Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, akui belum memperoleh info sekitar gagasan untuk kumpulkan kembali lagi pemain. Pria asal Brasil itu belum memperoleh perintah dari manajemen.

PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memverifikasi jadwal lanjutan Shopee Liga 1 2020 yaitu kickoff pada 1 Oktober akan datang. Tetapi, Sergio Farias sampai sekarang ini belum mengetahui kapan pemain Persija Jakarta akan kembali lagi bergabung untuk mengawali persiapan.

“Sesudah presiden club putuskan, ia akan minta manager untuk mengontak saya. Itu dilaksanakan untuk terima gagasan training,” kata Sergio Farias saat dikontak wartawan.

Sergio Farias yakini, Persija akan kumpulkan pemain satu bulan mendekati diteruskannya Shopee Liga 1 2020. Oleh karena itu, Sergio Farias akan kembali ke pengujung Agustus akan datang.

“Bila pertandingan dengan cara resmi diawali kembali ke Oktober, kami harus lakukan pramusim pada September. Jadi, saya harus kembali ke pekan paling akhir Agustus untuk menyiapkan semua susunan,” tegas pelatih berumur 53 tahun itu.

Persija Jakarta selama ini baru mainkan dua pertandingan dari tiga pekan yang telah dilewati. Club ibu kota sukses kumpulkan empat point hasil sekali menang serta sekali seimbang.

Mengatur Lagi Kontrak

Lanjutan Shopee Liga 1 2020 mewajibkan Persija Jakarta bernegosiasi lagi dengan Sergio Farias. Sekarang ini, kerja sama kedua-duanya cuma berjalan sampai Desember 2020.

Sudah diketahui, Shopee Liga 1 2020 bila tidak ada masalah baru mengakhiri musim ini di akhir Februari 2021. Berarti, Persija harus segera lakukan negosiasi lagi.

“Kontrak saya bersama Persija Jakarta akan usai pada Desember 2020. Tidak ada koreksi. Per Desember kelak jalinan saya dengan Persija akan usai,” tutur Farias.

Jakarta – Performa tanpa ada sepakat serta militan waktu menjaga penyerang musuh ala Joao Bosco Cabral pernah memberi warna perjalanan Persija Jakarta di panggung Liga Indonesia.

Saat itu, Bosco yang awalnya menguatkan Arseto Solo, Persikota Tangerang serta PSPS Pekanbaru masuk di Macan Kemayoran mendekati musim 2006-2007.

Perolehan terbaik Bosco bersama Persija ialah tembus semi-final Liga Indonesia 2007-2008. Di babak itu, Macan Kemayoran kalah 0-1 dari Sriwijaya FC di Stadion Gelanggang olahraga Bung Karno, 6 Februari 2008.

Sudah diketahui, Sriwijaya pada akhirnya meraih piala juara sesudah menekuk PSMS Medan 3-1 di laga final, 10 Februari 2008. Pada kanal YouTube Persija, Bosco akui tanding kontra Sriwijaya ialah peristiwa paling terkesan baginya.

“Materi Sriwijaya memang lebih bagus. Tetapi, kami membuat mereka kesusahan dengan permainan solid serta kompak. Mereka mujur memperoleh gol melalui Keith Kayamba Gumbs di menit ke-19,” ingat Bosco.

Cerita Joao Bosco Cabral di Persija: Ke Singapura Bersama Agus Indra Cuma untuk Membeli Sepatu

Menurut Bosco, pada musim itu, solidaritas team di Persija benar-benar aman. Demikian juga dengan suport supporter yang setia memberikan dukungan team kebangaannya.

Dengan cara spesial Bosco mengacu kesolidan beberapa pemain di tempatnya. Waktu itu, ada tiga lagi pemain yang berposisi stoper yaitu Hamka Hamzah, Leonard Tupamahu, serta Abanda Herman.

“Kami berganti-gantian tampil. Dilapangan, kami sama-sama memberikan semangat walau ada yang melakukan perbuatan salah. Baru sesudah laga, baru kami sama-sama ledek serta menilai diri,” jelas Bosco.

Saat di Persija, Bosco tetap sekamar dengan Francis Wawengkang, pemain tengah asal Manado yang pernah menguatkan timnas Indonesia.

“Enal (panggilan Francis) orangnya tidak banyak bicara. Tetapi, kadang-kadang ia memberikan nasehat saya serta memberi input buat kenaikan kekuatan saya,” kata Bosco.

Selain Enal, Bosco dekat sama Agus Indra Kurniawan, pemain tengah Persija yang dengan status pemain tim nasional Indonesia. Bersama Agus, Bosco punyai pengalaman terkesan.

