), Bayern yang menggebuk Barcelona (8-2), atau PSG yang mujur dapat menaklukkan Atalanta (2-1).

Masih tetap ada Leipzig yang tampil prima untuk menaklukkan Atletico Madrid (2-1). Sebagian besar laga mengagetkan — terutamanya waktu hujan 10 gol pada sebuah pertandingan kemarin.

Karenanya, partai semi-final kelak juga akan susah diperkirakan. Siapa yang akan maju ke final? Akankah tanding PSG versus Bayern, atau malah Leipzig versus Lyon?

Bisa Terwujud Final Kejutan

Final PSG versus Bayern akan hebat, sesuai dengan perkiraan. Tetapi, tidakkah Liga Champions tetap simpan surprise? Lalu, bagaimana bila rupanya malah Leipzig yang berjumpa Lyon di partai pemungkas?

Peluangnya kecil, tetapi tidak dapat dihapus seutuhnya. Leipzig adalah team lengkap dengan permainan yang bersatu, tidak sama dengan PSG yang kemungkinan memercayakan satu-dua pemain.

, Bayern tidak dapat melihat sepele Lyon. Bagaimana juga Lyon sukses singkirkan Juventus serta Man City, dua favorite juara, serta sekarang Bayern dapat jadi korban selanjutnya.

Semua akan dipastikan pada tanding semi-final minggu kedepan. Leipzig versus PSG, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. Dan Lyon versus Bayern, Kamis (20/8/2020).

RB Leipzig versus PSG akan berlangsung pada semi-final Liga Champions musim 2019/2020. Pertandingan dua team dari ‘Liga Petani’ ini akan diadakan di Estadio da Luz, Rabu (19/8/2020) pagi hari WIB. RB Leipzig jadi surprise besar di Liga Champions musim ini. Karena, Die Roten Bullen dapat berhasil lolos sampai semi-final. Mereka menyisihkan Atletico Madrid di set semi-final.

RB Leipzig dapat dibuktikan tampil oke, walaupun ditinggal Timo Werner yang geser ke Chelsea. Team racikan Julian Nagelsmann itu maju ke semi-final bermodalkan permainan kolektif yang tidak tergantung pada satu pemain. Di lain sisi, PSG menunjukkan jika mereka sekarang ialah team yang masak. Sesudah sekian tahun tidak berhasil, sekarang PSG semakin dekat sama mimpi besar jadi juara Liga Champions.

Kekuatan Neymar serta Kyalian Mbappe akan kembali lagi mendapatkan suport dari Angel Di Maria di baris depan. Mereka akan berusaha untuk tembus pertahanan kuat Dayot Upamecano yang tampil kompak untuk PSG.

Jadwal Dan Siaran Langsung

Pertandingan: RB Leipzig vs PSG

Stadion: Estadio da Luz

Jadwal: Rabu, 19 Agustus 2020

Pukul: 02.00 WIB

Siaran Langsung: SCTV

AC Milan, dengan cara sah memperlihatkan seragam ke-3 yang akan dipakai di selama musim 2020/21 akan datang. Kesempatan ini mereka mengangkat warna biru yang menawan. Milan, lewat media sosialnya, telah memberi sedikit panduan masalah jersey ke-3nya ini. Mereka mengangkat beberapa pemain untuk modenya, diantaranya ialah Zlatan Ibrahimovic.

Sama dengan pada musim 2019/20, club berjulukan Rossoneri itu masih kerja sama juga dengan salah satunya apparel olahraga terpenting, Puma. Jersey ke-3nya ini didominasi oleh warna biru. “Fesyen mengubah Milan. Milan mengubah dunia. Sesuai untuk seorang Rossonero sejati,” catat faksi club melalui media sosialnya untuk mengenalkan jersey ke-3nya pada Senin (17/8/2020).

Inspirasi dari Musim 1995/96

Warna biru jelas benar-benar jauh tidak sama dari panggilan mereka, yaitu Rossonero (merah-hitam). Biasanya, jersey yang dikenai Milan tidak dapat terlepas dari tiga warna di simbol kebanggaannya: merah, hitam serta putih.

Tetapi perlu untuk diketahui jika jersey berwarna biru sempat juga mereka gunakan pada musim 1995/96. Meskipun itu hanya jersey ke-4 mereka. Pada musim itu, Milan sukses capai titik kemasyhuran dengan memenangi Scudetto. Scuad bimbingan Fabio Capello itu diperkokoh oleh pemain terkenal seperti George Weah serta Roberto Baggio.

Milan betul-betul perkasa di saat itu. Mereka cuma menelan tiga kekalahan dari 34 laga serta tutup musim itu dengan keunggulan delapan point dari team penghuni rangking ke-2, Juventus.

(Football Italia)