Satu waktu, dia iseng ajak Agus untuk temaninya beli sepatu bola. Bukan di Jakarta tetapi di Singapura sebab sepatu yang diharapkan benar-benar susah didapat di Jakarta.

“Eh Agus sepakat. Jadi, setelah latihan di akhir pekan, kami langsung menuju ke lapangan terbang. Sesudah memperoleh sepatu yang diharapkan kami pulang ke Jakarta satu hari selanjutnya untuk kembali lagi berlatih,” tutur Bosco yang sekarang jadi pemandu wisata di Bali.

Pemain Team Sekolah

Di kesempatan itu, Bosco bercerita awal dianya jadi pemain sepak bola. Menurut Bosco di Timor Timur (sebelum jadi negara Timor Leste), sering diadakan kejuaraan antar sekolah. Kebetulan ada sosok yang selanjutnya jadi bapak angkat Bosco teratur mengawasi performanya.

“Beliau ialah Zulfikar Penting yang kebetulan ada project di Timor Timur waktu itu. Beliau yang bawa saya serta Miro Baldo Bento ke Jakarta masuk dengan Gumarang yang club internal Persija,” tutur Bosco.

Waktu itu, Bosco masih duduk dibangku kelas dua SMA.

“Dapat dipikirkan anak kampung seperti saya tiba ke Jakarta untuk pertama kali. Mujur ada Pak Zulfikar yang terus menuntun kami,” kata Bosco.

Tidak lama masuk di Gumarang, Bosco dipilih masuk team Persija U-21 dan terlihat team senior mendekati Liga Indonesia musim 1994-1995.

“Ada kebanggaan tertentu dapat satu team dengan pemain senior seperti Rahmad Darmawan, Patar Tambunan serta Maman Suryama.”

Satu musim bersama Persija, Bosco berlabuh ke Arseto Solo yang diatasi pelatih Harry Tjong. Di Arseto, kekuatan Bosco semakin bertumbuh searah dengan adanya banyak menit bermain yang dia peroleh.

“Saya berduet dengan Sudirman di tempat stoper. Di bek kanan, ada Agung Setyabudi serta Lapris AS untuk bek kiri. Waktu itu, Arseto banyak ditempati pemain muda. Saya masih 19 tahun,” papar Bosco yang menggunakan jersey dengan nomor punggung 22 saat bela Arseto.

Tidak Ingin Jadi Pelatih

Sesudah pensiun untuk pemain serta sekarang dengan status pemandu wisata, Bosco memperjelas, dianya tidak tertarik jadi pelatih.

“Saya ingin konsentrasi jadi pemandu wisata. Saya nikmati pekerjaan ini, sama dengan saat masih dengan status pemain,” jelas Bosco.

Walau demikian, Bosco akui masih ikuti perubahan sepakbola, terutamanya Persija.

“Jika ada waktu, saya tentu meluangkan diri untuk meonton. Cuma, memang kerja saya untuk pemandu wisata yang tidak mengenal waktu sering jadi masalah,” tandas Bosco.

Jakarta – Pemain favorit tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, meluncur ke final Mola TV PBSI Home Turnamen sesudah menaklukkan Chico Aura Dwi Wardoyo 21-12, 21-13 di Pelatnas Cipayung, Jumat (10/7/2020).

Favorit pertama itu belum mendapatkan kendala bermakna, termasuk juga dalam laga menantang Chico.

Untuk rekan satu team yang seringkali latihan bersama, Anthony telah pahami type permainan Chico. Dia melihat laga perempat final di antara Chico serta Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay untuk pelajari permainan serta taktik Chico.

“Saya melihat video laga Chico menantang Ikhsan, Chico banyak ide untuk menggempur, jadi sedapat mungkin saya menahan gerakan ia waktu ingin lakukan gempuran. Dari pertama saya terus mendesak serta menggenggam kontrol permainan,” jelas Anthony dalam wawancara setelah laga

Sebelum game ke-2 diawali, laga pernah berhenti sebab Anthony alami mimisan serta minta pertolongan dokter. Sesudah mendapatkan perawatan, Anthony mengakhiri laga secara baik.

“Sebenarnya telah merasai mimisan dari game pertama, di point 17 atau 18. Tetapi saya pikirkan tanggung, sesaat lagi ingin mulai. Jadi saya masih menjaga konsentrasi, janganlah sampai terusik. Diawalnya game ke-2 baru meminta pertolongan dokter, agar saya dapat meneruskan laga lagi,” tutur Anthony.

Walau menang dua game langsung, Anthony beri pujian permainan Chico yang dinilai punyai permainan serang yang bagus. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dinaikkan Chico.

“Chico jika di latihan semangat, setiap program diiringi dengan optimal. Tetapi ada satu-dua point yang perlu ia lihat di atas lapangan seperti langkah main serta taktik. Kami kan telah saling tahu permainan semasing, jadi di atas lapangan harus beradu taktik, bagaimana triknya musuh tidak dapat keluarkan kelebihan ia,” papar Anthony Sinisuka Ginting.

Tantang Shesar Hiren

Anthony akan berjumpa dengan Shesar Hiren Rhustavito yang automatis meluncur ke final sesudah rivalnya di semi-final, Jonatan Christie, putuskan untuk mundur sebab alami kram.

Partai persaingan perebutan tempat ke-3 tidak dimainkan, rangking ke-3 automatis jatuh ke tangan Chico.

“Jonatan alami kram sampai satu tubuh sesudah laga tempo hari. Waktu bangun pagi hari ini keadaannya belum juga sangat mungkin untuk berlaga,” kata Kepala Bagian Pembinaan serta Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

“Ini jadi bahan penilaian untuk kami, tempo hari latihannya belum full. Ada deskripsi jika telah ada turnamen resmi bermakna persiapannya harus lebih bagus lagi. Memang semua tentu inginkan Jonatan versus Ginting di final, tetapi di luar sangkaan beberapa pemain pelapis memberi perlawanan,” lanjut Susy.

Jonatan melalui laga panjang di perempat final menantang Karono. Laga dimenangi Jonatan dengan score akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam tempo 80 menit. Saat pagi harinya, Jonatan harus juga berlaga sengit di laga penyisihan group H menantang Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan score 18-21, 21-10, 21-16 dalam tempo 71 menit.

“Di satu bagian ini bagus sebab pemain pelapis ingin menunjukkan mereka dapat memberi perlawanan. Tetapi di lain sisi, beberapa senior harus kerja keras di turnamen ini,” tambah Susy.

Sumber: PBSI

Jakarta – Witan Sulaeman mulai bicara masalah sosok sebagai panutannya di atas lapangan hijau. Wonderkid Indonesia ini akui menyukai Lionel Messi, superstar Barcelona.

“Jika diberi pertanyaan siapakah pemain pujaan saya, jawabannya: Lionel Messi,” kata Witan, dalam satu acara unjuk wicara yang digelar Garuda Nusantara Kanal.

Witan menyebutkan, dia banyak belajar dari sosok Messi. Salah satunya yang dia dalami ialah bagaimana pemain dari Argentina ini dapat melepas diri dari desakan serta kawalan pemain musuh.

“Sebelum laga, saya umumnya melihat video laga sepak bola luar negeri. Kemungkinan dalam laga itu ada keadaan sama juga dengan yang saya menghadapi,” papar Witan.

“Jadi, saya dapat mengingat serta mengikuti yang dilaksanakan beberapa pemain di video yang saya saksikan,” dia memberikan tambahan.

Witan Sulaeman mempunyai kelebihan yang hampir sama juga dengan Messi. Pemain dari Palu itu diketahui mempunyai kekuatan di atas rerata untuk terlepas dari desakan serta kawalan musuh.

Kelebihan berikut yang membuat Witan dapat tembus orbit pertandingan di Eropa. Sekarang ini, Witan menguatkan team asal Serbia, FK Radnik Surdulica.

Kecuali Messi, ada lagi sosok sebagai role mode buat Witan dalam profesinya. Sosok itu ialah rekanan satu timnya, Zoran Danoski.

“Di club ini yang seringkali memberikan pendapat buat saya ialah Danoski. Dia seringkali memberikan pendapat pada saya, khususnya berkaitan tingkatkan situasi,” tutur Witan.

“Salah satunya sarannya ialah supaya saya tingkatkan massa otot,” imbuhnya lagi.

Siap-siap Menghadapi Pramusim

Witan juga menceritakan tentang kedekatannya dengan dua pemain muslim di FK Radnik, yaitu Zoran Danoski serta Sead Islamovic.

“Semua rekanan segrup baik, tetapi yang terdekat itu yang saya seringkali unggah di insta story saya namanya Danovski.”

“Dan ada Sead , sebab mereka saling berlagakma Islam,” katanya.

“1 minggu saya pernag bermalam di dalam rumah Sead. Sebab ia muslim, ia menunjukkan kotanya, Novi Pazar yang sejumlah besar penduduknya ialah muslim.”

“Saat di sana, saya pergi bersama ia ke masjid untuk melaksanakan ibadah sebab disana banyak masjid,” kata Witan.

Liga Penting Serbia barusan selesai pada pekan lalu, dimana Witan Sulaeman pernah mencicip dua laga bersama Radnik Surdulica.

FK Radnik Surdulica akhiri musim 2019-2020 dengan ada di rangking 10. Radnik juga langsung membuat pra-musim untuk menyongsong musim baru, termasuk juga menjadwalkan lima laga eksperimen.

Bintang musa Indonesia, Witan Sulaiman pastikan dianya akan masuk ke scuad penting Radnik untuk pra musim.

“Esok telah mulai latihan bersama. 3 hari selanjutnya diselenggarakan pelatihan camp dua minggu untuk persiapan team,” kata Witan Sulaiman.

Piala Dunia U-20

Witan menjelaskan tetap akan berlatih dengan Radnik supaya bisa tampil di Piala Dunia U-20 2021 akan datang bersama Tim nasional Indonesia.

“Saya ingin sekali bela Tim nasional Indonesia di Piala Dunia,” tutur Witan

“Itu ialah mimpi paling besar saya sekarang ini,” tambahnya.

“Saya harus banyak berlatih. Di sini saya berlatih untuk semakin siap lagi ikuti Piala Dunia,” papar Witan.

“Ditambah lagi, team-team yang akan kita menghadapi ialah beberapa negara Eropa. Bentuk badan pemain mereka tentu besar,” tutur striker kelahiran 8 Oktober 2001 itu.

Jakarta – Ultras Fiorentina menggempur balik Franck Ribery yang mengkritik kota Florence selesai tempat tinggalnya disatroni maling. Mereka minta si pemain sayap untuk legawa serta jaga ucapannya.

Pada Minggu malam (5/7/2020) waktu ditempat, Franck Ribery terkejut tidak karuan ketahui tempat tinggalnya dijebol maling. Beberapa barang hilang dirampok, tetapi dia mengucapkan syukur sebab menurut dia ‘tidak ada yang berharga’.

“Beberapa tas istri saya serta perhiasan hilang, tetapi Alhamdulillah, tidak ada yang bernilai,” kata Ribery dalam feature instastory yang diunggahnya.

Dalam instastory yang diupload Ribery, dia menyentuh keamanan di kota Florence. Bekas pemain Bayern Munchen itu berasa insecure serta ‘mengancam’ akan tinggalkan Fiorentina bila ini keadaannya.

Intimidasi itu mendapatkan tanggapan dari Ultras Fiorentina. Tersinggung, mereka berasa jika Franck Ribery terlalu berlebih menyikapi masalah pencurian itu.

“Hai Ribery, kami memahami dengan keadaan ini, tetapi menjaga mulutmu sebelum mengkritik Florence semacam itu. Ini bukanlah Medelllin,” catat Ultras Fiorentina pada koran Il Giornale.

“Beberapa orang kaya dirampok dimana saja, tetapi mereka mujur dapat menempatkan sirene antimaling serta penyelamatan pribadi. Kami beberapa orang miskin dirampok, tetapi kami tidak bising seperti Anda,” sambung info itu.

Faksi Club Siap Menolong

Pemilik Fiorentina, Rocco Commisso, memperjelas siap lakukan apa untuk menolong Franck Ribery melalui waktu muram selesai tempat tinggalnya dimasuki maling.

“Saya kaget atas apakah yang menerpa Franck Ribery. Sebagai wakil club, saya tetap akan memberi suport untuk dia serta keluarganya. Insiden semacam ini dapat membuat trauma, ditambah lagi jika ada barang penuh masa lalu yang tidak ternilai harga,” sebut Rocco.

“Yang sangat beresiko ialah Ribery kehilangan perasaan aman, ia tentu insecure, oleh karena itu Fiorentina akan lakukan apa saja yang dibutuhkannya supaya bisa bangun,” tuturnya lagi.

Sumber: Football Italia

Makassar – Pada masa Perserikatan, pertandingan internal PSM Makassar teratur berjalan di Lapangan Karebosi. Dari tempat berikut lahir legenda PSM serta Tim nasional Indonesia seperti Ramang, Maulwi Saelan, serta Ronny Pattisarani. Tetapi, semenjak awal 2000-an, pertandingan ini mati suri. Generasi paling akhir yang pernah merasai ketatnya pertandingan internal PSM ialah Hamka Hamzah, Isnan Ali, Zulkifli Sukur, serta Sunar Sulaiman yang sempat menguatkan scuad Merah Putih.

Beberapa club yang dahulunya adalah sisi dari PSM seperti kehilangan induk. Ditambah lagi sesudah PSM telah jadi club karieronal yang berupa perseroan terbatas sesudah diambil pindah oleh konsorsium PT LPI pada 2011. Terakhir, Bosowa Group jadi pemilik saham sebagian besar PSM semenjak 2013 sampai saat ini.

Askot PSSI Makassar yang sebenarnya mejadi motor pembinaan sepak bola di Kota Daeng tidak aktif. Justru yang muncul aadalah perselisihan internal mengejar belum ada legitimasi buat Junaldi Monoarfa yang dipilih dengan cara aklamasi untuk Ketua Askot PSSI Makassar pada 20 Juli 2019 yang lalu.

Walau pertandingan di Makassar mati suri, semangat beberapa pembina sepak bola di Kota Daeng tidak surut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terciptanya beberapa sekolah sepak bola (SSB), termasuk juga Bank Sulselbar FC yang berdiri pada 2016.

“Makassar simpan beberapa pemain prospek jika dibina secara baik. Tentu saja harus ada wadah SSB atau club yang meningkatkan kekuatan mereka. Berikut sebagai fakta manajemen Bank Sulselbar membangun sekolah sepak bola,” tutur Ari Hidayat, manager pengelola SSB Bank Sulselbar pada Bola.com, Senin (6/7/2020).

Bank Sulselbar FC, SSB di Makassar yang Beraksi dari Kompetisi Umur Awal Sampai Liga 3

Menurut Ari, Bank Sulselbar FC menggunakan dua tempat untuk berlatih, yaitu Lapangan Telkom serta Lapangan Sunu Unhas.

“Kami berlatih empat hari dalam seminggu. Spesial di hari Minggu, latihannya sore dan pagi. Bank Sulselbar membina beberapa kelompok umur. Dari U-9 sampai tahap Liga 3. Waktu epidemi COVID-19, latihan pernah diliburkan. Baru pada awal Juli diawali lagi, itu juga cuma 2 hari dalam seminggu,” kata Ari.

Suport keseluruhan dari Direksi Bank Sulselbar membuat SSB yang diurus Ari bebas ikuti beberapa kompetisi level lokal atau nasional, salah satunya Danone Cup, Piala Menpora, Piala Soeratin, serta Liga 3.

“Kami teratur ikuti kompetisi reguler di Makassar seperti Liga Ramadan serta Piala Walikota,” tutur manager SSB Bank Sulselbar itu.

Ari mengacu sukses Bank Sulselbar dengan jadi salah satu SSB di Indonesia yang 4x berturut-turut maju ke putaran nasional Piala Menpora U-16. Prestasi paling baik Bank Sulselbar di tempat ini ialah tembus semi-final pada 2017 di Yogyakarta.

Waktu itu, dua pemainnya, Alif Jaelani serta Ahmad Latando Paturusi dipilih masuk scuad Tim nasional Pelajar U-16 yang mendapatkan piala juara pada kompetisi Tier 3 AFC di Malaysia pada 2017. Karena prestasi itu, kedua-duanya dipinjam oleh Barito Putera ikuti EPA U-16. Terakhir, Alif yang menguatkan Garuda Select pada 2019 masuk daftar panggil Tim nasional Indonesia U-19 persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Sesudah Alif serta Latando, Bank Sulselbar dengan cara teratur memasok pemain buat scuad tim nasional pelajar Indonesia, salah satunya Ari Adzan, Randi Afsyawal, serta Andriansyah. Tidak sama dengan sebagian besar SSB lain, tiap ikuti kompetisi level nasional, Bank Sulselbar FC memikul semua ongkos ticket, penginapan, serta uang belanja pemain.

“Ini untuk bentuk penghargaan dari manajemen pada pemain yang berprestasi,” tutur Ari.

Pelatih Berlisensi

Untuk SSB yang konsentrasi membina serta melahirkan pemain, Bank Sulselbar menggunakan layanan pelatih berlisensi sah. Dari mulai D Nasional sampai C-AFC. Sekarang ini,

Bank Sulselbar mempunyai tujuh pelatih, yaitu Faisal Maricar, Dadang Talani, Amir Majid, Ahmad Rajendra, Syafar Saad, Tamsil Ciling, serta Rasul Zaenuddin. Dengan cara periodik, Bank Sulselbar mendatangkan pelatih senior di Makassar untuk memberi coaching clinic, seperti Tony Ho, Syamsudin Umar, serta Herman Kadiaman.

“Kami mengutamakan pada tiap pemain supaya konsentrasi serta sabar dalam meningkatkan kekuatan. Ditambah lagi kami memberi wadah untuk mereka dengan ikuti kompetisi sesuai dengan umur pemain. Itu kenapa kami mengharamkan perampokan usia. Jika ada pemain yang diketahui memalsukan umurnya tentu kami mengeluarkan,” tegas Ari yang sempat menguatkan PSM Junior sebelum konsentrasi jadi karyawan Bank Sulselbar ini.

Menurut Ari, faksinya teratur merajut komunikasi dengan beberapa club Liga 1 serta Liga 2.

“Kami membina serta memperdalam kekuatan pemain sampai umur 22 tahun sesuai dengan batas umur optimal Liga 3. Kemudian, kami salurkan ke beberapa club. Ada pula yang diambil jadi karyawan Bank Sulselbar yang tiap tahun ikuti Liga Pekerja,” katanya.

Ari memberikan tambahan, Bank Sulselbar FC mengoptimalkan peranan sosial media seperti youtube serta instagram untuk mempromokan pekerjaan mereka.

“Suport dari orangtua siswa berperanan besar dalam meningkatkan Bank Sulselbar FC. Pokoknya, kami membina pemain dengan kemauan baik, yaitu kembalikan status Makassar untuk lumbung pemain berpotensi di Indonesia,” tandas Ari.

Jakarta – Bek Bali United U-18, Marcell Januar Putra, merasai sensasi tidak sama pada pemfokusan latihan (pelatihan centre) Tim nasional Indonesia U-16 dengan cara normal yang mulai diadakan pada Senin (6/7/2020) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pemain berumur 17 tahun itu akui harus ikuti prosedur kesehatan yang sudah dibikin.

Tim nasional Indonesia U-16 kembali lagi berlatih di atas lapangan sesudah pernah vakum semasa hampir empat bulan sebab epidemi virus corona. Semasa epidemi COVID-19, tim berjuluk Garuda Muda itu sering berlatih dengan cara virtual.

“Rasa-rasanya tidak sama sesudah hampir empat bulan tidak berlatih di atas lapangan. Saat ini masih penyesuaian,” kata bek kelahiran Gresik, Jawa Timur itu.

“Sekarang ini, rasa-rasanya aneh saja menggunakan sarung tangan. Lalu, harus ikuti prosedur kesehatan. Tapi, saya masih mengikutinya,” tutur Marcell.

Marcell menjelaskan jika dia masih meraba-raba dengan latihan dengan cara normal. Akhirnya, bek setinggi 178 cm itu sering kewalahan dalam mengaplikasikan cara latihan dari pelatih Tim nasional Indonesia U-16, Bima Sakti.

“Keadaan tidak sama. Situasi saya cukup turun. Umpan masih senang salah. Tetapi, saya akan benahi yang akan datang,” jelas Marcell.

“Ini hari materi latihan masih mengenai peralihan permainan. Saya tetap ikuti instruksi dari coach Bima,” papar Marcell.

Marcell bercerita perjalanannya dari Surabaya ke arah Bekasi ditengah-tengah Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) peralihan. Satu hari sebelum berlatih, dia serta pemain yang lain ikuti tes rapid untuk mengetahui virus corona.

“Dari Surabaya ke Bekasi, turut tes rapid lalu mengatur surat izin saja. Tidak menghalangi. Untuk kesehatan bersama-sama agar tidak terjangkiti keduanya,” tambah Marcell.

26 Pemain Tim nasional Indonesia U-16 untuk TC di Bekasi

1. I Made Putra Kaicen – Bali United
2. Raka Octa Bernanda – PSS
3. Ahmad Rifai – Persita
4. Kadek Arel Priyatna – Bali United
5. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya
6. Marcel Januar Putra – Bali United
7. Mikael Alfredo Tata – Persipura
8. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra
9. Fere Murarri – Bhayangkara FC
10. Muhammad Faqih Maulana – Bhayangkara FC
11. Aditya Daffa Al-Haqi – Barito Putra
12. Dimas Juliono Terakhir – Persib
13. Resa Aditya Nugraha – Persija
14. Mochammad Faizal Shaifullah – Persela
15. Raka Cahyana Rizky – Persija
16. Marselino Ferdinan – Persebaya
17. Diandra Diaz Dewari – Persib
18. Ahmad Sthallah Araihan – SKO Ragunan
19. Ruy Arianto – Persebaya
20. Valeron – Persib
21. Wahyu Agong Drajat Mulyono – Persebaya
22. Krisna Budi Sulistia – Gabsis Sambas
23. Fiore Rafli Alifasyah Zainal – Persija
24. Vito Ramadyzky – Persikabo
25. Rholy Hizkia Gogaly – SKO Ragunan
26. Franciscus Valentino Amaral – PSIS

Karanganyar – Pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana, menyongsong senang pertandingan Shopee Liga 1 2020 kembali lagi diteruskan. PSSI pastikan pertandingan Liga 1 akan dimainkan kembali ke Oktober 2020.

Buat pemain berumur 23 tahun itu, pertandingan yang akan berguling ialah peluang yang telah dinanti-nantikan. Meskipun begitu, agenda atau waktu penerapan pertandingan belum dipublikasikan dengan cara sah.

“Dari PSSI memang tentu jalan, cuma kapan saatnya belum dipastikan. Tentu untuk pemain, ini ialah waktu yang dinanti-nantikan. Sepak bola mulai bisa lagi, suka tentu saja. Untuk pemain masih siap dengan apa saja bentuk prosedurer kelak,” papar Septian David Maulana pada Bola.com, Senin (29/6/2020).

Pemain Tim nasional Indonesia ini masih jaga situasi kesehatan walau pertandingan vakum lumayan lama. Tiap hari Septian David masih berlatih baik di seputar tempat tinggalnya di Semarang, atau di beberapa wilayah.

Lulusan program SAD ini turut berlatih di team Diklat Salatiga All Star dalam pertandingan amal di kabupaten Karanganyar akhir minggu kemarin. Pekerjaan itu jadi sisi dari latihan teratur Septian David Maulana bersama-sama beberapa rekannya di Diklat Salatiga.

Perlu Waktu Rekonsilasi

“Saya masih latihan terus tiap pagi terkadang sore. Minimal jaga situasi serta cari keringat,” sambungnya.

“Khususnya untuk Ball feeling supaya tidak hilang. Saat bergabung kelak, tentu konsentrasi untuk pengembalian fisik. Sesaat jika lama tidak sentuh bola, perlu waktu untuk rekonsilasi,” tegasnya.

Jakarta – Andritany Ardhiyasa adalah seorang fans berat Manchester United. Namun, spesial di game FIFA 20, penjaga gawang Persija Jakarta ini sangat terpaksa menomorduakan team berjuluk Setan Merah itu.

Waktu jadi perwakilan Persija Jakarta bersama-sama Rezaldi Hehanussa dalam kompetisi virtual bertopik BOLA Esports Challenge ide Bola.com, Bola.net, serta Vidio yang kerja sama juga dengan Persija serta The Jakmania, Andritany Ardhiyasa persisten menggunakan Barcelona.

Pilihan Andritany dapat dibuktikan baik. Bermain dari set semi-final, penjaga gawang berumur 28 tahun itu sukses merajai BOLA Esports Challenge.

Andritany sukses menaklukkan perwakilan dari The Jakmania, Rizki Darmawan, pada partai final dengan agregat mutlak, 8-0 sesudah menang 1-0 pada putaran pertama serta 7-0 pada laga ke-2.

Supremasi Andritany di BOLA Esports Challenge sudah nampak pada set semi-final. Kiper Tim nasional Indonesia ini dapat singkirkan perwakilan The Jakmania yang lain, Fajar Dwi Saputra dengan agregat menusuk, 7-2.

Saat mainkan Barcelona, Andritany benar-benar superior. Umpan satu dua sentuhan alias tiki taka demikian mengalir hingga nikmat untuk dilihat.

Kepentingan bermain game sepak bola, Andritany sudah terlatih memainkannya semenjak kecil. Adik dari kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhiyasa itu akui sempat mencicip Nintento, Sega sampai PlayStation (PS) 1.

Bola.com berpeluang wawancarai Andritany Ardhiyasa waktu berkunjung ke Kantor KapanLagi Youniverse (KLY) pada Jumat (26/6/2020). Berikut cuplikan hasilnya:

Berasa Tidak Begitu Jago

Bagaimana kamu menyikapi penyelenggaraan BOLA Esports Challenge?

Sangatlah baik untuk engisi pekerjaan kami untuk olahragawan. Sebab waktu epidemi virus corona semacam ini, waktu banyak kosong karena tidak ada latihan. Serta bagusnya lagi, BOLA Esports Challenge dapat merajut bersilahturahmi di antara pemain dengan supporter.

Mengapa kamu memakai Barcelona?

Sebetulnya saya tidak senang Barcelona. Hanya senang permainan tiki taka ala Barcelona. Sebetulnya saya fans Manchester United. Sebab Rezaldi menggunakan Barcelona, bila ia masuk final berjumpa dengan saya, saya akan memakai Manchester United.

Kamu memang seringkali bermain game sepak bola?

Jarang, sich. Bermain game cuma untuk isi waktu kosong. Kebetulan saat ini memang beberapa waktu kosong.

Bermain PS memang dari kecil. Dari zaman Nintendo, Sega, serta Gamebot. Memang jika olahragawan sepak bola tentu senang bermain game sepak bola.

Umumnya bermain game di dalam rumah atau rental PS?

Bermain di dalam rumah. Dari kecil sudah diberi PS oleh orangtua. Rivalnya Indra Kahfi. Tetapi cuma Sabtu serta Minggu dibperbolehkan bermain PS. Senin-Jumat disimpan supaya kami belajar. Waktu Minggu masuk maghrib, telah diambil lagi PS-nya.

Untuk penjaga gawang, bagaimana kamu melatih insting bermain game sepak bola?

Memang alamiah saja sebab seringkali bermain. Kadang ada pemain yang bawa PS jika di club. Jika sedang TC Tim nasional Indonesia, itu tentu ada pemain yang bawa PS. Sebab beberapa waktu kosong di Tim nasional Indonesia.

Katakan Situasi di Tim nasional Indonesia Waktu Bermain Game Sepak Bola

Apa kamu paling jago bermain game sepak bola antara rekanan seprofesi kamu? Bila tidak, siapakah pemain Persija serta Tim nasional Indonesia yang sangat pakar dalam bermain game sepak bola?

Tidak . Yang jago banyak juga. Yang sangat bawah Rezaldi. He he he. Egy Maulana Vikri oke. Irfan Bachdim oke. Tetapi kadang sama-sama menaklukkan.

Dalam bermain game sepak bola, apa kamu memakai trick untuk menang?

Tidak ada. Benar-benar tidak ada. Sebab basic-nya bermain PS. Ada orang yang gocek sana gocek sini, saya tidak dapat benar-benar. Alamiah saja.

Situasi sekarang ini, saat tengah Work From Home, apa mengubah intensif bermain game?

Mengubah. Sebab kesibukan tidak ada, jadi bermain game. Ditambah lagi jika bulan puasa, umumnya bermain game FIFA.

Biasa bermain online atau manfaatkan feature lain di FIFA seperti Career Model?

Kadang bermain online dalam pengertian menantang pemain lain seperti Gunawan Dwi Cahyo serta photografer Persija, Khairul Imam. Ia tetap kalah. Lalu bersama-sama Fitra Ridwan, Irfan Bachdim. Jadi fasilitas melakukan komunikasi . Hanya untuk senang-senang serta tertawa.

Sebetulnya bermain PS itu, kalah atau menang itu biasa. Yang buat sakit hati itu jika di-ceng-in.

Pengalaman paling jelek di dalam bermain game sepak bola?

Jika di Tim nasional Indonesia, jika ada yang kalah di dalam bermain PS, sampai TC usai, habis di-ceng-in.

Manchester – Sama seperti yang telah diperkirakan, Manchester United sukses memetik kemenangan waktu berjumpa Norwich City di tempat FA Cup. Tetapi kemenangan itu dicapai dengan berusaha susah payah.

Manchester United berjumpa the Canaries di hari Sabtu (27/6/2020) malam WIB. Laga itu sukses dimenangi the Red Devils dengan score tipis 2-1 karena gol dari Odion Ighalo serta Harry Maguire.

Perlu untuk diketahui jika laga berjalan sampai set waktu perpanjangan. Serta gol ke-2 Manchester United, yang dibuat Maguire, lahir mendekati set waktu perpanjangan usai.

Lepas dari itu, Manchester United sukses maju ke set semi-final FA Cup. Serta saat ini, mereka tinggal menunggu calon rivalnya yang baru diketahui melalui hasil undian pada Senin (29/6/2020) pagi hari.

Di atas kertas, Manchester United semestinya tak perlu menjumpai kesusahan waktu berjumpa Norwich. Terutama bila berkaca pada tempat mereka semasing di klassemen sesaat Premier League.

Tetapi sebenarnya, Manchester United kesusahan. Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih mempunyai fakta karena itu. Dia menjelaskan jika pemain perlu waktu untuk kembalikan kekuatannya seperti waktu sebelum waktu epidemi.

Fakta Manchester United Kesusahan

Untuk info Solskjaer mengubah keseluruhan starting XI Manchester United di pertandingan kesempatan ini dengan arah perputaran. Minimal ada delapan perkembangan yang dilaksanakan oleh pria asal Norwegia itu.

“Kami suka dapat berhasil lolos, Jesse [Lingard] serta yang lain yang belum bermain serta memerlukan laga yang lain, mereka perlu menit bermain untuk dapat memperoleh ketajamannya kembali lagi serta ini kerja secara baik,” katanya diambil dari Goal International.

Memang, Manchester United sudah mengadakan session latihan semenjak bulan kemarin. Tetapi selanjutnya, session latihan serta laga sah mempunyai level bersaing yang lain. Solskjaer yakin permasalahan ini dapat ditangani bersamaan dengan waktu berjalan.

“Ketidaksamaan di antara latihan serta laga, dari bagian kompetitifnya, akan menolong mereka dalam beberapa waktu ke depan,” sambungnya.

“Mereka bermain bersama-sama waktu hadapi Derby di set awalnya, perlu waktu lama untuk kembalikan irama keyakinan diri dalam lakukan umpan antara baris, satu serta dua sentuhan, kami gerakkan bola sedikit lamban. Kami terus menggerakkan serta memperoleh gol yang diperlukan,” ujarnya.

Perputaran diperlukan sebab Manchester United hadapi dengan agenda yang ketat. Di hari Rabu (1/7/2020) kelak, mereka akan berkunjung ke tempat Brighton & Hove Albion untuk memainkan pertandingan kelanjutan Premier League.

Sumber: Goal International